Home / Headline / Pinjam  Pakai Mobil Lexus,  Alex Noerdin Berpegang Surat Izin PLT Gubernur Sumsel dan Izin Lisan Herman Deru

Pinjam  Pakai Mobil Lexus,  Alex Noerdin Berpegang Surat Izin PLT Gubernur Sumsel dan Izin Lisan Herman Deru

BP/DUDY OSKANDAR
Mantan Gubernur Sumsel  H Alex Noerdin melalui
juru bicaranya, Kemas Khoirul Muchlis

Palembang,BP

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan penertiban aset aset miliknya, termasuk kendaraan dinas yang sampai saat ini masih dikuasai mantan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

Malahan Pemprov Sumsel telah memperingatkan Alex Noerdin untuk segera mengembalikan 1 unit kendaraan dinas milik Pemprov Sumsel jenis Lexus yang sampai saat ini masih dikuasainya.

Mantan Gubernur Sumsel  H Alex Noerdin melalui
juru bicaranya, Kemas Khoirul Muchlis mengatakan, mobil yang disebut Staf Khusus Gubernur Sumsel bidang Aset, Arwin Novansyah SH saat ini memang berada di Jakarta dan diperuntukan bagi Gubernur Sumsel saat itu untuk keperluan dinas.

“Pertama memang benar satu mobil Lexus tersebut saat ini ada di Jakarta yang mana asal muasalnya keluaran tahun 2015/2016 diperuntukan untuk operasional gubernur, untuk perwakilan di Jakarta, mobil itu bisa digunakan dewan dan wakil gubernur saat tengah bertugas di Jakarta,” katanya.

Seiring berakhirnya masa jabatan sebagai Gubernur Sumsel pada 2018 lalu,  H Alex Noerdin secara pribadi, mengajukan peminjaman mobil tersebut. Menurutnya mobil itu sudah disetujui untuk dipinjamkan oleh Plt Gubernur Sumsel, Hadi Prabowo secara tertulis. Begitu juga saat Gubernur Sumsel, Herman Deru dilantik, Alex Noerdin langsung menemui Deru dan mengajukan peminjaman dan disetujui.

“Peminjaman secara tertulis sudah diajukan oleh Bapak Alex Noerdin, surat menyuratnya dilakukan di Jakarta bersama Plt Gubernur Pak Hadi Prabowo. Suratnya masih ada, juga sudah disampaikan ke Pak Herman Deru langsung , bahkan Deru, sempat berujar ke Alex Noerdin, kalau kamu yang ngomong lajulah pakailah mobil itu. Sekda Sumsel, Nasrun Umar bisa menjadi saksi administrasi surat menyuratnya,” katanya.

Baca:  Amankan Natal Dan Tahun Baru, Polda Sumsel Turunkan 2436 Personil

Mukhlis mengungkapkan, Alex Noerdin masih berpegang pada surat peminjaman tersebut. Dirinya menilai jika mobil itu tidak mengatur sampai kapan mobil itu dipinjam. Menurutnya secara sah Alex Noerdin, masih boleh menggunakan mobil tersebut.

Dan yang pastipermasalahan ini sudah diketahui PLt Gubernur Sumsel saat itu dan Gubernur Sumsel saat ini.

“ Pak Alex Noerdin menyayangkan ada pemberitaan yang kurang tepat ini,” katanya.

Malahan saat H Alex Noerdin menjabat Gubernur Sumsel, tetap mempersilahkan mantan Gubernur Sumsel saat itu H Syahrial Oesman menggunakan mobil milik Pemprov Sumsel sebagai bentuk penghormatan jasa-jasa mantan Gubernur Sumsel.

Malah pak Syahrial ditambah bukan hanya mobil,  sopirpun  di berikan dari Pemprov Sumsel .

“ Intinya pak Alex taat prosedur, karena pak Alex tetap berpegangan  selembar surat izin dari PLT Gubernur Sumsel dan secara lisan Gubernur Sumsel Herman Deru saat itu,” katanya.

Sementara itu Wakil Komisi I DPRD Sumsel H Husni Thamrin menilai Staf Khusus Gubernur Sumsel bidang Aset, Arwin Novansyah SH adalah staf Gubernur Sumsel dimana outputnya (produknya) untuk Gubernur Sumsel.

Baca:  DKPP Periksa 10 Penyelenggara Pemilu di Sumsel

“ Jadi masukan-masukan itu untuk Gubernur, sepatutnya Staf Khusus Gubernur Sumsel bidang Aset menyampaikan hal tersebut langsung ke Gubernur Sumsel bukan ke media, pemprov sendiri ada juru bicara sendiri, jadi staf itu  khusus Gubernur produk , hasil perkerjaannya  itu adalah untukinternal Gubernur bukan untuk media, staf khusus Gubernur bukan eksekutor, bukan eksekutif, dan fungsinya fungsi staf kecuali diminta Gubernur untuk disampaikan secara khusus  tapi itu keliru  yang menyampaikan itu juru bicara Gubernur  apakah humas atau siapa, “ katanya.

Terkait pinjam pakai  kendaraan Pemprov Sumsel itu tergantung Gubernur Sumsel dan memang sudah diatur dan aset mobil bisa dipinjampakaikan kepada siapa menurut Gubernur dalam rangka menunjang kepentingan dinas dan itu harus tuangkan dalam berita acara  dan setiap pinjam pakai ada masa waktunya maksimal dua tahun dan tergantung perjanjian yang dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani masing-masing pihak.

“Ketika habis masanya apakah harus dikembalikan , lihat dulu apakah dia memperpanjang , kalau dia mengajukan perpanjangan dibuatkan lagi  surat perpanjangan ,” katanya.

Jika Gubernur merasa membutuhkan mobil tersebut maka mobil tersebut dapat ditarik dengan surat.

“ Selaku ada etika tentu ada pembicaraan , tidak bisa langsung langsung, ada pembicaraan dulu kendaraan itu mau ditarik  dan solusinya seperti ini, setelah mobil ditarik diperiksa dulu apakah kendaraan yang dipinjam ada yang hilang, ada berkurang tidak boleh ada yang lebih,” katanya.

Baca:  Kenang Para Pahlawan, Renungan Suci di TMP Ksatria Ksetra Siguntang diliputi Rasa Haru

Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan penertiban aset aset miliknya, termasuk kendaraan dinas yang sampai saat ini masih dikuasai mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Staf Khusus Gubernur Sumsel bidang Aset, Arwin Novansyah SH menegaskan, telah memperingatkan Alex Noerdin untuk segera mengembalikan 1 unit kendaraan dinas milik Pemprov Sumsel jenis Lexus yang sampai saat ini masih dikuasainya.

“Kita sedang menginvestigasi aset aset milik Pemprov yang masih dikuasai oleh berbagai pihak, termasuk yang masih dikuasai Pak Alex Noerdin. Seharusnya memang sdh harus dikembalikan. Apalagi sudah hampir setahun pemerintahan baru” kata Arwin.

Menurut Arwin, Satgas Penertiban Aset yang sdh dibentuk oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru akan bergerak cepat dan sesuai prosedural. ” Saya kira Pak Gubernur sdh cukup bijaksana dengan membolehkan aset negara tersebut selama setahun ini. Sehingga sdh saatnya untuk dikembalikan. Mengingat Pemprov Sumsel masih membutuhkan kendaraan ke daraan dinas tersebut untuk operasional pemda” ujarnya.

Arwin menegaskan, penertiban aset.milik Pemprov bukan hanya yang masih dikuasai Alex Noerdin, melainkan semuanya yang masih dikuasai oleh pihak- pihak yang tidak mempunyai hak menggunakan dan mengelolanya. Misalnya rumah dinas, tanah dan lainnya.

“Jika setelah diperingatkan mantan pejabat tersebut tidak mengindahkan, maka jangan salahkan kami jika Satgas akan mengambil paksa. Namun kita akan lakukan secara persuasif,” ujarnya.#osk

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Puji SMKN 3, Kadisdik Sumsel Sebut Kasek Harus Bisa ‘4G dan Mikir’

Palembang, BP–Tak bisa dipungkiri, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mayoritas lulusan bermuara pada dunia usaha dan dunia industri (Du-Di). Peran ...