Home / Headline / Dewan Adat Sumatera Selatan Periode 2019-2024 Terbentuk

Dewan Adat Sumatera Selatan Periode 2019-2024 Terbentuk

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Dewan Adat Sumatera Selatan (DASS) terpilih periode 2019-2024 Erwan Suryanegara

# Segera Lakukan Pemetaan Marga di
Sumsel dan Bentuk Rumah Budaya

Palembang, BP
Kepengurusan Dewan Adat Sumatera Selatan (DASS) periode 2019 -2024 terbentuk, banyak tantangan yang dihadapi DASS kedepan , apalagi hingga kini SK Gubernur Sumsel No 142 /III/KPS 1983 dimana marga dalam artian pemerintahan telah di hapus dengan seluruh perangkat oleh Gubernur Sumsel dan Pemerintah Provinsi Sumsel masih belum di cabut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Ketua Dewan Adat Sumatera Selatan (DASS) terpilih periode 2019-2024 Erwan Suryanegara mengatakan, karena adat Sumsel ini sudah lama tidak di bangkitkan , jadi program kerja yang utama itu, pihaknya harus melihat Sumsel secara budaya (Cultural).
“ Kalau kita pelajari dari masa lalu Sumsel, ada budaya tentang marga, maka rencana kita program kerja kita nanti yang diawali dengan pemetaan marga-marga di Sumsel yang pernah ada, setelah peta itu ada, tentunya kita butuh tokoh disetiap marga itu kita cari tokoh adat atau tokoh budaya,” katanya ditemui usai FGD pemantapan terbentuknya Dewan Adat Sumatera Selatan , Jumat (19/7) dilantai III Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel
Di Marga itu juga menurutnya, pihaknya butuh titik atau rumah budaya ,” Dirumah budaya itulah nanti generasi muda, masyarakat di marga itu untuk di ajak bersama-sama menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang pernah ada,” katanya.
Marga yang dihidupkan ini menurutnya bukan marga dalam artian pemerintahan tapi marga dalam arti nilai budaya di masyarakat
“ Karena dalam marga itulah budaya Sumatera Selatan itu tumbuh, karena marga itu dihapuskan otomatis dia menghilang, agar bisa di angkat kembali ya tentu kita petakan kembali mana-mana dulu marga yang pernah ada,” katanya.

Baca:  Berawal dari Pertemanan, Kini  Produk 'Kantje' Merambah ke Palembang

Sekretaris Dewan Adat Sumsel, Albar S Subari SH SU mengatakan, sebelum marga dibubarkan tahu 1983 jumlah marga di Sumsel berjumlah 188.
“ Kalau sampai hari ini secara normatif marga di Sumsel jumlahnya masih 188 tapi sebagai fakta, kita belum tahu, karena itu perlu dievalusi apakah 188 masih atau tidak,” katanya.
Mengenai SK DASS periode 2019-2024 tengah diajukan ke Gubernur Sumsel untuk di tandatangani.
“ Ini memang penggantian baru pengurus Dewat Adat Sumsel tidak ada kaitan SK lama, tidak ada revitalisasi , Ketua Dewan Adat Sumsel pak Erwan dan Sekretaris saya,” katanya.
Menurutnya dalam Dewan Adat Sumsel periode ini pembinanya Gubernur Sumsel/Wagub Sumsel, penasehat yang struktural adalah sejumlah Kepala dinas diantaranya Kepala Kesbangpol Sumsel, tokoh non struktural yang jumlahnya 9 orang yang mempertimbangkan prinsip batang hari sembilan seperti diantaranya H Syahrial Oesman, Eddy Santana.
“Kalau SK Dewan Adat Sumsel ditandatangani Gubernur Sumsel maka segera dilakukan pelantikan, untuk struktur Dewan Adat Sumsel untuk pengurus harian cukup, ditambah dengan ketua-ketua adat 17 kabupaten kota yang masih fleksibel ini penasehat, tokoh-tokoh non formal, perlu izin mereka dulu mau atau tidak masuk di kepengurusan Dewan Adat Sumsel,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jimly Asshiddiqie Raih Penghargaan Lintas Politika Award 2019

Jakarta,BP Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie dipastikan meraih Lintas Politika Award 2019 yang akan digelar di Palembang, Jumat (20/12) ...