Home / Headline / Berlaku Kasar pada Pekerja Lokal, TKA Cina di Proyek PLTU Sumsel 8 Dikecam

Berlaku Kasar pada Pekerja Lokal, TKA Cina di Proyek PLTU Sumsel 8 Dikecam

Para pekerja lokal saat melakukan aksi demo di lokasi proyek PLTU Sumsel 8 saat terjadi keributan. Ist

Muaraenim, BPPengurus Serikat Buruh Bersatu Muaraenim (SBBM), Rahmansyah, SH, MH mengecam perbuatan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang berlaku kasar kepada pekerja lokal dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan PLTU Sumsel 8 di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim.

Tindakan kasar para pekerja Cina kepada pekerja lokal hampir menjadikan keduanya terlibat bentrok fisik. “Inilah imbas dari kebijakan pemerintah yang keliru dalam mempekerjakan TKA dari Cina di Indonesia,” tegas Rahmansyah, Rabu (1/10).

Seharusnya, TKA hanya melaksanakan pekerjaan yang memerlukan skill bukan pekerjaan kasar seperti yang terjadi saat ini. “Untuk tenaga skill ya bolehlah dilakukan TKA, tetapi kalau pekerjaan kasar diserahkan kepada tenaga kerja lokal, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman baik cara berbahasa maupun dalam melaksanakan pekerjaan,” tegasnya.

               Yang terjadi saat ini pada proyek pembangunan PLTU Sumsel 8, pekerjaan kasar dilakukan oleh TKA Cina. Sehingga banyak tenaga kerja lokal yang tidak bisa masuk dalam pekerjaan proyek tersebut. “Atas kejadian ini, kita meminta pemerintah untuk membatasi TKA Cina,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Cina yang bekerja melaksanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 berkapasitas 2×650 MW di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Lalang, nyaris terlibat bentrok dengan para kekerja lokal.

Itu terjadi karena pekerja Cina diduga berlaku kasar terhadap pekerja lokal dalam memerintah untuk melaksanakan pekerjaan. Peristiwa yang berhasil diredam itu terjadi pada Jumat (27/9) lalu sekitar pukul 09.00 WIB dilokasi proyek pembangunan PLTU tersebut.

Akibat kejadian itu, membuat pekerja lokal sempat melakukan aksi demo di lokasi proyek tersebut. Namun aksi yang sempat luput dari perhatian awak media ini, berhasil diredam aparat keamanan sehingga tidak berlanjut.

                   Kecamatan serupa juga diutarakan anggota DPRD Muaraenim dapil Tanjung Agung, Kasman. “Tentunya selaku dewan kita akan menyikapi permasalahan ini, agar tenaga kerja lokal tidak diperlakukan semaunya oleh TKA China. Dan kita akan meminta penjelasan dari prusahaan yang mempekerjakan TKA Cina dalam pembangunan proyek PLTU Sumsel 8 tersebut,” jelasnya.#nur

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pangdam II Sriwijaya : “Kita Tidak Ingin Karhutla Terulang Kembali Lagi”

Palembang, BP Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.I.P, M. Hum., didampingi Kapolda Jambi Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Firman Shantyabudi, ...