Home / Bisnis / Meneropong Prospek Investasi Bursa Berjangka PT Rifan

Meneropong Prospek Investasi Bursa Berjangka PT Rifan

Edukasi PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang, baru-baru ini.

Investasi dalam bursa berjangka bagi sebagian orang masih tabu, apalagi investasi pasar komoditas ini dianggap untuk investor kelas menengah ke atas, sebab initial margin yang ditentukan jauh lebih besar dari pada saudaranya bursa saham.

Perlu digaris bawahi, transaksi di bursa berjangka dilakukan oleh para anggota bursa, yang terdiri dari pialang berjangka dan pedagang berjangka, baik dengan cara offline atau online. Nah, dalam hal ini pialang berjangka yang melakukan hubungan langung dengan investor.

Pialang berjangka dikatakan resmi bilamana berada di bawah naungan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditis (Bappebti) dan anggota bursa Jakarta Furtures Exchange (JFX) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) serta diwasi Indonesia Clearing House (ICH) dan Keliring Berjangka Indonesia (KBI).

Dalam hal ini tentunya pialang berjangka mengikuti aturan dari regulator dalam meluncurkan produk ataupun melakukan kegiatan operasionalnya. Ada biaya komisi yang dikenakan oleh pialang berjangka kepada investor yang besaran minimumnya ditetapkan bursa berjangka atas persetujuan Bappebti.

PT Rifan Financindo Berjangka merupakan salah satu perusahaan berjangka yang sudah resmi bahkan yang cukup eksis mencetak investor yang sukses. Untuk masuk menjadi investor berjangka baik itu produk gold, saham maupun mata uang setidaknya butuh dana minimal 10 ribu dolar atau Rp100 juta.

Meski kita tahu investasi di berjangka termasuk advance investment malah lebih advance dibanding pasar modal, hanya saja bagi mereka yang telah paham risiko, maka akan tau juga peluang keuntungannya.

“Kalau dibilang mahal, sebenarnya tidak, initial margin itu adalah dana yang merupakan milik nasabah sendiri dan bukan dana untuk perusahaan broker,” kata Kepala Cabang RFB Kota Palembang Eko Budhy Prasetyo.

Kepala Cabang RFB Kota Palembang Eko Budhy Prasetyo.

Eko menjelaskan nasabah memiliki dana yang cukup akan nyaman bertransaksi karena volatilitas harga produk yang ditransaksikan di bursa berjangka cukup besar. Bicara soal imbal hasil tentunya tergantung dari pergerakan komoditas dan keahlian nasabah melihat peluang.

“Di Palembang pergerakan nasabah baru cukup baik, tahun ini bahkan targetnya 500 nasabah baru dari sekitar 300 nasabah baru yang sudah realisasi hingga saat ini di 2019,” katanya.

Untuk penyetoran dana bisa mengambil sistem fixed rate 1 dolar setara Rp10 ribu atau floting rate dengan mengacu pergerakan mata uang yang berlaku saat itu. Index terdiri dari beberapa jenis, antara lain index Nikkei (Jepang), dan Hanseng (Hongkong).

“Di pasar berjangka peluang tetap ada, baik pada saat market lagi tren bullish maupun saat tren bearish. Investor bisa melakukan penjualan kontrak dulu dan saat harga turun baru ditutup dengan beli. Sehingga dapat keuntungan dan kondisi ini tidak dimiliki oleh pasar modal,” katanya

Sementara itu, Pengamat Pasar Saham di Palembang Zulfadli Majid mengatakan, kinerja PT Rifan cukup positif dan cukup mendapat kepercayaan nasabah. Apalagi Rifan memiliki pergerakan total volume transaksi cukup progresif.

“Saya fikir Rifan menjadi yang cukup konsisten terhadap nasbah. Tenaga pialang yang bekerja cukup profesional sejauh ini, bahkan mereka bicara tidak hanya dari sisi potensi keuntungan melainkan juga risiko dari investasinya,” mata dia.

Apalagi menurutnya dari prestasi RFB sempat mendapat tiga penghargaan sekaligus tahun ini. “Pada segmentasinya, Rifan memiliki target yang jelas, meski initial margin cukup besar tapi hal itu dibarengi dengan kualitas,” tukas dia. #reno

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Indosat Ooredoo Dorong Talenta Digital Indonesia

Palembang, BP Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat Indonesia khususnya generasi muda. Hal ini terlihat dari ...