Home / Headline / Sepucuk Surat dari Maharaja Sriwijaya untuk Khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz

Sepucuk Surat dari Maharaja Sriwijaya untuk Khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz

 

Oleh: Dudy Oskandar, Jurnalis

Ibn Asakir menulis: Raja Hind mengirim surat kepada Umar bin Abdul Aziz yg isinya, “Dari Raja Hind dan Sind, raja diraja yang menjadi putra seribu raja dan membawahi putri seribu raja, raja yang kerajaannya dialiri dua sungai yang menumbuhkan kayu, kapur, dan memenuhi bendungan. Yg mana aromanya tercium sampai dua belas farsakh. (Raja) yg kombongnya adalah seribu gajah dan membawahi seribu raja lain.

Amma ba’du, sesungguhnya Alloh SWT telah memberi hidayah Islam kepada saya. Utuslah seseorang yg bisa mengajarkan Islam, Alquran, dan syariat kepada saya. Dan saya mengirimkan hadiah misik, ambar, nudd, dan kapur. Maka terimalah, sesungguhnya aku saudara Islam-mu. Wassalam.”

Baca:  Dua Orang Anggota Bawaslu Sumsel Tambahan Dilantik

Dalam  sebuah jurnal dari sejarawan Syed Q Fatimi yg berjudul Two Letters from Maharaja.

Dlm paper itu, SQ Fatimi mencantumkan tiga referensi sejenis dari Al-Hayawan milik Al-Jahizh, Iqdul Farid milik Ibn Abdi Rabbih, dan karya 16 jilid milik Ibn Taghri-burdi ini.

Dalam paper itu Fatimi menyatakan sebuah hipotesis bahwa Raja Hind yang mengirim surat pada Umar II adalah Raja Srivijaya. Surat tsb oleh Ibn Taghri-Burdi dicantumkan dalam tahun 99 H atau 717-8 M. Pada tahun itu, pemimpin Kerajaan Srivijaya adalah Sri Indravarman. Maka Fatimi beranggapan bahwa Sri Indravarman telah menjadi seorang muslim (dalam surat di atas: Innama ana akhuka fil Islam).

Baca:  Masyarakat Sumsel Kutuk Bom Di Surabaya

Ada beberapa bukti yang diajukan utk menjustifikasi bahwa surat itu berasal dari Srivijaya. Pertama, gelar malikul amlak (raja diraja) adalah gelar yg dipegang oleh Kerajaan Srivijaya, yakni Maharaja. Kedua, kendaraan Maharaja Srivijaya adalah gajah. Ini bisa dibuktikan dalam penelitian arkeologis oleh Schnitger di Muara Takus yang mengatakan bahwa ada semacam pangkalan yang digunakan gajah Kerajaan Srivijaya.

Ketiga, kapur adalah endemik asli Sumatra tepatnya di Kota Barus dan sangat terkenal di masa itu. Keempat, kata Fatimi, kedua sungai yang  disebut dalam surat di atas adalah Sungai Jambi dan Musi Palembang yg menjadi ibu kota Kerajaan Srivijaya di masa itu. Kelima, tujuh tahun setelah surat ke Umar bin Abdul Aziz atau tepatnya tahun 724 M, Sri Indravarman mengirimkan utusan dan Ts’eng-chi kepada Raja Tiongkok sebagai hadiah. Apa itu Ts’eng-chi? Ts’eng-chi diidentifikasi berasal dari kata Arab: Zanji, atau budak hitam. Maka Sri Indravarman diberi balasan hadiah berupa budak hitam oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Lalu oleh Sri Indravarman hadiah budak Zanji ini dikirim ke Tiongkok, kira-kira begitu. Masih banyak bukti lain yg diajukan para sejarawan tentang hal ini. Wallahu a’lam.

Baca:  Jenasah Serda Rikson Edi Chandra Tiba di Palembang

Sumber:  Prof. Dr. Rijal Mumazziq Z

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Wakil Ketua DPRD PALI Ambil Formulir di Hanura

PALI, BP–Irwan, ST, Wakil Ketua DPRD PALI, menunjukkan keseriusannya untuk maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (Balon Wabup) pada Pemilihan ...