Home / Olahraga / Prestasi Menukik, Anggaran ‘Dicekik’

Prestasi Menukik, Anggaran ‘Dicekik’

(Sejumlah atlet disabilitas binaan NPCI Sumsel saat mendatangi Kantor BPKAD Sumsel)

Palembang, BP
Prestasi luar biasa terus dipersembahkan atlet disabilitas Sumsel. Bahkan harus diakui prestasi atlet disabilitas binaan National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Sumsel melampui atlet umum.
Sebut saja ASEAN Para Games di Negeri Jiran Malaysia 2017 lalu, Sumsel membukukan 20 medali emas. Bahkan Sumsel dinobatkan sebagai NPCI daerah terproduktif penyumbang emas di seluruh Indonesia. Pasalnya, 20 persen medali emas Indonesia disumbang oleh atlet disabilitas Sumsel pada multievent terbesar Asia Tenggara tersebut.
Tak ketinggalan lagi Asian Para Ganes, atlet disabilitas Sumsel berdiri tegak dengan membawa pulang 8 medali emas. Bahkan dilevel paralimpiade (olimpiade untuk atlet umum) nama Jendy Pangabean terus mewakili Merah Putih. Baik di Rio de Jeneiro Brasil musim lalu dan di Musik depan do Tokyo Jepang 2020. Belum lagi level nasional baik single event maupun multievent.
Namun sayang, ditengah prestasinya yang terus menukik, meski Pemerintah Pusat telah menyamakan kedudukan KONI dan NPCI sejak 2015 lalu, akan tetapi pada kenyataannya perlakukan tak seperti yang diharapkan.
Benar saja, ditengah atlet disabilitas tengah mempersiapkan ajang Peparpenas di Jakarta, Peparprov di Prabumulih dan Kejurnas-Kejurnas Pra Peparnas jelang Peparnas Papua akan tetapi anggaran yang dijanjikan pun tak jelas.
Berangkat dari fenomena itu, hari ini  puluhan atlet disabilitas dari berbagai cabang olahraga binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel hari ini  ramai kompak mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Kamis (18/9/)
Terlihat kehadiran mereka beberapa ada yang memakai tongkat, ada yang dibopong, ada yang berjalan dengan jinjit-jinjit. Sesama mereka pun kompak saling bantu. Mereka berkumpul tepat di pelataran kantor BPKAD Sumsel.
Pasalnya, puluhan atlet tersebut terancam tak mengikuti sejumlah kejuaraan nasional baik single event maupun multievent dikarenakan anggaran NPCI tak dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019.
Namun sayang, kehadiran puluhan atlet di pelataran Kantor BPKAD Sumsel tak ada yang merespon. Mereka pun terkatung-katung cukup lama sehingga pulang tanpa jawaban yang jelas.
“Rapat galo kak di Bina Praja, kami dak biso kasih statemant, kami cuman staf biasa, takut salah,”ujar staf resepsionis BPKAD Sumsel yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari mengaku menyesalkan BPKAD yang tak merespon dengan baik. Padahal menurutnya, terakhir bertemu dengan Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama para atlet, saat atlet Sumsel meraih prestasi di Asian Para Games, Gubernur Sumsel berjanji agar atlet disabilitas harus disamakan apapun dan jika ada yang ingin keluhkan langsung disampaikan.
“Nah kehadiran kami disini salah satunya menagih Janji Pak Gubernur (Herman Deru-red) agar jika ada yang terjadi apa-apa lapor. Kenapa ke BPKAD? Karena kami yang sudah mengajukan anggaran APBDP lebih dulu ke BPKAD bahkan terverifikasi lebih lengkap dibanding KONI, ini malah tak ada,”sesalnya.
Pria yang juga juara dunia bulutangkis di Madrid ini menambahkan bahwa jika tak diberikan anggaran APBDP untuk atlet disabilitas maka sejumlah kejuaraan terancam tak bisa diikuti.
“Misalnya November nanti multievent nasional di Peparpenas Jakarta, Desember Peparprov di Prabumulih dan Kejurnas Cabor sebagai syarat untuk ikut Peparnas di Papua 2020 mendatang,”jelasnya.
Menurut Ryan, jika atlet umum ada seleksi PON melalui Pra PON, atlet disabilitas juga ada dan saat ini sudah mulai beberapa kejuaraan yang wajib diikuti. Jika tak mengikuti Kejurnas maka sudah dipastikan tak ikut Peparnas, multievent sekelas PON.
Padahal atlet disabiliatas Sumsel yang meraih prestasi yang mengharumkan nama Sumsel dengan 44 medali di Peparnas Jabar 2016 dan duduk di delepan besar. Sementara PON Jabar, atlet umum Sumsel harus puas di peringkat 21.
“Sebenarnya kalau bonus Asian Para Games kemarin tak diambil dari APBD induk cukup. Tapi karena diambil kami tidak bisa lagi membiayai sejumlah kejuaraan,”pungkasnya.
Ryan mengaku semoga Pemerintah terkait bisa lebih peduli lagi dengan atket disabilitas apalagi sudah terbukti mengharumkan nama Sumsel dan Indonesia baik ASEAN Para Games, Asian Para Games, bahkan ada yang sampai level Paralimpiade. Sebuah level olimpiade bagi atlet umum. #sug
Baca:  Gubernur Sumsel Berduka Atas Meninggalnya Amsin
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Buka Peparprov, Wagub Janjikan Bonus Atlet Berprestasi

Palembang, BP–Sebanyak 324 atlet disabilitas di kabupaten dan kota di Sumsel resmi mengikuti multievent bergengsi Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II ...