Home / Headline / PALI Darurat Air Bersih, 5 Hari PDAM Tak Hidup Saat Kemarau Panjang

PALI Darurat Air Bersih, 5 Hari PDAM Tak Hidup Saat Kemarau Panjang

Seorang pelanggan PDAM Lematang Enim saat memeriksa meteran air lantaran sejak lima hari terkahir tidak mengalir.

PALI, BP –Di hari kemetdekaan 17 Agustus 2019 membut sebagian warga Ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan krisis air bersih, lantaran sejak lima (5) hari terakhir Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim tak menyala, Sabtu (17/8/2019).

Kondisi ini tentu dikeluhkan sebagian masyarakat Kecamatan Talang Ubi khususnya di Kelurahan Handayani Mulya. Karenanya, dengan kekeringan ditambah musim kemarau, warga setempat terpaksa membeli air galon untuk keperluan mencuci serta mandi.
Bahkan, akibat kesulitan air bersih ini, membuat warga terpaksa mengungsi hingga ke rumah kerabat lainnya yang berada di dekat danau.
Dwi Yuliani (33) seorang ibu rumah tangga warga Keluaran Handayani Mulya menuturkan bahwa dirinya terpaksa sedikitnya membeli tiga (3) galon per harinya dengan harga Rp 15 ribu. Hal tersebut , lantaran kesulitannya untuk mendapatkan suplay air bersih. Karena PDAM sejak lima hari terakhir tak mengalir.
“Lima hari terakhir sempat mengalir, hanya saja tidak berlangsung lama, menyalanya  sekitar 10-20 menit. Tentu tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Bahkan untuk mengisi bak mandi saja tidak cukup,” jelas Dwi.
Semntara itu Al berkata bahwa dirinya terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya di kawasan Komplek Pertamina Pendopo hanya sekedar untuk mandi. Bahkan, dirinya tak jarang membawa kedua putranya untuk mandi di lebung atau danau untuk mencuci serta mandi.
“Air PDAM sudah lama tak hidup. Kalaupun idup tidak lama. Kami harap pihak terkait bisa memberikan solusi kekeringan serta kesulitan air bersih ini,” ungkapnya.
Bupati PALI, Heri Amalindo mengaku dirinya juga sudah mendengarkan banyak keluhan dari masyarakat khusunya di Kecamatan Talang Ubi terkait kesulitannya air bersih. Menurutnya, mengantisipasi kekeringan ini Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan empat (4) mobil tangki untuk disalurkan kepada masyarakat khusunya di kawasan Pendopo Ibukota Kabupaten PALI.
“Kita siapkan 4 mobil tangki dalam sehari, hanya saja memang pembagiannya tidak merata, misalnya yang depan dapat dan yang belakang tidak dapat. Artinya ini butuh koordinasi pembagian pendistribusian air minum ini,” ungkap Heri Amalindo.
Sementara itu, Ketua DPRD PALI Soemarjono berkata terkait sulitnya air bersih, pihaknya akan memanggil manajemen PDAM lematang Enim bahkan terkait penyerahan aset PDAM.
“Hari Senin nanti Insya Allah akan kita panggil PDAM Lematang Enim. Semoga kedepan warga PALI tidak lagi kesulitan air bersih,” ucapnya.#hab
Baca:  Heri Amalindo Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MMK Tolak RUU KUHP

#Jutaan Rakyat Indonesia Terancam Masuk Penjara, Semua Bisa Kena RUU KUHP Baru Palembang, BP Pada penghujung masa jabatan DPR RI ...