Home / Headline / Aksi Mahasiswa disela Sidang KPU Palembang Ricuh

Aksi Mahasiswa disela Sidang KPU Palembang Ricuh

BP/IST
Aksi damai yang digelar aliansi mahasiswa kota Palembang di pengadilan negeri kelas 1 A khusus kota Palembang, Kamis (11/7), berbuntut ricuh

Palembang, BP

Aksi damai yang digelar aliansi mahasiswa kota Palembang di pengadilan negeri kelas 1 A khusus kota Palembang, Kamis (11/7), berbuntut ricuh.
Aksi tersebut berlangsung sebelum pembacaan surat tuntutan terkait kasus dugaan pelanggaran pemilu dijadwalkan pukul 9.00 pagi.
Aksi ini menuntut perkara dugaan pelanggaran pemilu dengan terdakwa lima komisioner KPU Palembang agar diusut tuntas.
Suasana berujung panas saat puluhan demonstran yang semula menggelar aksi di depan pagar, memaksa masuk ke halaman pengadilan negeri kelas 1 A khusus kota Palembang.
Hal ini juga dipicu karena kekesalan mahasiswa yang telah melakukan orasi namun tidak kunjung ditemui oleh perwakilan pengadilan.
Akibatnya, aksi saling dorong antar mahasiswa dan polisi tidak dapat dihindari.
“Kami tidak ingin mendemo polisi. Kami dari mahasiswa yang inginkan adanya perubahan dan kejelasan hukum terkait lima komisioner KPU Palembang. Maka dari itu, hadirkan perwakilan pengadilan,”tegas seorang demonstran yang semakin memacu semangat rekan-rekannya.
Keributan bisa ditenangkan setelah Humas pengadilan negeri kelas 1 A khusus kota Palembang Hotnar Simarmata menemui para pendemo.
Hotnar menjelaskan, keterlambatan pihak pengadilan menemui demonstran dikarenakan masih dalam waktu menjalankan tugas.
“Kami sebagai pihak pengadilan menyampaikan terimakasih atas aspirasi rekan-rekan mahasiswa mengawal persidangan ini hingga tuntas. Sebelumnya juga kami jelaskan bahwa keterlambatan menemui rekan-rekan karena banyaknya sidang yang digelar,”katanya.
Hotnar juga menjelaskan seyogyanya, hari ini sidang digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa penuntut umum.
Namun hingga saat ini sidang belum digelar karena tuntutan tersebut belum siap.
“Hingga saat ini majelis hakim masih menunggu karena dalam persidangan ada proses dan tahapan yang harus dilalui. Tapi yang jelas, majelis hakim pasti akan mengambil sikap yang jelas terhadap setiap perkara,”katanya.
Kembali Hotnar meyakinkan pada para demonstran bahwa setiap majelis hakim sudah di sumpah jabatan.
“Sehingga tidak ada yang dapat mengintervensi hakim dalam menjalankan tugasnya. Maka dari itu percayakan sepenuhnya proses ini pada majelis hakim,”katanya.
Setelah mendengar penjelasan pihak pengadilan, aksi ini kembali berangsur damai.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Usai Panen Padi Tanam Semangka Jadi Indeks Pertanaman  300

Muaraenim, BP—Jika ada kemauan di situ pasti ada jalan. Mungkin pepatah inilah yang diterapkan Agus, Ketua Kelompok Tani Harapan Bintang, ...