Home / Budaya / ‘Apakah Benar dari Zaman Sriwijaya? Penemuan Barang Kuno Oleh Warga, Belum Ada Kajiannya’

‘Apakah Benar dari Zaman Sriwijaya? Penemuan Barang Kuno Oleh Warga, Belum Ada Kajiannya’

BP/DUDY OSKANDAR Kepala Balar Sumsel Budi Wiyana

Palembang, BP–Perburuan harta karun di lahan gambut yang dilakukan warga Ogan Komering Ilir (OKI) akan berdampak pada sejarah Kerajaan Sriwijaya. Alur peradaban masa lalu rentan terputus lantaran buktinya sudah punah.
Apalagi di Air Sugihan, Cengal, dan Tulung Selapan, Kabupaten OKI adalah lokasi penelitian yang dilakukan pihak Balar Arkelogi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan.
“Karena di OKI hanya tiga kecamatan yang masuk penelitian kita kemarin yaitu Air Sugihan, Tulung Selapan, dan Cengal dengan 14 situs yang diteliti dan kita sudah memiliki peta wilayah OKI yang sudah dilakukan penelitian dan peta itu juga akan disampaikan ke Bupati OKI,“ kata Kepala Balar Sumsel Budi Wiyana, Kamis (10/10).
Pihaknya juga mempertanyakan apakah penemuan barang kuno oleh warga itu memang dari zaman Sriwijaya karena belum ada kajiannya. “Apakah Benar dari zaman Sriwijaya,penemuan barang kuno oleh warga, karena belum ada kajiannya. Karena kita harus lihat konteksnya , kita bisa pastikan umurnya, kalau abad ke 9 itu artinya masa Sriwijaya,” katanya.
Diakuinya penelitian yang terlama dilakukan Balar Sumsel di Air Sugihan.
“Sedangkan di Cengal Tulung Selapan baru kita lakukan penelitian tahun 2015, 2016, 2017, 2018, hanya empat tahun, karena situsnya tidak sebanyak di Air Sugihan karena penelitian di Air Sugihan sudah dilakukan sejak tahun 2006 sampai Agustus kemarin,” katanya.
Di tahun 2015 itu pihaknya melakukan survey di dua kecamatan di OKI yaitu Tulung Selapan dan Cengal, sedangkan eskavasi mulai dilakukan di tahun 2016 di Dusun Pasir Desa Ulak Kedondong di Cengal, sedangkan di tahun 2017, 2018 melakukan penelitian beberapa desa di Tulung Selapan dan 2019 terakhir ke Air Sugihan.
“Di Dusun Pasir, Desa Ulak Kedondong ada dua, di Tulung Selapan itu kita temukan papan perahu, tempayan, “ katanya.
Hingga kini menurutnya di OKI belum ada tim ahli cagar budaya (TACB).
”Saya sudah sarankan kepada kepala dinas agar bentuk TACB namun mereka mengaku tidak ada ahlinya jangan berpikir harus ada arkeologinya , arkeologinya bisa diambil dari BPCB dari perguruan tinggi dari Balar Sumsel, dan tidak harus arkeolog bisa pakai sejarawan, seperti PALI minta dengan kita TACB, Bangka Selatan juga minta TACB ke kita, Provinsi Bangka minta ke kita TACB,”katanya.
Mengenai anggaran TACB yang menjadi kendala daerah untuk membentuknya menurutnya Balar hanya bisa membantu menghubungkan dgn pihak direktorat kalau ada masalah dana, bukan bantu dana.
Selain itu , pihaknya sudah mengimbau warga tidak mencari barang kuno dengan sengaja dan telah memasang spanduk tentang aturan pidana di Desa Pelimbangan, OKI .
“Ada seorang penjual emas namanya ibu Levi, warga saat nemu barang kuno di Sungai Jeruju , Ibu Levi yang belinya , namun itu disimpan, tidak di apa-apain jumlahnya puluhan , itu kita hargai, dia sampai berapa ratus juta perkiraan saya nilai seluruhnya , kebanyakan cincin emas dengan batu mulia dan manik-manik.Kita belum tahu zaman apa barang-barang yang dibeli ibu Levi, kita harus konteks temuannya apa,” katanya.
Menurutnya, Ibu Levi mengumpulkan barang kuno ini sejak tahun 2015,” Dia bukan mengumpulkan tapi warga nyari kalau di jual di Cengal jauh, dijual ibu Levi, ibu Levi pengusaha tapi barang itu oleh ibu Levi tidak dijual lagi,”katanya.
Namun koleksi ibu Levi tersebut sudah dilakukan pendataan oleh pihaknya.
Selain itu lokasi penemuan barang kuno di Desa Pelimbangan tepatnya di lokasi perkebunan sawit PT Samora yang kini belum melakukan penanaman namun baru membuat kanal-kanal sudah di datangi tim gabungan.
Tim gabungan tersebut terdiri dari Balar Sumsel, Polda Sumsel, BPCB Jambi, Kodim, Sekda dan semua pihak terlibat , sudah melakukan rapat bersama di Pemkab OKI guna mengambil langkah selanjutnya, karena kejadian ini selalu berulang.
“ Pak Bupati OKI meminta satu dan dua hari ini , saya membuat semacam resume laporan, karena kabupaten OKI akan menyurati kepada Kepala Desa, Camat dan PT yang ada di OKI mengenai ada situs bersejarah di lokasi mereka yang harus diperhatikan dan harus bertindak, itu langkah bagus,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pengemudi Etios Silver yang Meledak Shock dan Lemas Usai Selamat

Inderalaya, BP--Yudi Ade Firdaus, pengemudi mobil sedan Etios Valco brand Toyota warga Komplek Griya Lematang 2 0blok DN rt 69/9 ...