Home / Sumsel / Ogan Ilir / Dana Desa Cair 40 Persen, Kades Ikut “Jalan-jalan” ke Jawa Barat

Dana Desa Cair 40 Persen, Kades Ikut “Jalan-jalan” ke Jawa Barat

Inderalaya, BP — Diduga Dana Desa (DD) setelah 40 persen dicairkan kepada sebagian Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Ogan Ilir (OI) malah sebagian dananya “digunakan” jalan-jalan ke Jawa Barat, bahkan bagi kades yang DD-nya belum dicairkan “terpaksa” cari utangan agar turut serta kegiatan

Kegiatan kades dalam tujuh kecamatan OI yang ramai-ramai ‘jalan-jalan’ ke Jawa Barat yang dilepas langsung Bupati OI HM Ilyas Panji Alam.

Pelepasan para Kades yang juga diikuti para Camat, dan petinggi-petinggi pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) serta sebagian Inspektorat dilakukan di Gedung Serbaguna Pendopoan Bupati Ogan Ilir.

Baca:  Rapat Pertanggungjawaban LKPJ, Anggota DPRD Rahmadi Asyik Tidur

Salah satu kades yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan mengatakan belum ada pencairan dana desa namun harus ikut serta dalam kegiatan tersebut, “saya sampai cari utangan sana sini ini rombongan kades mau ke Bandung, ya kalau ada hutangan duit panas ya dipakai dulu tidak mengapa. Soalnya DD-kami belum cair kok. Kalau tidak ikut nanti kena marah,” ujarnya mewanti-wanti untuk namanya tidak disebutkan.

Kepala Bidang Pemerintah Desa Ismed Ledy mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif dari ketua forum Kades yang menggandeng pihak DMPD yang diikuti 114 Kades di tujuh Kecamatan. Saat ini kecamatan yang ikut serta antaranya Pemulutan Selatan, Sungai Pinang, Tanjungbatu, Inderalaya Selatan, Inderalaya Utara dan sebagainya. Sisanya akan berangkat pada tahap kedua

Baca:  Ternyata Ada 2 ULP di Ogan Ilir, Keduanya Melakukan Proses Lelang

“Kegiatan tersebut inisiatif dari Ketua Forum Kades yang bekerjasama dengan kita selaku PMD yang diikuti 114 Kades di tujuh kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk membangun Bumdes di desa masing-masing. “Melalui kegiatan ini bisa membangun Bumdes lebih baik lagi. Desa yang di tuju dalam kegiatan tersebut di Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Disinggung soal adanya dugaan kesan “pemaksaan” keikutsertaan kegiatan tersebut, ia mengatakan tidak ada paksaan sama sekali dari pihak manapun. Bahkan kegiatan tersebut diselenggarakan atas inisiasi dari forum kades.

Baca:  Mahasiswa PPG Matematika Unsri Beri Bantuan Sembako ke Panti Asuhan

“Kegiatan ini tidak menggunakan dana desa (DD), nantinya di Jabar akan mendapatkan pelatihan soal Bumdes dan sebagainya. Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali untuk meningkatkan pengetahuan kades. Jadi tidak ada yang memaksa dan dipaksa, uangnya juga pribadi masing-masing kades. Kalau mereka mau cari utangan ya pribadi merekalah. Ibaratnya ada yang mau mengajak ke Palembang, ayo siapa mau ikut? itukan tidak bisa dipaksa. Kalau mereka mau cari utangan ya itu tanggung jawab mereka sendiri,” jelasnya. #hen

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bapenda OI Semarakkan Rekor Muri Penyajian Pindang Terbanyak

Inderalaya, BP — Sedikitnya 8000 pindang air tawar yang disajikan oleh beragam dinas, sekolah, kecamatan dan desa tersaji apik di ...