Home / Headline / Banyak Salah Tampilkan Tari Gending Sriwijaya, DKSS Targetkan Tahun Ini Regulasi Tari Gending Sriwijaya Berjalan

Banyak Salah Tampilkan Tari Gending Sriwijaya, DKSS Targetkan Tahun Ini Regulasi Tari Gending Sriwijaya Berjalan

BP/DUDY OSKANDAR
Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) menggelar Forum Group Dissucion (FDG) Tari Gending Sriwijaya di UPTD Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Karang Anyar, 36 Ilir Palembang, Senin (17/6).

Palembang, BP

Dalam rangka Festival Sriwijaya ke-XXVIII Dengan mengusung tema “Sriwijaya Bangkit Maju Bersama” Bersatu dalam keberagaman Budaya, Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) menggelar Forum Group Dissucion (FDG) Tari Gending Sriwijaya di UPTD Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Karang Anyar, 36 Ilir Palembang, Senin (17/6).
Dengan pemateri dua penari legendaris Sumsel Elly Rudi ,Lina Muchtar dan sejarawan Sumsel Kemas Ari Rachman Panji, S.Pd, M.Si.
Menurut Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) menilai perlu adanya pemakeman tari gending Sriwijaya,
“ Karena semakin kedepan, semakin tidak tahu, Tari Gending Sriwijaya ini beda dengan tari biasa , karena Tari Gending ini ada sejarah budaya dari zaman Kerajaan Sriwijaya,” katanya.
Selain itu penampilan Tari Gending Sriwijaya harus memperhatikan waktu dan tempat, history, back ground (latar belakang) dan jumlah penari yang 9 orang, busana, proferty, gerakan dan filosofi.
“ Ya inilah budaya kita, apa bedanya dengan Bali,” katanya.
Dan dia berharap tahun ini pemakeman Tari Gending Sriwjjaya bisa terealisasi yang diperkuat dengan pergub dan perda.
“Harapan kami kepada pihak pemerintah juga ikut memperhatikan ini jangan hanya seniman dan dewan kesenian saja, karena ini masyarakat banyak menggunakan Tari Gending Sriwijaya,” katanya.
Setelah FGD Tari Gending Sriwijaya ini, pihaknya menggelar FGD prarakor tanggal 19 Juni, FGD Strategi Pemasaran Karya Seni, tanggal 20 Juni, FDG Pengembangan Pariwisata Melalui Seni dan tanggal 21 Juni FGGD Kemah Seni Dan pihaknya berharap berdasarkan usulan dari FGD tadi agar pemakeman Tari Gending Sriwijaya diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) dan selanjutnya akan dibuat Peraturan Daerah (Perda).
“ Hari ini tanggal 17 Juni diadakan FGD tari gending Sriwijaya di TPKS Palembang,” kata Ketua Pelaksana FGD Tari Gending Sriwijaya, Drs. Ishak Idrus, SE., M.Si.
Menurutnya acara FDG ini dihadiri beberapa peserta dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel.
Selain itu berdasarkan konsensus dari beberapa nara sumber dan peserta FGD, menurutnya kedepan perlu adanya regulasi berupa peraturan Gubernur dan ada pakem-pakem yang dipegang diantaranya pakem tersebut Tari Gending Sriwijaya untuk menyambut tamu kehormatan, atau saat Gubernur ke daerah.
“Kabupaten kota juga bisa menampilkan tarian lainnya, seperti tari tanggai, tari pembuton dan selama ini regulasi tari Gending Sriwijaya belum ada di Sumsel, kita harapkan regulasinya pergub dan kita usahakan bisa menjadi perda,” katanya.
Selain itu ada beberapa MoU dengan pelaku-pelaku seni,” Jika sudah dilakukan dan jika mereka menyalahi aturan pakem tari gending Sriwijaya ada teguran, pakemnya menyangkut jumlah penari 9 orang , busana harus jelas, aksesoris dan property, nilai historynya dan waktunya harus jelas dan tempatnya dimana,” katanya.
Selain itu menurutnya, FGD lain mulai dilakukan, Selasa (18/6) lantai III Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Sumsel.
“ Untuk FGD pra rakor, tanggal 19 Juni ada FGD Strategi Pemasaran Karya Seni, tanggal 20 Juni FDG Pengembangan Pariwisata Melalui Seni dan tanggal 21 Juni ada Kemah Seni,ini semua untuk menunjang semua kegiatan festival Sriwijaya ke 28” katanya.
Sedangkan sejarawan Sumsel Kemas Ari Rachman Panji, S.Pd, M.Si mengatakan, dalam FGD Tari Gending Sriwijaya ini mengatakan, jika tidak bisa menggunakan Tari Gending Sriwijaya maka bisa menggunakan tari sambut lain seperti tari tanggai.
“ Tari tanggai levelnya lebih ke bawah, jadi bisa di pakai dimana saja, jadi maksud saya Tari Gending Sriwijaya itu tidak di pakai di acara perpisahan, khan itu sering salah kaprah, dia harus tahu tempatnya, Tari Gending Sriwijaya bukan untuk acara perpisahan, acara pernikahan ,” katanya.
Selain itu penggunaan pakaian Tari Gending Sriwijaya memang menurutnya lebih terbuka karena filosopinya budha.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Wakil Ketua DPRD PALI Ambil Formulir di Hanura

PALI, BP–Irwan, ST, Wakil Ketua DPRD PALI, menunjukkan keseriusannya untuk maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (Balon Wabup) pada Pemilihan ...