Home / Headline / Tertatih-Tatih Sriwijaya Memadamkan Api Pemberontakan Dalam Negeri

Tertatih-Tatih Sriwijaya Memadamkan Api Pemberontakan Dalam Negeri

BP/DUDY OSKANDAR
Arkeolog dari Balai Arkeologi (balar) Sumatera Selatan (Sumsel) Wahyu Rizky Andhifani

Palembang, BP
BERABAD-ABAD lamanya Kerajaan Sriwijaya harus tertatih-tatih dalam memadamkan sejumlah api pemberontakan terutama dari dalam negeri Kerajaan Sriwijaya itu sendiri. Sejumlah prasasti kutukanpun dipancangkan disejumlah wilayah Sriwijaya untuk meneguhkan eksistensi sebuah kemaharajaan yang beribukota awal di Palembang ini.
“ Ada kepentingan-kepentingan yang harus di turuti, ya maklumlah ya, enggak hanya Sriwijaya, sekarang aja sudah seperti itu khan, zaman dulu seperti itu, didalam Sriwijaya sendiri sudah ada konflik , contohnya bagaimana raja Sriwijaya itu menyumpahi putra mahkota dan jajaran birokrasinya (prasasti telaga batu), itu masih tanda tanya, kenapa? dia takut terjadi pemberontakan besar-besaran,” kata arkeolog dari Balai Arkeologi (balar) Sumatera Selatan (Sumsel) Wahyu Rizky Andhifani usai seminar sehari dengan tema Sriwijaya: “Bingkai Kebhinekaan Menuju Kedaulatan Sriwijaya” yang digelar di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS), Rabu (19/6).
Dia mencontohkan penemuan prasasti di Baturaja, , Sriwijaya sudah mengadakan musyawarah saat dengan penguasa lokal jika taat dengan Sriwijaya akan diangkat menjadi datu di Sriwijaya.
“ Isi dari penemuan Prasasti di Baturaja beberapa waktu lalu itu sumpahnya juga membuat orang jadi sakit, membuat orang hilang kepintaran, dua yang terbaca dibawah di batu itu menggunakan huruf pallawa dan bahasa melayu kuno, dia seabad dengan prasasti kedukan bukit, kota kapur, Talang Tuo, sekitar abad 7, karena dibawah itu terbaca, apakah dia 606 kalau dia 606 dua tahun setelah Prasasti Talang Tuo, yang jadi permasalahannya lagi di atas terbaca mianga kemungkinan minanga,” katanya.
Apalagi di abad 7 dan 8 , menurutnya, banyak prasasti Sriwijaya itu membicarakan soal pemberantasan pemberontakan, walaupun mengalami pemberontakan, Sriwijaya menurutnya tetap menjadi negara yang kuat.
“ Diawal yang berontak sudah drop dulu dengan prasasti kutukan ini supaya, kamu turut, logikanya supaya tidak macam-macam, Sriwijaya sudah tahu tempat-tempat strategis Karang Brahni strategis itu di Sungai Merangin penghasil emasnya, di Kota Kapur jelas untuk selat, Prasasti Palas Pasemah jelas selat juga , yang jadi tanda tanya prasati bungkuk di Lampung, apa yang dipertahankan Sriwijaya disana, apakah pertaniannya, biasanya ada alasan, kalau prasasti Baturaja jelas karena minanganya ,” katanya.
Dan inti dari prasasti kutukan milik Sriwijaya , menurutnya, pengusaha Sriwijaya ingin mengikat para pemberontak untuk tidak melakukan perlawanan, walaupun sudah ada Kerajaan Sriwjaya dan mereka semua harus tunduk ke Sriwijaya.
“Musyawarah mufakat Sriwijaya jago banget orang-orangnya , demokrasinya top, walaupun kita tidak pernah denger satu prasasti yang ngomong tentang demokrasi tetapi tersirat dari prasati kutukan itu , dia bertanya kayak ginilah, apa masalahmu, terus apakah ada solusi dari itu , kalau ada solusinya kami siap menjadikan kamu datu di wilayah ini,” katanya.
Selain itu mengenai ekspedisi yang dilakukan raja pertama Kerajaan Sriwijaya, Dapunta Hyang menurutnya hanya ada kisahnya di prasasti Kota Kapur mengenai penaklukan Bumi Jawa.
“ Penaklukan Bumi Jawa itu, kita tanya, siapa yang ditaklukkan itu Taruma Negara, khan diatas Sriwijaya ada Taruma Negara yang besar, sedangkan Sriwijaya dan Mataram Kuno satu zaman, enggak mungkin mau istilahnya menaklukkan keturunanya sendiri, mudah-mudahan prasasti-prasasti ini makin terbuka, orang-orang yang menyimpan prasasti ini makin care dan mau di baca,” katanya.
Mengenai wangsa Syailendra yang ada berkaitan dengan Sriwijaya?
” Wangsa Syailendra dan Wangsa Sanjaya, ada bilang Syailendra dan Sanjaya dia ribut lalu pecah, Sanjaya itu hindu katanya, dia balik kearah timur, Jawa ke arah Timur menimbulkan kerajaan Singosari segala macam sementara Syailendra ini kembali ke arah barat, karena Samaratungga itu anaknya dia katanya kayak gitu,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Wakil Ketua DPRD PALI Ambil Formulir di Hanura

PALI, BP–Irwan, ST, Wakil Ketua DPRD PALI, menunjukkan keseriusannya untuk maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (Balon Wabup) pada Pemilihan ...