Home / Headline / Ribuan Masyarakat Palembang Penuhi Masjid Agung SMB I Djayo Wikramo Hingga Penuhi Jembatan Ampera

Ribuan Masyarakat Palembang Penuhi Masjid Agung SMB I Djayo Wikramo Hingga Penuhi Jembatan Ampera

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana masyarakat kota Palembang yang beragama Islam melaksanakan sholat Ied di lapangan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) I Djayo Wikramo pada Idul Fitri 1440 Hijriyah, Rabu (5/6) dan sekitarnya.

Palembang, BP
Masyarakat kota Palembang yang beragama Islam melaksanakan sholat Ied di lapangan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) I Djayo Wikramo pada Idul Fitri 1440 Hijriyah, Rabu (5/6) dan sekitarnya.
Terlihat pelaksanaan sholat Ied dengan begitu meriah dan khusyuk, ribuan warga memenuhi pelataran masjid.
Bahkan sampai membludak kebeberapa tempat disekitar masjid antara lain Monpera penuh hingga ke bawah ampera, atas jembatan ampera, jalan Sudirman hingga ke IP.
Kotbah di sampaikan Dr M Yusuf Siddik MA dan imam dipimpin Imam Besar Masjid Agung Palembang, KH Nawawi Dencik Al Hafiz.
Dr M Yusuf Siddik MA dalam kotbahnya mengatakan, satu bulan penuh menempa diri dengan memperbanyak ibadah, berpuasa, menahan diri dari lapar dan haus dan hal-hal lain yang membatalkan puasa maupun yang menghilangkan pahala puasa.
“Selama bulan Ramadhan juga kita berusaha meningkatkan ibadah kita, dengan melakukan shalat malam, baik Tarawih maupun Tahajjud, serta memperbanyak membaca al Qur’an dan mendengarkannya. Suasana yang indah ini, sulit untuk kita temukan di bulan-bulan Iain selain Ramadhan,” katanya.
Kepergian ‘Ramadhan di satu sisi menurutnya, menghadirkan kebahagiaan, namun di sisi lain menghadirkan kesedihan, karena kita berpisah dengan bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan, yang belum tentu akan kembali lagi. Kepergian bulan Ramadhan justru dilepas oleh Rasulullah SAW dan para sahabat dengan kesedihan dan tetes air mata. Apakah suasana syahdu dan nikmat ibadah pada Ramadhan akan dirasakan kembali di masa mendatang ataukah tidak? Apakah amal ibadah
selama Ramadhan diterima oleh Allah ataupun tidak?
Orang yang berpuasa menurutnya, selama Ramadhan melatih diri melaksanakan ibadah puasa dengan kedisiplinan pribadi, tanpa ada yang mengawasi dan memantaunya. Ibadah puasa satu-satunya ibadah yang membutuhkan keikhlasan pelakunya.
“Tidak seperti halnya sholat, dimana seorang bisa dipaksa sholat, begitu juga zakat dan haji. Namun puasa, tidak mungkin kita mampu memantau seseorang berpuasa dari Subuh hingga Maghrib. Karena ada masanya dia lepas dari pengawasan, setidaknya saat di kamar mandi yang tidak menutup kemungkinan dia melampiaskan rasa hausnya dengan minum air, apalagi di negara yang air kerannya bisa langsung di minum,” katanya.
Dan, salah satu bukti taqwa, kita terdorong melakukan ibadah sosial. Karena Islam tidak hanya mengatur hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya, namun juga mengatur hubungan antara manusia.
Bahkan jika kita amati, al Qur’an jauh lebih banyak berbicara tentang hubungan antar sesama dibanding hubungan hamba dengan Tuhannya. Bahkan bukti hubungan seorang dengan Tuhannya baik, akan baik juga hubungannya dengan sesame. lbadah sosial yang diwajibkan pada hari raya Idul Fitri adalah zakat fitrah.
Selain itu menurutnya, seluruh umat Islam, baik Iaki-Iaki, maupun wanita, dewasa maupun anak-anak, wajib mengeluarkan zakat fitrah sebanyak 1 sha’ atau 2,5 kg dari makanan pokok (beras), atau senilai dua puluhan ribu rupiah yang diberikan kepada mereka yang fakir dan miskin, dengan tujuan agar mereka-pun dapat menikmati hari yang bahagia ini.
“Jika kita kalkulasikan dari jumlah penduduk muslim di Indonesia yang berjumlah sekitar 180 juta jiwa, maka total zakat fitrah yang dikeluarkan pada setiap Idul Fitri mencapai Rp. 3,6 triliun. Jika penduduk miskin di Indonesia mencapai 30 juta
jiwa, maka masing-masing rakyat miskin di Indonesia dapat menikmati sekitar Rp. 120 ribu,” katanya.
lni katanya, hanya dari penyaluran zakat fitrah. Jika ditambahkan dengan zakat maal, baik dari hasil pertanian, hasil ternak, hasil tambang, zakat profesi dll, jumlahnya bisa mencapai 20 kali lipat dari jumlah tersebut. Artinya, setiap rakyat miskin, pada setiap lebaran, bisa menikmati sekitar Rp.2,4 juta perorang. Jika dalam sebuah rumah tangga terdiri dari 4 orang, maka zakat yang bisa diterima oleh setiap keluarga miskin mencapai Rp 9,6 juta.
“Nominal yang sangat fantastis. Artinya, dengan program zakat yang terorganisir dengan baik, insya Allah, dalam tempo kurang dari 5 tahun, Indonesia tidak mengenal lagi adanya rakyat yang berada di bawah garis kemiskinan. Namun ini hanya sebuah teori yang ditawarkan Islam, yang entah kapan dapat diterapkan di Negara kita Indonesia. Islam telah memberikan aturan yang cukup untuk menjamin kemaslahatan dan kesejahteraan umatnya. Namun sangat disayangkan, kita belum mampu menerapkannya secara optimal dan efisien, “ katanya.
Sedangkan Gubernur Sumsel , Herman Deru mengatakan, bahwa selama bulan puasa ini melahirkan insan yang beriman dan bertaqwa, sehingga ketika idul fitri saat ini menjadi pribadi yang fitrah, suci dan Paripurna.
“1 bulan lamanya kita berpuasa ternyata membentuk pribadi kita yang lebih baik untuk itu kita pertahankan untuk menjalankan hari-hari kedepan,”ujarnya
Sedangkan Walikota Palembang Harnojoyo berharap setelah 1 bulan penuh berpuasa maka semuanya kembali kepada fitrah atau suci.
“Harapannya kepada masyarakat kota Palembang, mari kedepan ini kita bersama-sama , kompak membangun Palembang ini , karena Pemerintah tidak bisa berkerja sendirian untuk melahirkan pembangunan-pembangunan , melalui momentum hari lebaran ini kami mengajak kepada seluruh masyarakat sesuai peran dan kapasitas masing-masing untuk membangun Palembang ini, kita terus bergandengan tangan dalam satu barisan, salam gerbong yang sama, maju bersama dalam rangka untuk mewujudkan Palembang Emas,” katanya.
Sedangkan Ketua Umum Pengurus Masjid Agung SMB II, Kgs Ahmad Sarnubi menyatakan demi memfasilitasi pelaksanaan Sholat Ied bagi warga Palembang ini pihak keamanan dan kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di jalan Sudirman dan jalan menuju ampera.
“Karena kami tahu sejak tahun ke tahun ribuan umat muslim sholat Ied disini, maka sejak jam 6 pagi jalan sudah akan ditutup sementara oleh pihak keamanan setelah sholat Ied baru di buka kembali,”kata Kgs Ahmad Sarnubi.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pangdam II Sriwijaya Kunjungan Kerja Bersama Forkompimda Sumsel Ke OKU dan Pali Terkait Covid-19

Palembang, BP Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., bersama Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melaksanakan kunjungan kerja ...