Home / Hukum / Modus Bisa Lulus Masuk Polwan, Oknum PNS Pol PP Diduga Tipu Korban Sampai Ratusan Juta

Modus Bisa Lulus Masuk Polwan, Oknum PNS Pol PP Diduga Tipu Korban Sampai Ratusan Juta ///Catut Nama Kapolri dan Kapolda Bali ///

(Terdakwa Asroni, S.Sos ,M.Si Bin Ramin saat menjalani sidang di PN Palembang)

 

 

Palembang, BP

Ratih (33) dan Reni (21) kakak beradik korban penipuan ini tidak bisa menahan sedih bercampur kecewa, ini setelah mendengar Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutannya kepada terdakwa Asroni, S.Sos.,M.Si Bin Ramin (38) Warga Bougenvile Blok C Nomor 16 Rt.66 Rw.11, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang merupakan seorang oknum PNS Pol PP Kab. Banyuasin yang diduga telah melakukan penipuan dengan modus menjanjikan kepada korban (Reni) bisa masuk menjadi anggota Polisi, dengan syarat menyetorkan sejumlah uang kepada terdakwa.

Pada sidang yang digelar, Kamis (12/9) di ruang sidang Pengadilan Negri Palembang Klas 1A Khusus, dihadapan majelis hakim yang diketuai Hakim Torch Simanjuntak SH MH, JPU Supanji Suyudana SH yang digantikan JPU Riski yang inti dari petikan tuntutan yang dibacakan yakni menuntut terdakwa Asroni agar di pidana penjara selama 2 tahun.

Baca:  Gugatan Dodi-Giri Segera Disidangkan Di MK

Setelah mendengar putusan tersebut membuat dua kakak beradik ini sedih dan kecewa, dikarenakan tuntutan yang dibacakan oleh JPU kepada terdakwa Asroni terlalu ringan dan tidak sebanding dengan perbuatannya yang telah menipu korban hingga ratusan juta rupiah ini. Ditambah lagi pada sidang sebelumnya tersiar kabar bahwa meskipun sudah ditetapkan sebagai terdakwa, status PNS yang disandang terdakwa tersebut ditangguhkan sementara. Yang berarti tidak serta merta dipecat dari jabatannya sebagai seorang PNS dilingkungan Dinas Pol PP Banyuasin.

“Kami ini memang orang awam hukum pak, yang menurut kami tuntutan yang dibacakan oleh JPU tersebut tidak sebanding pak, apalagi selama terdakwa menjalani proses hukum ternyata statusnya sebagai PNS hanya ditangguhkan sementara sampai terdakwa bebas, kami ingin dia dipecat permanen sebagai PNS pak”. Ucap Ratih dengan raut muka sedih saat ditemui usai sidang.

Baca:  Penggugat Adalah Pemilih Yang Berhak Menggugat Jika Penyelenggaraan Pemilukada Melanggar UU

Ratih pun merincikan bahwa uang yang ditipu oleh terdakwa dengan iming-iming bisa memasukkan adiknya Reni menjadi anggota polisi itu didapat dari hasil pinjam uang di bank sebesar Rp. 100 juta dengan jaminan rumah orang tua, jual bedeng tiga pintu milik orang tua, termasuk kain songket bernilai puluhan juta pun dijual demi agar adiknya bisa jadi Polisi.

“Demi Allah pak, kami tidak ikhlas pak jika hukumannya nanti tidak sebanding dengan kerugian yang kami alami, bahkan saya sampai Presiden pun akan saya hadapi, saya inginnya terdakwa dipecat dari statusnya sebagai PNS pak itu saja pak” Pinta Reni dengan mata berkaca-kaca

Mengutip dari website sipp.pn-palembang.go.id.
Dengan nomor perkara 1051/Pid.B/2019/PN Plg. Kejadian tersebut berawal pada maret tahun 2018 silam, dimana saat itu Bambang (yang saat ini dikabarkan lari) yang masih sepupu terdakwa mengetahui bahwa korban Reni ingin jadi anggota Polisi, untuk itulah Bambang menyuruh korban menemui terdakwa Asroni yang bisa bantu meluluskannya. Setelah bertemu terdakwa yang awalnya mengaku sebagai pejabat BKD bisa membantu nya untuk lulus menjadi anggota Polisi melalui jalus khusu serta mengatasnamakan Kapolri Jend. Tito Karnavian dan Kapolda Bali yang mengaku masih keluarga terdakwa. Asalkan korban bisa memenuhi syarat menyetorkan sejumlah uang kepadanya sebesar Rp 450 juta. Singkatnya ketika korban menyetorkan sejumlah uang keoada terdakwa, saat pengumuman kelulusan calon anggota Polri tiba tidak ada nama Korban Reni, saat ditanya kepada terdakwa terkesan bahwa terdakwa terus menghindar.

Baca:  Hakim Tolak Prapradilan Tersangka Dugaan Penganiayaan Terhadap Siswa SMA Taruna Indonesia

Merasa curiga, akhirnya korban pun melaporkan perbuatan terdakwa tersebut ke SPKT Polresta Palembang dengan laporan penipuan dan meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap terdakwa. Akibat perbuatan penipuan terdakwa tersebut hingga korban mengalami kerugian dengan nilai Rp. 392 juta. Adapun agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan putusan oleh majelis hakim yang akan digelar pekan depan. (rill/sug)

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

KPK Jangan Jadi Komisi Penghambat Karier

Jakarta, BP–Mantan komisioner (Komisi Pemberantasan Korupsi) KPK, Haryono Umar menegaskan, untuk memutuskan seseorang melanggar etik, menjadi tersangka atau melanjutkan kasus ...