Home / Headline / Wagub Sumsel Bilang 10 Tahun TAA Tidak Ada Kelanjutan, Gantada: Kalau Tidak Diurus Sama Sekali Tidak Benar

Wagub Sumsel Bilang 10 Tahun TAA Tidak Ada Kelanjutan, Gantada: Kalau Tidak Diurus Sama Sekali Tidak Benar

BP/IST
Masterplan KEK TAA

Palembang,BP
Terkait stetmen Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya soal Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api – Api (KEK TAA) sudah 10 tahun tidak ada kelanjutan saat menghadiri Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api – Api (KEK TAA) yang diselenggarakan di ruang rapat Mahakam gedung Ali Wardhana Menteri Koordinator Perekonomian RI, Kamis (15/8).
Ditanggapi pimpinan dan anggota DPRD Sumsel yang menilai selama ini sebelum Gubernur Sumsel dipimpin H Herman Deru, Gubernur Sumsel sebelumnya sudah melakukan banyak usaha untuk merealisasikan KEK TAA.
Ketua DPRD Sumsel MA Gantada memastikan selama ini KEK TAA sudah berjalan namun optimalisasi, pengurusannya atau mungkin fokus pengurusannya yang agak lambat ditambah keterbatasan dana TAA sehingga mencarikan investor untuk mengatasi persoalan , supaya berjalan maka di kerjakan sama-sama.
“Selama ini sudah jalan, mungkin dari sisi itu dikatakan lambat, kalau tidak diurus sama sekali tidak benar, kita sudah buat perda disana, segala macam, mengalokasikan anggaran, kalau diurus itu ada,” kata politisi PDIP ini, Jumat (16/8).
Selama ini DPRD Sumsel selalu memback up TAA, progres pertama di TAA itu dengan segala infastruktur.
“Ya infastruktur keterbatasan kita harus kita akui secara bertahap anggaran kita tidak habis disana, kedua, TAA sendiri kawasan ekonomi khusus itu sudah kita siapkan dengan BUMDnya, artinya akselerasinya itu yang kita dorong,” katanya.
Hal senada dikemukakan Wakil Ketua DPRD Sumsel M Yansuri mengakui kalau selama ini TAA sudah banyak memakan korban, dan wajar untuk di tindaklanjuti.
“Bukan Vakum, sekarang apa tugas mereka sekarang (Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel sekarang), yang lalu tugasnya ini, yang sebelumnya ini, yang dulu, yang sekarang dan yang akan datang, itu prinsipnya,” katanya.
Politisi Partai Golkar memastikan kalau pembangunan TAA rencananya bukan sekarang, dari Gubernur yang lalu lalu berkesinambungan.
Sedangkan anggota Komisi I DPRD Sumsel Elianuddin HB memastikan selama ini TAA diurus melibatkan DPRD Sumsel dan termasuk membuat PT SMS.
“ PT SMS yang akan mengelola TAA, kita membuat perda bersama eksekutif , artinya ada gerakan-gerakan , usaha-usaha dilakukan tapi kenyatannya tidak bisa, karena terkendala masalah tehnis dan masalah anggaran dan tidak bisa berdiri sendiri harus melibatkan pihak ketiga, pemerintah pusat dan pihak-pihak lain,” katanya.
Pembangunan TAA menurutnya sudah dimulai sejak Gubernur Sumsel Asnawi Mangkualam dan hingga kini.
“ Setiap masa TAA itu berjalan dan ada progresnnya, sekarang TAA sudah ada jalan, sudah ada pelabuhan feri, memang tidak bisa optimal kita tahu sendiri, kondisi secara tehnis memang tidak memungkinkan sebenarnya pelabuhan samudra harus ada lompatan-lompatan untuk itu yang harus memindahkan untuk lebih jauh lagi,” katanya.
Untuk kerja besar TAA ini tidak bisa kerja sendiri namun harus melibatkan semua pihak terkait.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MMK Tolak RUU KUHP

#Jutaan Rakyat Indonesia Terancam Masuk Penjara, Semua Bisa Kena RUU KUHP Baru Palembang, BP Pada penghujung masa jabatan DPR RI ...