Home / Bisnis / Tinggalkan Riba, Cek Rian Berwirausaha Bidara Arab

Tinggalkan Riba, Cek Rian Berwirausaha Bidara Arab

Cek Rian, pedagang tanaman Bidara Arab yang biasa mangkal di Kawasan Kambang Iwak

Palembang,BP--Tanaman Bidara Arab menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Pasalnya, tanaman yang tumbuh di daerah kering ini ternyata banyak sekali manfaatnya baik untuk kesehatan maupun dipercaya pengusir makhluk halus serta hal-hal negatif.

Cek Rian, salah satunya yang menangkap peluang bisnis berjualan Tanaman Bidara Arab di Kota Palembang. Ia menceritakan awal mulanya tertarik menjalankan bisnis tersebut, sejak September tahun lalu.
Cek Rian  mengaku, pernah bekerja di salah perusahaan pembiayaan. Namun ia menyadari setelah mendengar kajian bahwa pekerjaan yang dilakoninya saat itu merupakan dosa riba, maka mulai Agustus 2018, ia putuskan untuk meninggalkannya.

Kini dirinya sedang mencoba-coba berwirausaha dengan membuka usaha tanaman Bidara Arab. “Saya berusaha mengenalkan apa yang belum dipahami masyarakat yakni tanaman Bidara Arab,” katanya ketika dibincangi, Selasa (16/7).

Pria yang dulunya pernah menjadi penyiar radio Musi FM ini mengatakan, alasan kenapa membuka usaha tanaman Bidara Arab karena tanaman ini satu-satunya disebut dalam Alquran dan hadist.

Dalam hadist, disebutkan Cek Rian, manfaat tanaman Bidara Arab adalah bisa dipakai untuk memandikan jenazah guna menghilangkan bau, untuk wanita mandi wajib habis datang bulan (haid), dan untuk orang yang masuk Islam (mualaf) dimandikan.

“Alhamdulillah tanaman Bidara Arab ini banyak manfaatnya sesuai Alquran dan hadist,” jelasnya.

Menurut pria yang bernama lengkap Dedi Apriansyah ini, tanaman ini juga dimanfaatkan untuk ruqiyah dan penangkal gangguan jin. “Yang dimanfaatkan dari tanaman Bidara Arab ini yakni bagian daun yang sudah layak dikonsumsi. Petik daun dengan hitungan ganjil. Kenapa ganjil karena Allah SWT suka yang ganjil. Sarannya tujuh lembar,” jelasnya.

Untuk membudidayakan tanaman Bidara Arab ini, kata Cek Rian, bibitnya dipesan dari Jawa melalui online. Satu kali pesan sebanyak 1.000 biji. “Kalau 1.000 biji ini ditanam sekitar 400 -500 biji yang berhasil tumbuh jadi tanaman Bidara Arab,” katanya saat mangkal di sekitar Kambang Iwak.

Cek Rian menanam Bidara Arab dari biji  ke dalam polibag-polibag. Setelah tumbuh selama 4 bulan dengan ketinggian sekitar lebih 30cm, Bidara Arab, baru dijual.  Harganya dipatok sesuai ukuran centimeter. Ukuran 20 centimeter dihargai Rp25 ribu. “Kalau ini  Rp60 ribu,” ujar ayah tiga anak ini.

Peminatnya cukup banyak terutama masyarakat yang paham dengan manfaat tanaman Bidara Arab. Rata-rata sehari terjual di atas dua tanaman.
Anda berminat? Cek Rian biasa mangkal di seputaran Kambang Iwak mulai pukul 08.00 hingga asahar.#mik

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

RUU Daerah Kepulauan Masuk Dalam Prolegnas Prioritas 2020

Jakarta, BP–RUU tentang daerah Kepulauan menjadi RUU masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2020. RUU inisiatif Komite I ...