Home / Headline / Banyak Yang Rusak , Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel Bakal di Rehab

Banyak Yang Rusak , Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel Bakal di Rehab

Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban

Palembang, BP

Ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berdiri sejak tahun 1985 dan baru di rehab sebanyak satu kali atau sekitar 19 tahun yang lalu dan hingga kini belum pernah lagi dilakukan rehab.
Sejumlah kerusakan sudah banyak terlihat di sejumlah bagian bangunan yang belum mencapai umur 50 tahun tersebut dan layak untuk segera diperbaiki.
Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban mengakui kalau pihaknya ada rencana akan melakukan rehab ruang rapat paripurna DPRD Sumsel rencananya di tahun 2020.
Menurutnya ruang rapat paripurna tersebut sudah layak dan sepantasnya di rehab dia mencontohkan kondisi genteng diatap ruang rapat paripurna yang perlu di ganti.
“ Ini baru rencana, yang di rehab ruang paripurna dimana rehab untuk atap, lantai, dinding, kursi lantai II tapi kalau bisa jangan makan tempat, walaupun diganti standarnya segitulah, kita dulu berapa jumlah kursi itu, kalau jumlah kursi itu diatas ada 200 kalau bisa walaupun di rehab bisa untuk kapasitas 200 kursi,” katanya, Kamis (15/8).
Dan rehab yang dilakukan menurut Ramadhan dipastikan tidak akan merubah bentuk bangunan gedung dari ruang rapat paripurna DPRD Sumsel yang berbentuk rumah adat Palembang yaitu rumah limas.
Menurutnya jika rehab ruang rapat paripurna DPRD Sumsel terealisasi maka yang harus dipikirkan selama setahun anggota DPRD Sumsel akan rapat dimana dan itu harus dipikirkan.
“ Artinya kita khan ada rapat ada apo, nak dirapatkan dimana? Ruangannya cukup atau tidak, kalau mau sewa ke hotel bisa tapi itu cost harus diperhitungkan, “ katanya.
Mengenai biaya yang akan dikeluarkan untuk melakukan rehab ruang rapat paripurna DPRD Sumsel menurutnya belum dilakukan estimasi biaya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Disorientasi Pola Pikir Mahasiswa dalam Menjaga Identitasnya sebagai Intelek Kebermanfaatan

Oleh ADE FAJRI Mahasiswa, Aktivis Universitas Sriwijaya Penerima Manfaat Beasiswa Generasi Harapan dari Sinergi Sriwijaya MAHASISWA adalah intelektual bangsa, karena ...