Home / Headline / Mahasiswa UIN RF Tolak Tindakan Represif Oknum Aparat

Mahasiswa UIN RF Tolak Tindakan Represif Oknum Aparat

Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) mendatangi Polda Sumsel, Kamis (3/10).

Palembang, BP
Setelah mahasiswa Universitas Muhamadiyah Palembang (UMP), kini giliran ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) mendatangi Polda Sumsel, Kamis (3/10).

Seperti aksi sebelumnya, para mahasiswa juga menuntut kepolisian mengusut penembakan yang menewaskan dua mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara saat melakukan unjuk rasa menolak RUU KUHP dan RUU KPK beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya, salah satu mahasiswa mengatakan, pihaknya menuntut Polda Sumsel menyampaikan kepada Kapolri agar mengusut tuntas oknum yang melakukan penembakan yang menewaskan rekan mahasiswa saat melakukan unjuk rasa.

Mengecam tindakan represif oknum aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa mahasiswa Sumsel di depan gedung DPRD Sumsel pada 24 September lalu.

Kemudian meminta kepolisian menjalankan tugas pokok dan fungsi selaku aparat yang mengayomi dan melayani masyarakat.

“Kami turun sebagai bentuk solidaritas atas tindakan represif aparat hingga ada mahasiswa meninggal dunia. Kami juga mengecam tindakan represif aparat terhadap mahasiswa Sumsel saat unjuk rasa 24 September,” kata salah satu mahasiswa yang menyampaikan orasi.

Ahmad Fahrozi, koordinator aksi dalam orasinya mengatakan, mahasiswa turun untuk memperjuangkan hak masyarakat. Hal ini juga merupakan solidaritas antara sesama mahasiswa, mengingat setiap mahasiswa melakukan aksi pertanda ada yang harus dibenahi di parlemen.

“Kami turun sebagai bentuk solidaritas terkait adanya tindakan represif aparat hingga ada mahasiswa yang meninggal dunia dan ada yang terkena gas air mata. Dan ketika mahasiswa turun, ada ketakutan di parlemen dan itu pertanda harus ada yang dibenahi,” teriaknya.

Oleh sebab itu, bersama DEMA UIN Raden Fatah dirinya mendatangi Polda Sumsel meminta agar Kapolda Sumsel menyampaikan kepada Kapolri supaya mengusut tuntas, dan menindak tegas oknum pelaku penembakan mahasiswa di Kendari Sulawesi Tenggara.

“Serta bertanggung jawab atas kematian peserta aksi. Dan juga apa yang dilakukan aparat terhadap mahasiswa aksi tanggal 24 September 2019 di DPRD Sumsel. Serta meminta pihak kepolisian untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi selaku aparat yang mengayomi dan melayani masyarakat,” tegasnya.

Dari lokasi unjuk rasa terlihat orasi mahasiswa di depan pintu masuk Mapolda Sumsel mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Ketua DPD RI Terima Aduan Gubernur Lampung

Bandar Lampung, BP–Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengadukan persoalan serius di Lampung kepada Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Aduan ...