Home / Pemerintahan / Resmikan Gedung UIN, Menag Tanggapi Pernyataan Darmono Soal Penghapusan Mapel Agama

Resmikan Gedung UIN, Menag Tanggapi Pernyataan Darmono Soal Penghapusan Mapel Agama

(Menteri Agama RI Lukman Hakim didampingi Rektor UIN Prof HM Sirozi dan Sekda Sumsel Nasrun Umar saat meresmikan Gedung Baru di lantai II Tower Auditorium dan Student Centre)

 
 
Palembang, BP
 
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin hari ini meresmikan Gedung Baru Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
 
Lukman Hakim berpesan dengan penambahan gedung baru diharapkan ada peningkatan kualitas perkuliahan baik mahasiswa Palembang maupun secara umum di Sumatera Selatan. 
 
“Tadi baru saja saya lihat, tinggal finishing saja, mulai instalasi AC dan sebagainya. Kami harap ini bisa meningkatkan proses pembelajaran perkualiahan mahasiswa karena selain student center ada perpusatakaan dan residance,”ujarnya usai menghadiri peresmian Gedung Baru di lantai II Tower Auditorium dan Student Centre Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Kamis (11/7).
 
Dalam kesempatan tersebut, Lukman juga menanggapi isu yang tengah beredar soal wacana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah. 
Pasalnya, banyak simpang siur memahami apa yang dilontarkan Darmono perihal gagasan penghapusan Mapel di sekolah.
Menurutnya, harus ada pemahaman yang benar mengenai cara menyampaikan Mapel Pendidikan di Sekolah agar tidak terpapar radikalisme dan sejenisnya.
“Maksudnya yang ditakutkan adanya radikalisme itu kekhawatiran dari cara mengajar dan menyampaikan yang tidak tepat. Kadi bukan penidikan agama yang dhilangkan tapi cara penyampaian, ibarat celana dirasa tidak cukup, bukan kaki kita yang dipotong, atau kalau peci kekecilan bukan berarti kepala kita harus dkecilkan. Jadi intiya metodenya-metodenya harus sepaham, bukan dihapuskan,” ujar Lukman Hakim.
Dikatakan Lukman, bahwa kabar penghapusan pelajaran agama Islam tidak benar sama sekali tidak benar, tegas Lukman, informasi yang dihimpun tanpa konfirmasi yang tidak mendasar.
“Hakikatnya, bangsa Indonesia asalah bangsa dengan mayoritas umat beragama Islam. Nilai agama harus tetap ada dan kaji mendalam agar memahami apa yang seharusnya jadi dasar umat untuk lebih religius,” jelas Lukman.
Dilanjutkan Lukman, seluruh ilmu memiliki pandangan masing-masing. Tapi tidak untuk agama, apalagi Islam yang mengajarkan kebenaran.
“Bagaimana mungkin (dihapuskan-red) kita adalah negara pancasila yang seluruh sila-silanya adalah hakikat nilai agama dan berpedoman ketuhanan Maha Esa,”tuturnya.
Dengan mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Sambungnya, lebih baik semua stakeholder terkait untuk saling bahu membahu menjunjung tinggi Agama Islam.
 “Kita adalah bangsa yang mayoritas Islam, Justru kita menjadikan pendidikan agama itu jadi media supaya masyarakat kita tetap agamis tetap menjunjung tinggi dan mendasari segala tindakan, aktifitas kesehariannya dengan nilai-nilai agama,” pungkasnya.
Sementara itu dikatakan Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof HM Sirozi mengatakan bahwa peresmian gedung baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses perkualiahan.
“Sehingga ke depan perkualiahan lebih maksimal, mahasiswa nyaman dan pencapaian kualitas perkualiah pun meningkat,”pungkasnya. #sug
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lemkaji MPR Akan Gelar RTD

Jakarta, BP–Indonesia sebagai negara yang memiliki ribuan pulau dan sumber daya alam  melimpah, membuat Indonesia  menjadi rebutan banyak negara. Masalah ...