Home / Headline / Pengembangan Wisata Komplek Makam Ratu Bagus Kuning Harus Sinergi

Pengembangan Wisata Komplek Makam Ratu Bagus Kuning Harus Sinergi

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana kompleks pemakaman Ratu Bagus Kuning, Plaju, kota Palembang, Rabu (12/6).

Palembang, BP

PENGEMBANGAN wisata di kompleks pemakaman Ratu Bagus Kuning, Plaju, kota Palembang harus di sinergikan dengan stekholder terkait agar objek wisata ini ramai dan dikenal masyarakat.
Sejarawan Sumatera Selatan (Sumsel) Kms Kemas Ari Panji menilai, Komplek Pemakaman bagus Kuning bisa dijadikan destinasi wisata.
“ Saat saya datang kesini, monyet-monyet disini khan ketika kita bawa pisang mereka pada datang, ini khan bagi pengunjung memberikan suatu kebahagian tersendiri , bisa memberikan makanan seperti itu,” katanya, Rabu (12/6).
Karena itu menurutnya, sudah layak kalau kedepan, Komplek ini menjadi salah satu objek wisata dengan melibatkan pihak lain seperti Asita, komunitas dan lain lain.
“ Dengan menjadwalkan agar mereka bisa datang kesini sambil bisa memberikan makan, jadi makannya itu bukan hanya dri dana yang dianggarkan dinas kebudayaan dan dinas pariwisata , bisa suplai dari kunjungan wisatawan , seperti kita ke Bali ada monyet seperti ini , monyet disana makannya cukup, karena setiap hari wisatawan datang memberi makan,” katanya.
Karena itu menurutnya konsep ini dapat dipelajari untuk pengembangan pariwisata di kota Palembang.
“ Tinggal mensinergikan antara pihak pengelola dalam hal ini kuncen dan sebagainya dengan pemerintah dan diajak juga pihak swasta,” katanya.
Sedangkan budayawan Sumsel , Vebri Alintani melihat legenda mengenai ratu bagus kuning dan keranya tetap hidup dan kera-keranya tetap menjaga kawasan Bagus Kuning.
“ Kera dalam kompek Makam Bagus Kuning ini konon jumlahnya 41 ekor, jumlahnya tidak berkurang dan tidak bertambah, itu menurut keyakinan orang-orang disini dan di luar komplek ada banyak lagi kera-kera ini,” katanya.
Sedangkan Misran, hulubalang, Komplek Makam Bagus Kuning menjelaskan kalau pengunjung yang mendatangi komplek pemakaman ini lumayan banyak.
“ Kalau makan kera ini ada pisang yang anggarannya  dari dinas kebudayaan dan pengunjung juga ngasih pisang dengan kera-kera ini,” katanya.

Baca:  Hanura Islah, OSO Kembali Jadi Ketum

Kisah Ratu Bagus Kuning

Sekitar abad ke-16, pada masa Kesultanan Palembang tepatnya di wilayah Batanghari Sembilan, secara perlahan mulai dimasuki oleh ajaran islam. Salah satu penyebarnya adalah seorang perempuan yang dianggap suci yang bernama Ratus Bagus Kuning.
Nama aslinya adalah Putri Mulya Syarifah Mahani binti Syekh Dik Syekh Zainal Abidin Al Abib Yama dari Putra Sayyidina Hussein r.a bin Sayyidina Ali .
Ratu Bagus Kuning adalah putri Zainal Abidin dari Putra Madinah. Ia mendapatkan gelar Panglima Bagus Kuning.
Menurut catatan sejarah, Ratu Bagus Kuning yang merupakan murid dari 9 wali songo ini belum pernah menikah sampai akhir hayatnya.
Perjalanan Ratu Bagus Kuning ke Palembang dimulai pada saat ia mendapatkan bisikan gaib untuk melaksanakan tugas, sebelum akhirnya hijrah ke Palembang.
Ketika Bagus Kuning memasuki wilayah perairan Batanghari, ia harus berhadapan dengan para pendekar setempat yang berilmu tinggi.
Namun ia tetap menghadapinya dengan sabar dan memantapkan keyakinannya bahwa cukuplah Allah SWT pelindung dan penolong baginya.
Pada akhirnya ia mampu menaklukkan para pendekar di wilayah batanghari ini.
Konon ada 11 penghulu yang dipercaya masyarakat sebagai pengikut setia Bagus Kuning, yaitu Penghulu Gede, Datuk Buyung, Kuncung Emas, Panglima Bisu, Panglima Api, Syekh Ali Akbar, Syekh Maulana Malik Ibrahim, Syekh Idrus, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, dan Bujang Juaro.
Setelah mampu menguasai wilayah Batanghari, Bagus Kuning dan pengikutnya pun memasuki wilayah tengah Kota Palembang.
Kemudian mereka singgah di bagian hulu kota yang sekarang dikenal dengan nama Plaju.
Di tempat ini mereka mendapati suatu dataran rendah yang ditumbuhi pohon-pohon besar yang rindang dan teduh.
Mereka pun beristirahat dengan nyaman.Setelah bermalam barulah Bagus Kuning menyadari tempat tersebut bukanlah tempat yang aman.
Tempat yang berada di tepian sungai Musi itu ternyata merupakan wilayah Kerajaan Siluman Monyet.
Para siluman kera di tempat ini merasa terganggu dengan kedatangan rombongan Bagus Kuning dan mencoba untuk menakut-nakuti.
Akhirnya mereka membuat perjanjian pertarungan yang isinya, apabila Raja Siluman Monyet tersebut kalah, anak buahnya harus mengabdi kepada Ratu Bagus Kuning.
Setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak terjadilan pertarungan sampai akhirnya Raja Siluman Monyet pun kalah.
Sang Raja harus pergi dan meninggalkan anak buahnya untuk menjadi pengikut setia dari Ratu Bagus Kuning.
Itulah sebabnya, beberapa warga mengatakan jika sampai sekarang monyet-monyet masih tetap setia mengabdi untuk menjaga makamnya
Dan yang paling aneh, selain di tempat ini tidak ada lagi kawasan lain yang memiliki monyet penjaga seperti di makam ini.
Sosok Ratu Bagus Kuning juga terkenal sebagai Pendekar 7 Penguasa Laut dari Batang Kapur Muara Sungsang, Selat Sunda sampai ke Selat Malaka.
Ia juga dikenal mahir dalam hal pengobatan dan ilmu lainnya. Setelah Ratu Bagus Kuning meninggal dunia, jasadnya dimakamkan di komplek pemakaman yang berada di dalam Lapangan Golf Pertamina , Stadion Patra Jaya di Jalan D.I Panjaitan, Palembang.

Baca:  Pelantikan Walikota -Wakil Walikota Palembang Ditunda

Keunikan Kompleks Makam Bagus Kuning

Makam yang memiliki luas wilayah sebesar 5250 meter persegi ini terdiri dari Dua Makam Asli.
Yaitu Makam Ratu Bagus Kuning dan Syekh Ali Akbar. Selain itu ada Makom diantaranya: Raden Jumas, Panglima Batu Api, Panglima Semut, Panglima Bisu, Putri Rambut Selako, Putri Kembang Dadar, Syekh Maulana Malik Ibrahim, Syekh Idrus, Syekh Usman dan Bujang Juaro.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Anggaran Rp13,2 Miliar Untuk Insentif Guru Honor di Sumsel Macet

Palembang, BP Anggaran Rp13,2 Miliar di APBD Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2019 untuk intensif Guru honor seluruh Sumsel tidak bisa ...