Home / Headline / Dari Mark Up Nilai Agunan  Hingga Kredit Macet, Komisaris PT GI Dijeblokas ke Tahanan  

Dari Mark Up Nilai Agunan  Hingga Kredit Macet, Komisaris PT GI Dijeblokas ke Tahanan  

BP/IST
Melakukan mark up nilai agunan sehingga mendapat pinjaman fasilitas kredit modal kerja Bank Sumsel Babel (BSB) senilai Rp15 miliar, namun dalam perjalanan menyebabkan kredit macet membuat Ir Augustinus Judianto (50) harus berhadapan dengan hukum.

Palembang, BP

Melakukan mark up nilai agunan sehingga mendapat pinjaman fasilitas kredit modal kerja Bank Sumsel Babel (BSB) senilai Rp15 miliar, namun dalam perjalanan menyebabkan kredit macet membuat Ir Augustinus Judianto (50) harus berhadapan dengan hukum.

Komisaris PT Gatramas Internusa (PT) GI, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan beroperasi di wilayah Kalimantan ini dijebloskan ke sel tahanan di Rutan Pakjo Palembang karena atas perbuatannya diduga menimbukan kerugian negara Rp13,8 miliar.

Baca:  Alex Noerdin Jabat Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Aswari Ketua Tim Prabowo-Sandi

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Februari 2019, ditemukan dugaan perbuatan melanggar hukum. Kemudian pada September 2019 Komisaris dan Direktur PT Gatramas Internusa ditetapkan sebagai tersangka.

Akan tetapi dalam perjalanan penyelidikan Direktur perusahaan meninggal dunia, sedangkan Ir Augustinus Judianto selaku Komisaris PT Gatramas Internusa langsung dijebloskan ke sel tahanan setelah menyandang status tersangka.

“Jadi harga aset dinaikan atau dimark up oleh tersangka supaya aset tersebut nilainya sesuai dengan kredit modal usaha yang dilakukan tersangka. Hingga akhirnya uang senilai Rp 15 miliar dikucurkan oleh Bank Sumsel Babel ke perusahaan tersangka,” kata Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumsel, Khidirman, selasa (1/10)

Baca:  Lomba Bidar Di Sungai Musi

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya tindak pidana korupsi. Dimana berdasarkan audit BPK terjadi kerugian negara sebesar Rp 13 milyar. Untuk tersangka baru dalam kasus ini kami masih menunggu fakta-fakta persidangan,” katanya.

Setelah semuanya terbukti, dikatakan Khidirman, pihaknya dalam hal ini Kejati Sumsel menyerahkan tersangka beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang.

Baca:  Bawaslu Sumsel Terus Usut Dugaan Ijazah Palsu MY

“Tersangka kita lakukan penahanan dan dititipkan ke Rutan Pakjo selama 20 hari kedepan. Sebelum dilimpahkan ke Pengadilan untuk menjalani persidangan,” ujarnya.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama menambahkan, penahanan terhadap tersangka dilakukan pihaknya karena berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap.

“Jadi hari ini secara administrasi tersangka dan barang bukti diserahkan Kejati Sumsel ke Kejari Palembang, yang nantinya kami akan meneruskan berkas perkara tersebut ke pengadilan. Sedangkan untuk Tim JPU dalam persidangan nanti, terdiri dari jaksa Kejati dan jaksa Kejari Palembang. Tim JPU ini sudah terbentuk maka dari itu kami segera melimpahkan berkas tersangka ke pengadilan untuk segera disidangkan,” katanya.#osk

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjaga Malam Ini Gasak HP Rumah Yang dijaganya

Palembang, BP Anggota Reskrim Polsek Talang Kelapa meringkus Iwan (24) pelaku pencurian handphone dikomplek perumahan Griya Keramat Indah Blok H ...