Home / Pendidikan / Dosen Polsri Inisiasi Percepatan Produksi Kain Tenun UKM

Dosen Polsri Inisiasi Percepatan Produksi Kain Tenun UKM

(Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Manajemen Informatika Polsri, Dr Indri Ariyanti SE MSi saat menyerahkan mesin kelos kepada UKM Ilham/Eman Cha-Cha)

Palembang, BP

Program Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Riset Pengabdian Masyarkat dari Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang dijalankan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Manajemen Informatika Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali berdampak signfikan bagi kelangsungan Usaha Kecil Menangah (UKM) di Palembang.

Kali ini, sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) Sopyan Tenun yang berada di kawasan Kertapati Palembang belakangan ini mengalami peningkatan produksi. Menariknya lagi, peningkatan produksi tersebut mencapai dua kali lipat.

Baca:  Tangkal Radikalisme, Polsri Hadirkan Pangdam II/Sriwijaya Pada Pengenalan Sisdikti

Pasalnya, kini Sopyan Tenun Palembang tersebut kini telah menggunakan satu teknologi berupa mesin kelos yang disarankan oleh Tim Dosen  dan Mahasiswa Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Manajemen Informatika Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri).

“Program pengabdian masyarakat ini disponsori oleh Direktorat Jenderal Riset Pengabdian Masyarkat dari Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti-red) dan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri-red),”ujar Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Manajemen Informatika Polsri, Dr Indri Ariyanti SE MSi, Selasa (10/9).

Dikatakan Indri, bahwa proses pengabdian kepada masyarakat ini juga diikuti oleh anggota tim yakni anggota tim Taufikqurrahman, MT Leni Novianti, MKom yang diawali dengan proses pengajuan, survei, pelaksanaan, dan juga evaluasi.

Baca:  Prodi Matematika Unsri Bidik 300 Peserta di Event NaCoME 2019

“Awalnya kami survei dan kami temukan dua UKM yang layak untuk Pengabdian Kepada Masyarakat yakni UKM Ilham atau Cha-Cha dan UKM Sopyan di Kecamatan Tuan Kentang Kertapati Palembang,”urainya.

Setelah dilakukan survei ternyata sebuah produksi kain tenun Tajung/Blongsong tersebut menghadapi kendala pada proses awal yaitu menggulung benang menggunakan alat kelos manual.

“Atas kendala itu kami coba menginisasi untuk membantu dengan berhasil membuat mesin kelos yang menggunakan energi listrik, sehingga bisa membantu dalam proses menggulung benang tenun mengalami kecepatan dua kali lipat dari biasanya,”jelasnya.

Baca:  Polsri Bidik Peningkatan Kualitas SDM dan Inovasi Teknologi Era Revolusi Industri 4.0

Dan benar saja bahwa  mesin kelos listrik tersebut sangat membantu dalam proses penggulungan benang sehingga pada proses selanjutnya bisa lebih cepat dengan adanya kemajuan teknologi pada zaman revolusi 4.0.

Indri juga menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi serta menjadi kewajiban dosen selain dari pengajaran dan penelitian.

“Dan kami juga senang melalui pengabdian ini bisa membantu masyarakat. Mulai dari mengedukasi dan memberikan batuan mesin kelos bagi UKM,”pungkasnya. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Meski Soal Dibuat Disdik, Sekolah Pastikan Kesiapan Siswa di PAS

Palembang, BP–Kendati mulai tahun ini soal Penilaian Akhir Sekolah (PAS) Semester Ganjil diambil alih oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang, umumnya ...