Home / Headline / Puyang Meranggi , Waliyullah Dari Desa Kelampadu

Puyang Meranggi , Waliyullah Dari Desa Kelampadu

Disarikan Kembali Oleh :  Muhamad Setiawan

SEBUAH  desa tua di tepian sungai Ogan yang terletak di kecamatan muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, yang bernama desa Kelampadu , yang mempunyai akar sejarah yang sangat erat dengan kota Pelembang Darussalam , Kelampadu terdiri dari dua kosa kata bahasa Pelembang asli yakni kelam yang berarti pagi-pagi sekali , dan padu yang berarti mulai semua kegiatan dan aktifitas , Kelampadu berarti desa yang penduduknya berasal dari kota Pelembang Darussalam yang rakyatnya mempunyai kebiasaan memulai semua aktifitas dan kegiatan nya di mulai pada pagi-pagi sekali dalam setiap harinya.

Jika berbicara tentang desa Kelampadu dan kota Pelembang Darussalam maka kita tidak bisa dipisahkan dengan dua orang tokoh yaitu Puyang Meranggi leluhur desa Kelampadu yang makamnya di seberang sungai Ogan desa Kelampadu , dan Puyang Muara Ogan (kyai marogan) leluhur tokoh ulama besar kota Pelembang Darussalam yang makamnya di muara sungai Ogan kertapati Palembang

Baca:  Caleg DPRD Sumsel Chairul S Matdiah Ingatkan Jangan Ada Intervensi

Puyang Meranggi adalah leluhur penduduk desa Kelampadu Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan , nama lengkap aslinya belum diketahui secara pasti, beliau merupakan sahabat karib dari Puyang Muara Ogan (Datuk Kyai Marogan) di Pelembang yang keduanya berasal dari Kota Pelembang Darussalam , sampai saat ini bahasa daerah yang digunakan oleh penduduk desa Kelampadu persis seperti bahasa asli Pelembang Darussalam baik bahasa sehari-hari maupun bahasa halus (bebaso) , begitupun dengan arsitektur bangunan rumah ibadah tempo dulu di desa ini maupun rumah limas yang didirikan oleh para pendahulu di desa ini. Puyang Meranggi merupakan seorang waliyullah sahabat seorang waliyullah yang ada di Pelembang yaitu kyai marogan yang mana keris kepunyaan kyai marogan brangko nya di buat oleh Puyang Meranggi di desa Kelampadu , hingga kyai marogan mengambil tempahan brangko keris nya di desa Kelampadu dan brangko keris itu pas dan cocok dengan keris kyai marogan yang ada di Pelembang, sesuai julukan nya Puyang Meranggi merupakan seorang tokoh yang berprofesi sebagai pembuat brangko keris di zaman kesultanan Palembang Darussalam dan zaman sesudahnya,.

BP/IST
Potret napak tilas makam Puyang Meranggi diseberang sungai Ogan

Dan salah satu karomah beliau ketika beliau hijrah ke desa Kelampadu dari kota Palembang Darussalam beliau menyusuri sungai Ogan menggunakan perahu dan gayung dan dengan izin Allah tidak sampai sepuluh kali Gayungan beliau sudah tiba di lokasi yang saat ini keturunan dan zuriyat beliau berdomisili hingga hari ini.

Baca:  Ekonomi Sumsel Diharapkan Membaik Setelah Pemilu 2019

Namun kini makam beliau beserta pengikut dan kerabatnya di dusun lamo seberang desa Kelampadu sudah hilang dikarenakan dikikis oleh derasnya arus air sungai Ogan , hingga tersisa beberapa makam yang bernisankan batu sedangkan makam dengan nisan kayu sudah habis terbakar akibat kebakaran hutan , tradisi turun temurun penduduk desa ini yakni selalu menziarahi makam leluhurnya yaitu Puyang Meranggi yang ada di seberang sungai Ogan Kelampadu dan makam kerabat karib leluhurnya yaitu Puyang Muara Ogan (kyai marogan) yang ada di muara sungai Ogan kertapati Palembang. Demikian cerita pak zamhari yang merupakan tokoh agama dan tokoh masyarakat desa Kelampadu yang disarikan kembali oleh Muhamad Setiawan yang keduanya merupakan zuriyat Puyang Meranggi.#

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Menyambut Milad Ke-5, Prodi Politik Islam Gelar Seminar Kebangsaan

Palembang, BP Menyambut Milad ke-5 Prodi Politik Islam Fakultas Adab dan Humaniroa (FAHUM) UIN Raden Fatah Palembang Menggelar Seminar Kebangsaan ...