Home / Headline / Warga Perumahan Green Forest Residence Tuntut Developer

Warga Perumahan Green Forest Residence Tuntut Developer

Area kolam air resapan di komplek Green Forest Residence yang ditimbun untuk lahan rumah.

Palembang, BP–Warga Perumahan Green Forest Residence, Jalan Sultan M Mansyur, Palembang mengeluhkan banyaknya fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan pihak developer.

Sebut saja beberapa fasilitas vital, jalan perumahan, penerangan jalan, dan sistem keamanan 1 X 24 jam yang dipromosikan developer dalam penjualan.

Terkait masalah ini, Minggu (15/9) malam, warga menggelar pertemuan untuk melakukan klarifikasi dengan developer di Masjid Ar-Rahmah, Tiga Putri 2. Tetapi developer yang diundang tidak hadir dan warga hanya bisa berbagi dengan pengurus RT.

Lahan peruntukan taman yang dibiarkan ditumbuhi alang-alang.

Warga menuntut developer perumahan PT TP memenuhi kewajibannya membangun fasos dan fasum yang dijanjikannya dalam 10 tahun terakhir.

Baca:  Developer "Nakal" Dituding Penyebab Banjir di Kalidoni

Jalan perumahan, misalnya, sejak dihuni tidak pernah diperbaiki sehingga banyak yang rusak. Developer malah terus memperluas area pembangunan rumah.

“Mereka tidak menuntaskan kewajibannya memenuhi fasilitas yang kami butuhkan sebagai konsumen seperti dijanjikan di awal penjualan,” kata Novran Perdana Putra, Ketua RT 29 RW 05 Bukit Lama yang juga warga Green Forest Residence.

Alih-alih diikuti peningkatan fasum, penambahan unit rumah itu malah sebagian mengambil lahan peruntukan fasum.

Salah satu fasum yang berubah fungsi adalah kolam air resapan. Kolam itu semula dijanjikan akan dilengkapi taman dengan jogging track mengitari kolam.

Baca:  Pengembang Indonesia Ramaikan Pasar Propeti di Sumsel

Tetapi kini kolam itu ditimbun dan dikapling untuk puluhan unit rumah baru. Nasibnya sama dengan dua lahan fasum di blok A yang dibiarkan ditumbuhi alang-alang dan belakangan dikapling untuk rumah.

Saat ini jumlah rumah yang dihuni di Green Forest Residence mencapai 180 unit. Penjualan yang terus menerus dengan iming-iming fasilitas memadai sangat disesalkan warga. Pasalnya fasilitas itu harus diinisasi warga sendiri untuk pengelolaannya.

Begitu juga dengan penerangan jalan yang harus ditanggung oleh warga dari instalasi hingga pembelian lampu-lampu.

Sama halnya dengan kebersihan, developer malah hanya ikut dilayani tanpa pernah membangun sistem pengangkutan sampah.

Demikian pula sistem keamanan satu pintu. Developer hanya menyediakan pos jaga, minus toilet dan sarana penunjang lainnya. Warga harus membangun sendiri sistem keamanan.

Baca:  Developer "Nakal" Dituding Penyebab Banjir di Kalidoni

Ketua RT Novran Perdana Putra yang sudah tinggal 10 tahun di Green Forest Residence mengatakan, dirinya bersama pengurus lain dan warga sudah pernah melakukan komunikasi langsung dengan pihak pengembang atau owner dari PT Tiga Putri, namun hanya ditanggapi dingin.

Bahkan saat ditunjukkan lembar MoU yang berisi kesepakatan developer dan perusahaan jasa keamanan dalam penyelenggaraan sistem keamanan, mereka menyangkal dengan mengatakan orang yang menandatangani MoU dari pihak developer sudah tidak bekerja lagi di PT TP.

Sekalipun demikian, Novran menegaskan, upaya penyelesaian tetap akan dijalankan secara kekeluargaan dengan harapan pengembang dapat terbuka untuk berkomunikasi dengan baik. “Hanya saja ketika jalan itu buntu, maka selanjutnya kami lakukan upaya dan langkah hukum,” katanya.#pit

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Najwa Shihab Bangga Pakai Gambo Muba Pemberian Thia Yufada

Sekayu, BP--Pasca berkunjung ke Bumi Serasan Sekate, Kamis (12/12/2019), Pembawa talkshow ngetop Najwa Shihab melanjutkan aktivitasnya ke beberapa daerah di ...