Home / Headline / Angkat Disertasi Soal Resistensi Masyarakat Melayu Terhadap Orang Tionghoa di Palembang, Husni Tamrin Raih Gelar Doktor

Angkat Disertasi Soal Resistensi Masyarakat Melayu Terhadap Orang Tionghoa di Palembang, Husni Tamrin Raih Gelar Doktor

BP/DUDY OSKANDAR
Husni Tamrin, Kasubag Keuangan Kejati Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya berhasil meraih gelar doktornya pada sidang terbuka program Doktor dalam program Studi Peradaban Islam, Konsentrasi Islam Melayu Nusantara di gedung PPs, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, ruang seminar, lantai III, Senin (19/8).

Palembang, BP

Husni Tamrin, Kasubag Keuangan Kejati Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya berhasil meraih gelar doktornya pada sidang terbuka program Doktor dalam program Studi Peradaban Islam, Konsentrasi Islam Melayu Nusantara di gedung PPs, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, ruang seminar, lantai III, Senin (19/8).
Turut hadir dalam acara tersebut keluarga, kerabat dan rekan –rekan Husni Tamrin.
Gelar doktor berhasil diraih Husni Tamrin usai dirinya berhasil mempertahankan disertasinya berjudul Resistensi Masyarakat Melayu Terhadap Orang Tionghoa di Palembang.
Dalam rapat terbuka hadir sebagai promotor : Prof Dr Irwan Abdullah MA, Co Promotor : Prof Dr Abdullah Idi M.Ed dan tim penguji Prof dr Duski Ibrahim M.Ag, Dr Endang Rochmiatun Mhum, dr Muhammad Naupal M, Ag dan Dr Nor Huda MA dan sekretaris Dr Muhammad Adil MA.
Menurut Husni Tamrin dalam paparan disertasinya menjelaskan mengenaifenomena resistensi atau penolakan masyakat Melayu Palembang terhadap Masyarakat Tionghoa .
Hal tersebut menarik mengingat keberadaan Tionghoa di Palembang sudah berjalan sudah sangat lama, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan asimilasi antara mayarakat Tionghoa dan Melayu di Palembang dan faktor-faktor timbulnya resistensi Tionghoa tersebut dan tentu terkait dengan perkembangan identitas Tionghoa tersebut di Palembang.
Untuk melihat hubungan dan respon sosial yang timbul antara dua suku tersebut serta, penelitian ini menurutnya menggunakan teori Interaksionisme Simbolik, dengan melihat persepsi kedua suku tersebut dalam mendefinisikan irinya dan definisi mereka terhadap suku lainnya yang tentunya akan menentukan pemilihan simbol komuniksi dalam prilaku mereka, pengambilan data melalui observasi dan wawancara secara purposive kepada orang yang dianggap tokoh oleh masyarakat kedua suku tersebut yang hasilnya diproses menggunakan metode Analisa Data Miller and Huberman .
Hasil analisa data menunjukan bahwa masih adanya resistensi Tionghoa dalam mayarakat Melayu Palembang dikarenakan strotipe yang berkembang diantara dua suku tersebut ternyata masih diajarkan dalam keluarga secara turun temurun, selain masih kurangnya campur tangan pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dalam penddikan masyarakat.
Setelah menjawab rentetan pertanyaan dari tim penguji, akhirnya Husni Tamrin dinyatakan lulus dengan nilai ujian tertutup rata-rata 8,69, nilai ujian terbuka rata-rata 88,02, indeks prestasi saat ini adalah 3,86 dengan yudicium amat memuaskan.
Husni Tamrin merupakan peraih gelar doktor yang ke 76 pada Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang .#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MMK Tolak RUU KUHP

#Jutaan Rakyat Indonesia Terancam Masuk Penjara, Semua Bisa Kena RUU KUHP Baru Palembang, BP Pada penghujung masa jabatan DPR RI ...