Home / Headline / Serunya, Jelajah Sejarah di Bumi Basemah

Serunya, Jelajah Sejarah di Bumi Basemah

Palembang, BP

Komunitas Pecinta Sejarah (PESE), Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah menggelar kegiatan Jelajah Sejarah Pagaralam dengan tema Menggali Kearifan Lokal Di Bumi Besemah Demi Mewujudkan Generasi Yang Berwawasan Global Bersama Balai Adat.

Suryo Arief Wibowo sebagai ketua pelaksana kegiatan, ini merupakan program dari komunitas pecinta sejarah (PESE), agar dapat mendalami budaya lokal Sumatera Selatan yang ada di bumi Besemah Pagaralam. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus serta anggota dari komunitas pecinta sejarah (PESE), yang berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 3-5 September 2019 ketika menyampaikan kata sambutan pada kegiatan tersebut.

Baca:  Tidak Ada Penambahan Penyertaan Modal Di KEK TAA di APBD 2019

Diawali dengan membahas budaya lokal di Besemah ternyata, masih terdapat Hukum dan Aturan-Aturan Adat yang sampai saaat ini masih sangat dijaga serta ditaati oleh masyarakatnya. ”hukum adat besemah diciptakan oleh penembahan Agung Ratu Suhunan, salah satu contoh hukum adat di Besemah yaitu, jika seorang laki-laki memegang istri orang lain maka akan dikenakan denda sebesar dua ringgit atau tiga juta” ujar Bapak Sataruddin selaku tetua adat menjelaskan salah satu aturan adat yang masih berlaku dan juga terdapat didalam naskah simbur cahaya. Menurutnya, hukum adat ini mempunyai makna agar dapat menjaga keseimbangan alam dengan manusia sekitar.

Baca:  Siapkan Chef, ACT Sumsel Hadirkan Dapur Qurban untuk Warga Sungki

Selain hukum adat ternyata juga terdapat tulisan asli besemah yang biasanya disebut dengan Aksara Ulu, dibahas pada hari kedua oleh Komunitas Pecinta Sejarah (PESE) yang secara langsung menelusurinya bersama tetua adat Besemah.

Setelah itu pada diskusi hari terakhir Komunitas Pecinta Sejarah (PESE) melanjutkan kegiatannya dengan menelusuri bagaimana Masuknya Islam Di Bumi Besemah ini bersama Bapak Firmansyah selaku ketua adat besemah. “Tokoh yang melakukan penyebaran islam pertama kali di Besemah sendiri yaitu syeikh nurkhodim al-baharuddin yang penyebarannya kemudian dilanjutkan oleh kedua anaknya” ujar Bapak Firmansyah memulai diskusi dihari terahir.

Baca:  Tim 6 Satgas Karhutla Kodim 0402/OKI Tangkap Empat Warga Pembakar Lahan

Selanjutnya penyebaran islam dibumi besemah berkembang dengan sendirinya. Beriringan  dengan adat dan budaya mereka yang seiring waktu semakin maju.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MMK Tolak RUU KUHP

#Jutaan Rakyat Indonesia Terancam Masuk Penjara, Semua Bisa Kena RUU KUHP Baru Palembang, BP Pada penghujung masa jabatan DPR RI ...