Home / Headline / Setelah Ada Kesepakatan, Rahmadi Dikembalikan ke Keluarga

Setelah Ada Kesepakatan, Rahmadi Dikembalikan ke Keluarga

Rahmadi (baju merah) saat digendong ayahnya dan dikembalikan ke pihak keluarga.

PALI, BP–Teka-teki terkait masa depan Rahmadi (17) warga Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI yang menderita gizi buruk akibat dikurung layaknya dalam kandang kambing oleh orang tua kandung sendiri akhirnya terjawab sudah.

Rahmadi akhirnya dikembalikan dan tinggal bersama orang tua kandungnya. Hal ini dipastikan usai adanya mediasi antara Dinas Sosial PALI, Dinas Pemberdaaan Perempuan dan Perlindungan Anak PALI, Dinkes diwakili Puskesmas Desa Sungai Baung, Kades Sungai Baung serta kedua orang tua kandung dari Rahmadi, Kamis (22/8).
Namun begitu, dari mediasi tersebut ada kesepakan yang harus dijalankan pihak keluarga orang tua dari Rahmadi sebelum dikembalikanya kepada keluarga. “Jika mereka (orang tua Rahmadi) masih melakukan hal sama (mengurung dan memukul) anaknya, maka mereka siap diproses secara hukum. Itu tertuang dalam surat perjanjian yang dibuat,” ungkap Fahruddin, Kepala Bidang Sosial dan Rehabilitasi Dinas Sosial PALI, Kamis. (22/8)
Menurut dia, orang tua Rahmadi melakukan perbuatan menelantarkan anak lantaran tidak mengetahui kalau bisa dikenakan hukum pidana UUD Perlindungan Anak. “Jadi, setelah kita mediasi dan melakukan pendekatan, penyuluhan dan pencerahan secara persuasif pada orang tua, dalam surat perjanjian itu mereka bersedia mengurus dan merawat kembali anaknya dengan baik,” jelasnya.
Sementara, Bari (50) dan Warti (48) kedua orang tua Rahmadi mengaku tega mengurung anaknya, takut terjadi hal tidak diinginkan jika ditinggalkan sendirian dirumah. Karena, kata Bari, akibat tuntutan untuk membiayai ekonomi kehidupan mereka, dirinya bersama sang istri sejak pagi sudah pergi kekebun untuk menyadap karet.
“Kalau ditinggalkan sendirian, dia (Rahmadi) suka keluyuran. Jadi, takutnya kalau main kejalan bisa tertabrak kendaraan,” katanya.
Selain itu, dirinya mengurung Rahmadi di belakang rumah dalam kotak layaknya sebuah kandang kambing, lantaran tidak percaya jika bisa ditinggal sendirian. Hal ini lantaran kondisi Rahmadi yeng mengalami gangguan keterbelakangan mental serta tunawicara. “Kalau ditinggal sendirian di rumah, kami juga takut terjadi apa-apa. Karena dia (Rahmadi) suka sembarangan pegang barang,” katanya.#hab
Baca:  PNS Tidak Boleh Jadi Pemborong
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MMK Tolak RUU KUHP

#Jutaan Rakyat Indonesia Terancam Masuk Penjara, Semua Bisa Kena RUU KUHP Baru Palembang, BP Pada penghujung masa jabatan DPR RI ...