Home / Headline / Bandar Narkoba Air Itam Dibekuk

Bandar Narkoba Air Itam Dibekuk

Kapolres Muaraenim saat menginterogasi tersangka.

Muaraenim, BPUpaya Sat Narkoba Polres Muaraenim untuk memburu bandar narkoba yang menjadi pemasok narkoba di wilayah Muaraenim dan Kabupaten PALI, pasca dibekuknya 25 orang pengedar narkoba dalam operasi Antik Musi 2019 pada  16-31 Juli lalu, membuahkan hasil.

                 Terbukti, satu bandar narkoba yang menjadi pemasok narkoba di wilayah Kabupaten PALI berhasil diringkus petugas Sar Narkoba, Rabu (7/8) sekitar pukul 07.30 WIB saat berada di rumahnya.

                  Tersangka merupakan menantu salah satu Kepala Desa didaerah Pali bernama Endang Sapari (29), warga Dusun III, Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

                 Selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti  8 paket besar sabu sabu seberat 137,30 gram, 29 paket kecil sabu seberat 9.12 gram, 36 butir pil ekstasi warna ungu seberat 11,70 gram, 2 butir pil ekstasi warna hijau seberat 0,97 gram, 1 buah sekop.

Baca:  Pembahasan LKPJ Minta Hadirkan Sekda

             Narkoba ditemukan di bawah jok sepeda motor jenis Yamaha NMax warna putih Nopol BG 5611 AFG yang turut dijadikan barang bukti.

                   Kini tersangka berikut barang buktinya diamankan di Sat Narkoba Polres Muaraenim untuk menjalani peruses hukum.

                  Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono bersama Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kasat Narkoba, AKP I Putu Suryawan Sik, pada jumpa pers kepada awak media, Kamis (8/8) mengatakan bahwa Polres selalu konsisten dan tegas untuk memberantas narkoba.

                 Karena narkoba, merusak generasi penerus dan anak bangsa. Pada bulan Juli, lanjutnya, saat dilakukan oprasi antik, Polres memberikan kontribusi terbanyak mengungkap kasus narkoba berjumlah  20 kasus dengan 25 tersangka.

                Tindak lanjut operasi Antik tersebut, lanjutnya, pihaknya melakukan penyelidikan cukup panjang di daerah cukup rawan, diantaranya di Desa Air Itam. Setelah melakukan penyelidikan, berhasil membekuk pelaku.

            “Ini membuktikan bahwasanya prediksi ataupun penyelidikan harus diteruskan secara konsisten di daerah tersebut. Makanya  bulan depan kami akan lakukan pola khusus dengan operasi khusus. Dalam rangka memberikan keamanan kepada warga disekitar Muaraenim dan PALI  agar terhindar dari narkoba,” jelasnya.

           Menurutnya, dari pengembangan kasus tersebut, tersangka mengangaku mendapatkan narkoba dari bandar berinisial S.

Baca:  Pemilu Usai Panwascam Dibubarkan, Motnas Ditarik

             “Ada beberapa modus operandi yang bida kita datakan peredaran narkoba, antara lain pada saat ada hiburan malam di desa dijadikan sasaran pelaku untuk mengedarkan ekstasi dan sabu. Tersangka dijerat pasal pasal 114 ayat 2 UU  RI nomor 32 tahun 2009 tentang narkotika  dengan ancaman 20 tahun penjara,” tegasnya.

           Pihaknya sudah datakan, 3 orang bandar besar di Air Itam,  masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya juga juga berkordinasi dengan  Polda Sumsel.

           Ditegaskannya juga bahwa, peredaran narkoba di Muaraenim berasal dari PALI. Barang tersebut masuk ke PALI beraral dari Medan dan Aceh melalui jalur Sungai.

           Pencegahan masuknya narkoba ke PALI melalui jalur Sungai, pihaknya mengalami keterbatasan sarana prasarana, namun pihaknya tetap berkordinasi dengan Polda Sumsel.

Baca:  Bupati Muaraenim Bagikan 470 Paket Sembako

          “Untuk jalur  darat tentu jadi kewajiban kami akan melakukan protek, agar barang itu tidak masuk lewat darat,” tegasnya. Bulan  depan pihaknya  akan melakukan operasi materi kewilayahan  dengan sasaran tertentu dengan personil khusus untuk mengurangi peredaran narkoba di PALI.

               Sementara itu, tersangka mengaku, barang tersebut didapatnya dari temannya dengan membeli seharga Rp 60 juta/ons. Barang haram itu diedarkannya di wilayah Air Itam pada saat ada acara orgen tunggal.

               “Untuk paket kecil aku jual Rp 100 ribu/paket dan paket sedang Rp 200 ribu/paket,” jelasnya. Dia mengaku, jika mengeluarkan modal Rp 60 juta, akan mendapatkan untuk sebesar Rp 5 juta.

              Uang tersebut dipergunakannya untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Kemudian digunakan juga untuk membuat rumah dan membeli kendaraan sepeda motor.#nur

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Perlu Percepatan Penyelesaian Konflik Lahan di Sumsel

Palembang, BP Penyelesaian konflik-konflik lahan di Sumatera Selatan (Sumsel) perlu dilakukan percepatan guna mewujudkan Reforma Agraria di Sumatera Selatan. Data ...