Home / Pendidikan / Ditegur Kemenristekdikti, Panitia Revisi Tatib Pilrek Unsri

Ditegur Kemenristekdikti, Panitia Revisi Tatib Pilrek Unsri

(Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsri Prof Alfitri saat menggelar keterangan pers di Ruang KPA Unsri Palembang)

Palembang, BP
Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sriwijaya (Unsri) masa kerja 2019-2023 akhirnya melakukan revisi persyaratan Tata Tertib Pemilihan Rektor setelah mendapat teguran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikam Tinggi (Kemenristekdikti).
Pasalnya, dari tata tertib yang telah disusun panitia bersama senat mendapat revisi Kemenristekdikti karena beberapa poin dinilai terlalu mempersulit calon untuk mengikuti Pilrek tersebut.
Demikian disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pilrek Unsri Prof Alfitri dalam keterangan persnya, Rabu (26/5).
“Jadi, senat sudah menetapkan tata cara pemilihan rektor unsri 2019-2023 dengan substansi bahwa semua tahapan pemilihan rektor yang dimulai sejak kemarin akan diulangi karena berkaitan dengan ayat yang dipersoalkan oleh Biro Hukum Kemenristek dikti,” katanya.
Lanjut Alfitri mengatakan jika beberapa ayat tersebut dianggap menghalangi bakal calon untuk mendaftar menjadi kandidat rektor Unsri masa jabatan 2019-2023.
“Jadi ada pasal yang dicabut ada yang ditambah, seperti ayat yang mengatakan bahwa bakal calon memiliki masa kerja sekurangnya 10 tahun di unsri/ptn diluar unsri dianggap membatasi, lalu tidak pernah melanggar kode etik akademik (dicabut) karena tidak ada di permenristek dikti, lalu memiliki pengalaman managerial minimal pejabat eselon 2 A diinstansi pemerintah,” ungkapnya.
Diakui Alfitri, pihaknya selaku panitia pemilihan rektor Unsri akan sepakat dengan pihak biro hukum untuk memulai tahapan baru pemilihan rektor Unsri. Akan tetapi, bakal calon yang sudah ada saat ini tetap diikutkan tetapi panitia membuka pendaftaran baru.
“Sehingga kita mengira akan ada implikasi yaitu bakal calon bisa bertambah, calon bisa berkurang dan bakal calon  bisa tetap. Sehingga melalui rapat senat kemarin, keluarlah peraturan senat No 2 tahun 2019. Dan kita berharap adanya penambahan bakal calon karena setelah penetapan kemarin, ada peluang juga calon lain yang ingin maju,” tuturnya.
Hal ini tidak menampik adanya bakal calon rektor yang berasal dari luar Unsri untuk mendafatr, “Makanya ada aturan yang direvisi supaya bakal calon dari luar Usnri juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama, karena ini kan seleksi terbuka jadi siapa saja bisa maju kalau dia sudah memenuhi syarat yaitu minimal berpendidikan doktor atau pernah menjabat ketua jurusan atau lektor kepala,” pungkasnya.
Sebelumnya, kursi calon Rektor Unsri masih diperebutkan empat pesaing yang siap duel adu gagasan, visi dan misi menuju Unsri sebagai Global University.
 Keempatnya adalah Abu Bakar Siddik ST MEng PhD dengan nomor urut 01, Prof Dr Ir Andy Maulana MSc nomor urut 02, Prof Dr Ishak Iskandar MSc nomor urut 03 dan Petahana Prof Dr Ir H Anis Saggaf MSCE dengan nomor urut 04. Sedangkan satu nama yang dinyatakan gugur adalah Prof dr Amien Rejo.
Penting untuk diketahui bahwa jadwal pemilihan rektor Unsri terbaru sudah dimulai sejak tanggal 25 Juni lalu.  Sosialisasi mulai 25 -28 Juni, Pendafataran Ulang pada  28 Juni -2 Juli, Pemerikasaan berkas administrasi pada 3 Juli, lalu Penetapan bakal calon rektor sekaligus rapat senat digelar pada 4 Juli, dan Penyampaian visi misi serta penyaringan calon rektor unsri pada 8 Juli, serta pengiriman nama-nama bakal calon unsri ke kementrian pada 8 hingga 9 Juli 2019 mendatang. #sug
Baca:  Gubernur Sumsel Akhirnya Tandatangani Segala Tuntutan Mahasiswa
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Disdik Kecam Oknum LSM Lakin

Palembang, BP Kasus dugaan pengiriman vidio porno oleh oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKIN) Muhammad Nizar Dungcik kepada ...