Home / Headline / Altet Loncat Indah Alami Gatal-Gatal dan Mata Perih di Venue Aquatik JSC

Altet Loncat Indah Alami Gatal-Gatal dan Mata Perih di Venue Aquatik JSC

BP/IST
Venue Aquatik Jakabaring Sport City (JSC) Palembang

Palembang, BP

Atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan, terutama cabang olahraga loncat indah merasa konflain dengan fasilitas yang dipakai di Venue Aquatik Jakabaring Sport City (JSC) Palembang lantaran akibat padamnya listrik yang terjadi di JSC Palembang beberapa hari lalu membuat sirkulasi air yang ada di venue tersebut tidak berjalan.
Akibatnya beberapa atlet mengalami penyakit gatal-gatal dan mata terasa pedas.
Menurut Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum KONI Sumsel, Dhennie Zainal membenarkan hal tersebut menurutnya hal tersebut berdasarkan keluhan dari atlet dan pelatih yang ada di lapangan.
“Keluhannya adalah pada saat kena air, mata mereka perih, pedih. Yang kedua gatal-gatal. Karena sirkulasi airnya tidak berjalan. Jadi dengan sedikit ada permasalahan itu, tentu terganggu konsentrasi atlet untuk berlatih,” kata Dhennie, Kamis (27/6).
Dhennie menyayangkan jika atlet harus mengalami permasalahan di lapangan karena untuk prestasi cabor loncat indah sedang mengalami peningkatan.
“Rasanya sayang karena loncat indah ini prestasinya mulai meningkat. PON lalu di Jabar sudah mendapatkan perunggu,” katanya.
Dhennie mengaku sudah menghubungi pihak PT Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, yakni Direktur Operasional PT JSC, Bambang Supriyanto, Kamis (27/6) pagi meminta agar permasalahan tersebut segera dibenahi.Namun hingga kini belum ada jawaban dari pihak PT JSC.
Untuk itu Dhennie meminta bantuan kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk mencarikan solusi yang terbaik.
“Harapan kita melalui Pak Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk mencari solusi bagaimana karena persiapan kita semakin dekat. Apakah Kita pindah latihan atau memang Pak Gubernur Sumsel bisa mencarikan solusinya untuk memfasilitasi latihan-latihan yang dijadwalkan pelatihnya untuk di JSC.Mungkin saat latihan, lampunya hidup saat latihan dan mati setelah latihan. Harapan kita pak gubernur bisa memberikan solusi soal mati lampu itu,” katanya.
Dhennie mengakui bahwa permasalahan tunggakan sewa venue yang pernah dialami oleh KONI Sumsel beberapa waktu lalu sudah diselesaikan semua sehingga ia tak tahu apa lagi permasalahan yang terjadi sehingga fasilitas yang ada untuk atlet tak maksimal.
Dhennie menyampaikan hampir seluruh cabang olahraga binaan KONI Sumsel memusatkan latihan di JSC.
Di antaranya menembak, anggar, atletik, loncat indah, senam dan lain sebagainya.
Ia menyebutkan cabor-cabor itulah yang menjadi andalan Sumsel diajang nasional.
“Untuk persiapan Pra PON sudah siap semua karena Pra PON ini. Yang akan datang cukup berat. Lolos PON itu harus 8 besar. Berarti semakin ketat persaingan ini untuk meraih tiket di PON 2020,” katanya.
Sumsel sendiri menurutnya, memiliki waktu 10 bulan untuk mempersiapkan PON 2020.
Hingga November mendatang akan dilakukan Pra PON sehingga pada Pra PON ini akan dilihat sejauh mana atlet-atlet yang lolos PON ke depan.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MMK Tolak RUU KUHP

#Jutaan Rakyat Indonesia Terancam Masuk Penjara, Semua Bisa Kena RUU KUHP Baru Palembang, BP Pada penghujung masa jabatan DPR RI ...