Home / Palembang / Bambang Haryo Soroti Evakuasi Lamban Jasa Marga Terancam Pidana

Bambang Haryo Soroti Evakuasi Lamban Jasa Marga Terancam Pidana

Palembang, BP — Kecelakaan di Tol Cipularang beberapa waktu lalu yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka dinilai Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo bahwa PT Jasa Marga telah melakukan kelalaian lambannya proses evakuasi dan melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.

Politikus Gerindra ini menilai, pelanggaran mengacu utamanya pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol dan Peraturan Menteri (Permen) PU RI Nomor 16/PRT/M/2014 tentang standar pelayanan minimal jalan tol.

“Pasal 7 ayat (1) PP No. 15 tahun 2005 tentangjalan tol, bahwa jalan tol harus mempunyai spesifikasi tersedia sarana komunikasi dan sarana deteksi pengamanan yang memungkinkan pertolongan dengan segera sampai ke tempat kejadian, serta upaya pengamanan terhadap kecelakaan,” katanya, Selasa (10/9/2019).

Baca:  DPR RI Tidak Akan Revisi UU Pilkada

Bambang melanjutkan, pasal lain yang dapat digarisbawahi, yakni Pasal 91 PP No. 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol yang menerangkan, badan usaha wajib mengusahakan agar jalan tol selalu memenuhi syarat kelayakan, baik untuk dioperasikan setiap saat. Apabila terbukti menyalahi ketentuan, maka harus siap mendapat kritik.

“Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol Permen PU RI No. 16/PRT/M/2014, bahwa substansi pelayanan penanganan kecelakaan pada korban kecelakaan wajib dievakuasi kurang dari 20 menit,” ujarnya.

Baca:  Jazuli Berharap Komisi I dan III Gelar Rapat Gabungan

Bambang menyatakan, Jasa Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dapat dikenai sanksi pidana, itu pun belum dihitung denda lainnya.Sanksi nya berupa pidana maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. “Karena tidak dapat memberikan pelayanan jasa sesuai dengan standar peraturan yang berlaku di Pasal 62 ayat (1) UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” katanya.

Baca:  Anggaran Basarnas Dipotong, ini Tindakan Politisi Gerindra Bambang Haryo

Menurut Bambang, berbagai faktor yang menyebabkan kecelakaan di Tol Cipularang, yang harus disoroti ialah upaya evakuasi yang tidak langsung dilakukan pihak Jasa Marga. Bambang menilai, fasilitas jalan tol penghubung Jakarta-Bandung saat ini tidak memadai.

“Kecelakaan Tol Cipularang terjadi di kilometer 91 dengan melibatkan 20 kendaraan dan menimbulkan 8 korban tewas, 3 luka berat dan 25 luka ringan. Kecelakaan beruntun diakibatkan lambannya evakuasi dari truk yang terbalik dan tidak ada nya rambu peringatan penunjang keselamatan,” katanya. #pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

28 Penerbangan Ditunda Akibat Kabut Asap

Palembang, BP Sebanyak 28 maskapai penerbangan di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, ditunda keberangkatan dan kedatangannya akibat ...