Home / Headline / Badan Pemajuan Kebudayaan Terbentuk di Sumsel

Badan Pemajuan Kebudayaan Terbentuk di Sumsel

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana pembahasan AD/ART Bapeka Sumsel, Sabtu (24/8).

Palembang, BP

Di dalam Undang- Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan , negara juga dituntut untuk melakukan pemajuan kebudayaan dengan menempatkan kebudayaan sebagai hal yang terdepan dalam proses pembangunan.

Meyakini bahwa keterlibatan masyarakat dalam pemajuan kebudayaan dan negera yang telah berkomitmen meletakkan kebudayaan sebagai hulu dalam proses pembangunan yang berkelanjutan, maka dibentuklah Badan Pemajuan Kebudayaan (Bapeka) Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai wadah perkumpulan dari anggota masyarakat dari berbagai latar belakang yang concern dengan pemajuan kebudayaan di daerah Sumsel.

Ketua sementara Bapeka Sumsel Tarech Rasyid menjelaskan dalam Undang- Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan disebutkan adanya partisipasi masyarakat dalam memajukan kebudayaan, sehingga pihaknya mendorong itu dalam bentuk organisasi Badan Pemajuan Kebudayaan (Bapeka) Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca:  Relawan Sahabat PASS Provinsi Sumsel, Haramkan Mendiskriditkan Capres, Lebih Lakukan Sentuhan Ke Masyarakat

“ Kita dorong Bapeka ini menjadi bagian badan yang berada di dalam struktur pemerintahan daerah, kalau ini disepakati Gubernur berarti ini pertama kali di Indonesia, kalaupun ini tidak disepakati oleh Gubernur dia menjadi badan yang dikelola oleh masyarakat secara mandiri, ini, kalau dia bagian dari pemerintah ada kekuatannya meskipun ada kekurangannya sebaliknya kalau dia mandiri ada kekuatan dan ada kekurangannya,” kata aktivis demokrasi ini ketika ditemui disela-sela pembahasan AD/ART Bapeka Sumsel, Sabtu (24/8).

Baca:  Tewasnya Alex Subrata di Rekonstruksi

Menurutnya, jika semuanya selesai pihaknya akan menggelar audiensi dengan Gubernur Sumsel terutama bagaimana keputusan Gubernur dalam merespon Undang- Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan ini.

“Kebudayaan kita ini kaya, kalau kita lihat dari sejarah kita punya sejarah panjang kebudayaan melayu sebelum Kerajaan Sriwijaya muncul, artinya ada suatu peradaban yang sudah berkembang di Sumatera Selatan, datangnya Kerajaan Sriwijaya, budaya melayu tetap diambil dengan terlihat di prasasti dia menggunakan bahasa melayu kuno, ini artinya Kerajaan Sriwijaya pada saat itu menghormati bahasa melayu sebagai ciri kemajuan dari suatu kebudayaan pada saat itu , ini artinya Kerajaan Sriwijaya sangat menghormati bahasa nasionalnya pada saat itu ,” katanya. Diakuinya saat ini pihaknya tengah membahas AD/ART Bapeka Sumsel.

Baca:  278 Potensi Cagar Budaya di Kota Palembang Di Daftar

“ Kita harapkan hari ini habis semua, anggaran dasarnya tinggal dialogkan oleh teman-teman, kalau disepakati semua, kita sahkan, ini kita anggap semacam musyawarah , kawan-kawan yang hadir dari berbagai elemen, ada dosen, ada seniman, ada aktivis NGO, ada juga ASN, ada beberapa yang tidak bisa hadir karena kegiatan dilembaganya, tapi mereka sepakat apa hasil keputusan ini,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Pasang Patok Tapal Batas Muaraenim-Lahat

Muaraenim, BP–Puluhan warga Kelurahan Tungkal yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Tungkal (HKT), Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, memasang patok tapal ...