Home / Headline / “Betul-Betul Saya Prihatin”

“Betul-Betul Saya Prihatin”

BP/Dudy Oskandar
Kusni Karana

Palembang, BP

Kusni Karana selaku sesepuh seni tari,  pembina Sanggar Cempako mengaku prihatin melihat kondisi Dewan Kesenian Palembang (DKP) yang kini tidak memiliki sekretariat dan tidak lagi dibantu anggarannya oleh pihak Pemkot Palembang dalam APBD.

“ Betul-betul saya prihatin, sayang kalau seandainya kalau pemerintah daerah tidak memperhatikan budaya, budaya itulah karakter karakter suatu bangsa, karakter karekter suatu suku,” katanya di acara pembahasan Persiapan Musyawarah Seniman Kota Palembang di kantor KONI Palembang, Kamis (26/9).

Dia meminta guna DKP melakukan pertemuan dengan pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Baca:  ACT Sumsel Segera Kirim Bantuan Logistik untuk Lombok

“Tolong sebelum tanggal 1 Oktober saya minta adakan pertemuan dengan Dinas Kebudayaan dengan Walikota dengan Dinas Pariwisata suapaya nanti periode baru DKP sudah punya sekretariat, jangan numpang macam begini,” katanya.

Apalagi dia melihat saat ini tidak ada satupun budaya suku-suku yang ada di Sumsel muncul kepermukaan.

“ Palembang cuma pempek tahunya,  se Indonesia,  sedunia tahunya pempek itulah, “ katanya.

Karena itu dia meminta budaya ini diangkat lagi di kota Palembang dan Sumsel .

,” Perjuangkan sekretariat dan anggaran, tiap hari kita mau hidup harus punya duit, apalagi organisasi, tidak  mungkin, betul-betul sangat prihatin, gimana,  yang lain hanya  bisa  mencela, apa DKP, apa kerja DKP hanya bisa begitu,” katanya.

Baca:  Simpan Sabu di Anus, Divonis 12 Tahun

Dirinya salut dengan Vebri yang selalu menulis pekerkembangan tari , sastra tutur dan budaya.

Karena dia melihat banyak seni yang perlu diangkat yang selama ini banyak hilang  dan tenggelam.

Sedangkan mantan ketua DKP Suparman Romans tidak bisa membayang kan kondisi berkesenian di Palembang dan di Pulau Jawa yang para stekholdernya memiliki apresiasi dan care dan diwujudkan dalam kebijakan  formal dan moral.

“ Kalau kita disini beda,  kalau kita taman budaya dari ada jadi tidak ada muncullah nuansa kapitalis dan bisnis yang menjadi pertimbangan-pertimbangan,” katanya.

Baca:  Abah Toyib Kesal Nama dan Fotonya di FB Dipakai Pelaku Menipu

Sedangkan Ketua DKP Vebri Al Lintani mengaku sudah maksimal dalam memajukan budaya dan kesenian di kota Palembang, walaupun dia mengaku dukungan pemerintah kurang dalam memajukan budaya dan kesenian di kota Palembang.

Vebri Al Lintani mengungkapkan jika saat ini memang DKP membutuhkan orang yang benar benar serius mengurusinya, rela berkorban jiwa dan raga.

“Kita pilih tema pemilihan ketua DKP ini Membangun Kesenian yang Bermartabat dengan Kemandirian dan Sinergitas. Siapapun yang mencalonkan diri harus memenuhi seluruh persyaratan yang dibuat oleh panitia,” katanya.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pengurus IKA FKIP Unsri Periode 2019-2023 Resmi Dilantik

Palembang, BP  Puluhan alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri)  yang menjadi pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) ...