Home / Headline / Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani, Tokoh Sufi dari Palembang

Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani, Tokoh Sufi dari Palembang

BP/DUDY OSKANDAR
Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani, Biografi dan warisan keilmuan bersama pengarang bukunya Mal An Abdullah

Palembang, BP

DALAM perkembangan intelektual ulama Melayu khususnya di era abad 18 M, peran dan kiprah Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani tak bisa dianggap kecil. Sayang di tanah kelahirannya sendiri, Palembang, beliau terlupakan.

Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani adalah seorang tokoh sufi penulis kitab-kitab sufi yang berasal dari Palembang yang dilahirkan pada 1150 H atau 1737 M di Palembang, meninggal di Pattani, Thailand pada 1832.
Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani merupakan salah satu kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara. Ketokohannya melengkapi nama-nama ulama dan intelektual berpengaruh seangkatannya semisal Al-Raniri, Al-Banjari, Hamzah Fansuri, Yusuf Al-Maqassari, dan masih banyak lainnya.

Hal tersebut terungkap dalam bedah buku Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani, Biografi dan warisan keilmuan bersama pengarang bukunya Mal An Abdullah, Senin (2/9) di Museum SMB II Palembang dalam acara pekan pustaka Palembang II.
Mal An Abdullah mengatakan, kalau Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani masa kecilnya di Palembang dan saat masa balig, Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani masih berada di Palembang setelah itu Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani langsung ke arab.
“ Sampai sekarang keberadaan Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani di Palembang tidak terlacak, tetapi kira-kira itu di daerah keluarga Kraton karena nenek Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani keturunan Pangeran Purbaya, kita bisa memperkirakan itu dan yang bisa direkam di Palembang itu Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani ingin mati syahid di Patani dan itu saya kira bukan cuma karena alasan –alasan itu saja , ternyata ada istrinya sendiri orang Patani,” katanya.
Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani juga perjuangan melawan penjajah seperti di Jawa dan Aceh.
“ Di Aceh itu jelas, karena sumber pembuatan Hikayat Prang Sabi itu menuliskan betul bahwa Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani itu nasihatul musliminnya itu menjadi inspirasi penulisan hikayat prang sabi dalam bahasa Aceh tersebut,” katanya.
Selain itu Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani dari sudut ke ulamaannya tinggi.
“ Ulama sufi yang paling terpelajar ya Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani, tidak mudah membuat perspektif Ibnu Arobi bisa digabungkan dengan Al Ghozali, dia bisa dengan mudah melakukan itu , di Aceh harus ada perjuangan berdarah-darah antara dua pendukung itu, di Palembang tidak pernah terjadi berkat beliau dan tasawuf yang di ajarkan dia adalah tasawuf yang aktif dalam kehidupan masyarakat bukan tasawuf yang mengucilkan diri, karena itu banyak lahir ulama-ulama dari kalangan Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani, ketika berbicara mengenai Al Quran cetakan Palembang itu, jelas-jelas dia menyebutkan dia pengikut tarikat samaniyah, tarikat samaniyah itu tokohnya ya Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani,” katanya.
Selain itu menurut Mal An, Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani tidak pernah mengabaikan Palembang, karena itu anak perempuan Syaikh Abdus Samad Al-Palimbani dinikahkan dengan orang Palembang.
“Ketika Abdurahman tadi itu melahirkan anak di daerah Kemaman, anaknya itu dibesarkan di Palembang sebelum kemudian kesana lagi, saya kira cara kita untuk memahaminya adalah dunia melayu petanya tidak sekadang, ada sekat yang ketat antar negara, jadi dulu biasa saja dari Palembang ke Kedah, jadi jangan bayangkan ada paspor seperti sekarang, jadi saya kira kita salah memahami dunia melayu pada era dulu dengan dunia melayu pada era ketika sudah ada negara dan bangsa,” katanya.
Walaupun Patani masuk wilayah Thailand , menurut Mal, An, raja Thailand saat ini lebih memahami Islam, malah ada spekulasi jangan-jangan dia menjadi muslim.
“ Jangan dipikirkan itu tidak bisa berubah tetapi harus diakui juga kadang-kadang orang yang membuat ulang di Thailand itu orangnya sama saja orang yang membuat ulah di Indonesia bukan orang pataninya sendiri,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tambah 13 Kasus di Awal Juni, Pasien Covid-19 di Sumsel Jadi 995 Jiwa

Palembang, BP Pasien positif corona atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah 13 orang. Hal ini diketahui berdasarkan laporan ...