Home / Pendidikan / Gubenur Sumsel Sambut Baik Sekolah Filial Inisiasi Disdik Palembang

Gubenur Sumsel Sambut Baik Sekolah Filial Inisiasi Disdik Palembang

(Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto menyapa anak jalanan dan anak putus sekolah yang menjadi siswa sekolah filial)

 

Palembang, BP

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat mengapresiasi langkah Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto yang menjadi inisiator berdirinya sekolah filial di Palembang dan sekitarnya.

Langkah ini dinilai mampu mengentas anak putus sekolah dan anak jalanan yang harus merubah hidupnya dengan mengenyam pendidikan.

“Ya, jadi Hubernur sangat sependapat dan setuju, menyambut baik sekolah filial anak jalanan. Bahkan gubernur juga berharap filial ini bukan hanya mendapatkan ijazah formal, tetapi para siswa filial untuk level SMA dan SMK diberikan pembelajaran vokasi, mengingat di Surabaya pembelajaran vokasi untuk sekolah filial sudah bejalan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Palembang, H Ahmad Zulinto, Selasa (3/9).

Baca:  Tak Punya NUKS, Kepsek Tak Bisa Tanda Tangan Ijazah

Menurut Zulinto bahwa sistem pembelajaran vokasi sendiri merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian tertentu. Permintaan gubernur mengenai pemberian pembelajaran vokasi bagi anak jalanan untul level SMA dan SMK, kata Zulinto, pihaknya pun telah memprogramkan.

“Bahwa setiap anak sebagaimana nanti input, proses, autput dan autcome. Artinya pada autcome nanti para siswa filial ini benar-benar mengabdikan diri dan bisa mandiri dimasyarakat untuk kehidupannya sendiri dan juga mungkin untuk orang lain dan sebagainya,” jelas Zulinto.

Baca:  Ahmad Zulinto Tegaskan Tak Ada Pemotongan Gaji Guru Honor di SDN 226

Ia menegaskan bahwa jangan langgar aturan, apalagi siswa diwajibkan harus membeli buku dengan jumlah yang banyak. Pemerintah sudah memberikan bantuan kepada sekolah untuk pembelian buku,” pesannya.

Selain buku pelajaran, Zulinto juga menjelaskan pihak sekolah tidak diperbolehkan menjual bahan ajar, perlengakapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

Baca:  Jelang FLS2N Lampung, Sumsel Seleksi Wakil Sumsel

“Tidak ada lagi pungutan yang sifatnya membebani orang tua siswa, apalagi dengan membeli seragam ciiri khas sekolah seperti jas dan lain sebagainya, cukup untuk SD baju putih merah dan SMP baju putih Biru,” tegasnya.

Menurutnya, pihak sekolah harus mempertimbangkan bahwa kemampuan ekonomi tiap orang tua siswa itu berbeda.

“Pihak sekolahpun harus memahami jika mereka juga mempunyai kebutuhan biaya untuk sehari-hari sehingga jangan lagi dibebani dengan adanya pungutan-pungutan di luar ketentuan,” pungkasnya.

Zulinto berharap sekolah filial akan mampu menjadi percontohan bukan hanya di Sumsel tapi juga Indonesia dalam rangka mengentas kemiskinan melalui pemerataan pendidikan. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Muflihah, Siswa SDN 25 Raih Juara Mendongeng Tingkat Palembang

Palembang, BP–Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh siswi SD Negeri 25 Palembang. Pasalnya, siswa delegasi sekolah tersebut meraih juara kategori mendongeng ...