Home / Headline / Prada Deri Dituntut Penjara Seumur Hidup, Dipecat dari TNI

Prada Deri Dituntut Penjara Seumur Hidup, Dipecat dari TNI

Palembang, BP

Prada Deri Permana terdakwa kasus mutilasi pacarnya, Fera Oktaria (21) akhirnya dituntut penjara seumur hidup dan dipecat dari TNI. Prada Deri Permana sendiri menangis saat mendengar tuntutan Oditur yang memintanya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada sidang keenam di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (22/8).

Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar menuntut terdakwa Prada DP dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
“Meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman pokok berupa penjara seumur hidup dan dipecat dari TNI AD,” kata Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar saat membacakan tuntutan.
Mendengar tuntutan tersebut Prada DP menangis sesenggukan sambil berdiri di tengah sidang, Majelis Hakim Letkol Chk Khazim yang memimpin sidang meminta terdakwa mengucapkan ulang tuntutan tersebut.
“Terdakwa mendengar apa tuntutannya? Coba ulangi,” kata hakim.
Dengan sesenggukan terdakwa mengucapkan ulang semua tuntutan oditur meski harus beberapa kali ditegur hakim.
Oditur menganggap terdakwa telah berniat membunuh korban, Fera Oktaria, lewat percakapan antara terdakwa dan temannya yang menyebut korban akan dibunuh jika ketahuan memiliki pacar lain.
Kemudian terdakwa melarikan diri dari satuan TNI karena curiga korban sudah memiliki pacar lain sampai puncaknya terdakwa marah karena telpon pintar korban terkunci.
Niat membunuh juga terbukti dari tindakan terdakwa yang berbohong dengan membawa korban ke penginapan, padahal terdakwa mengatakan ingin ke rumah bibinya.
Terdakwa dianggap terbukti membunuh dan memutilasi tubuh korban meskipun gagal, namun tindakannya membeli koper dan menjual beberapa barang bukti dianggap sebagai kesengajaan menghilangkan jejak.
Pada lima persidangan sebelumnya terdakwa juga terbukti sempat ingin membakar tubuh korban walau kembali gagal, kemudian terdakwa kabur meninggalkan jenazah korban di penginapan.
“Terdakwa juga diminta untuk tetap ditahan,” ujar Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim.
Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa dan penasehat hukumnya mengajukan pledoi dan akan dilanjutkan pekan depan (29/8).
Sedangkan Suhartini yang merupakan ibu kandung dari Fera Oktaria (21) nampak begitu kesal mengetahui Deri Permana dituntut oleh Oditur dengan penjara seumur hidup.
Selama sidang berlangsung, Suhartini selalu hadir dan mendengarkan keterangan satu persatu saksi.
Namun, ia begitu kecewa setelah mengetahui pembunuh anak bungsunya tersebut tidak diberikan hukuman secara maksimal dalam tuntutan Oditur.
“Kami minta hukum mati itu baru pas. Anak saya hilang, saya tidak puas dengan hukuman ini,”kata Suhartini .
Dalam persidangan pun, menurut Suhartini Deri Permana
banyak menyebutkan kebohongan, salah satunya adalah tentang kondisi Fera yang dalam keadaan hamil.
“Dia bohong terus dalam sidang, dia itu nangis puas sudah membunuh anak saya. Bukan nangis menyesal,”katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Pasang Patok Tapal Batas Muaraenim-Lahat

Muaraenim, BP–Puluhan warga Kelurahan Tungkal yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Tungkal (HKT), Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, memasang patok tapal ...