Home / Headline / Kelaparan, Para Kera dari Komplek Pemakaman Ratu Bagus Kuning Cari Makan Hingga ke Tangga Takat

Kelaparan, Para Kera dari Komplek Pemakaman Ratu Bagus Kuning Cari Makan Hingga ke Tangga Takat

BP/IST
Kompleks Makam Ratu Bagus Kuning

Palembang, BP–Para “prajurit” (kera) yang berada di kompleks pemakaman Ratu Bagus Kuning, Plaju, kota Palembang diyakini masyarakat sebagai pengikut Ratu Bagus Kuning yang rajanya telah ditaklukkan dalam satu adu kesaktian. Sejak dulu masyarakat menganggap tempat ini adalah makam keramat.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Vebri Al Lintani yang berkunjung ke kompleks pemakaman Ratu Bagus Kuning, Minggu (26/6), para kera yang merupakan “Prajurit” Ratu Bagus Kuning terlihat tengah asik berenang, bercengkrama, dan bercinta dalam kompleks pemakaman Ratu Bagus Kuning.
Namun di balik kemeriahan kera-kera tersebut di bulan puasa ini sepertinya mereka ikut-ikutan puasa karena sepinya pengunjung yang biasa membawa pisang ke sini.
“Menurut penjaga, memang sudah ada anggaran beli pisang untuk para kera-kera “prajurit“ ini dari Pemkot Palembang, namun sudah 3 bulan terhenti,“ kata Vebri.
Akibatnya, kera-kera ini berkeliaran hingga ke rumah penduduk sekitar malahan sampai ke kawasan Tangga Takat, Plaju, Palembang.
Sehingga, menurut Vebri, hal ini menunjukkan bahwa komplek makam ini terlantar. Maka menurut Vebri, sudah seharusnya pemerintah lebih peduli dengan komplek pemakaman ini. Begitu juga masyarakat.

BP/IST
Kera-kera dari Komplek Makam Ratu Bagus Kuning berada di salah satu rumah warga di kawasan Bagus Kuning, Palembang, Minggu (26/5).

Dalam konteks ekologi dalam perspektif kearifan lokal menurut Vebri, adanya kera yang konon tidak berubah jumlahnya ini menunjukkan hubungan hubungan timbal balik antara manusia dan kera.
Manusia menurutnya, sebagai khalifatul yang mengayomi seluruh mahluk di muka bumi.
Menurutnya, jika pemakaman ini terawat, tentu akan mendatangkan kebaikan bagi identitas budaya dan bahkan bidang keparwisataan di Palembang.
“Kita menghimbau agar masyarakat, terutama masyarakat sekitar pemakaman agar dapat bersedekah pisang atau makanan lainnya yang cocok ke para kera di komplek pemakaman Ratu Bagus Kuning ini,” katanya.
Sedangkan penjaga kompleks pemakaman Ratu Bagus Kuning, Multan Panji berharap Pemkot Palembang melalui Dinas Kebudayaan Palembang mengirimkan empat petugas kebersihan ke kompleks pemakaman Ratu Bagus Kuning untuk membersihkan komplek pemakaman tersebut setiap harinya.
“Kalau bisa memohon bantuan sekitar empat orang untuk nyapu komplek makam Ratu Bagus Kuning dari Dinas Kebersihan Kota Palembang yang nyapu-nyapu di jalan itu kesini, sebab, komplek pemakaman ini punyo pemerintah yang sudah cagar budaya,” katanya.
Dia mengaku kalau dia terkadang tidak ada waktu untuk membersihkan komplek pemakaman tersebut.
“ Untuk puaso pengunjung makam ini sepi tapi kalau ziarah hari-hari biasa tetap seperti biasa yang datang galak berombongan dari dalam dan luar kota banyak, anak sekolah, anak kuliah ada, dari Malaysia ada,” katanya.
Dia juga mengaku mengusulkan proposal dana ke Pemkot Palembang untuk dana perawatan dan makanan kera-kera ini.
“ Jumlahnya saya tidak tahu , itu Dinas Kebudayaan ,” katanya.
Selama tiga bulan ini menurutnya, makanan kera-kera ini berupa pisang belum dikirim dari pihak Dinas Kebudayaan kota Palembang.
“ Selama ini dana makan monyet ini dari Pemkot Palembang, sebelumnya tahun 2018 kita mengajukan anggaran untuk dana perawatan lapangan dan makanan kera sudah keluar dari Walikota tapi yang mengatur dari Dinas Kebudayaan ,” katanya.
Dia mengaku, aneh melihat tingkat kera-kera di dalam komplek pemakaman ini.
“ Kalau kita sore kedepan sana ramai, kera-kera ini, monyet ini terdiri dari satu rumpun yang dipimpin oleh Kondor sendiri dan dua adik kondor Labadu dan Matdalu, kera Kondor adalah raja di Komplek Makan Ratu Bagus Kuning ini, Labadu di Stadion Patra Jaya dan Matdalu di Perumahan Bagus Kuning, Labadu dan Mardalu ini membangkang dan tidak patuh dengan Kondor, kalau mereka bertemu berkelahi kera-kera ini, kalau Kondor dengan anak buahnya berada di Komplek pemakaman Bagus Kuning ini jumlah keranya tidak lebih kurang dari 41 ekor, kalau Kondor sekarang sudah mati beberapa tahun lalu dan posisinya digantikan anaknya Sumbing,” katanya.
Namun kera diluar Komplek pemakaman Ratu Bagus Kuning ini jumlahnya ratusan.
“ Kalau kera dari luar makam ini masuk komplek pemakaman Ratu Bagus Kuning ini, maka kera tersebut langsung berkelahi,” katanya.

BP/DUDY OSKANDAR
Makam Ratu Bagus Kuning

Kisah Ratu Bagus Kuning

Baca:  Masyarakat Harus Tunggu Real Count KPU

Sekitar abad ke-16, pada masa Kesultanan Palembang tepatnya di wilayah Batanghari Sembilan, secara perlahan mulai dimasuki oleh ajaran islam. Salah satu penyebarnya adalah seorang perempuan yang dianggap suci yang bernama Ratus Bagus Kuning.
Nama aslinya adalah Putri Mulya Syarifah Mahani binti Syekh Dik Syekh Zainal Abidin Al Abib Yama dari Putra Sayyidina Hussein r.a bin Sayyidina Ali .
Ratu Bagus Kuning adalah putri Zainal Abidin dari Putra Madinah. Ia mendapatkan gelar Panglima Bagus Kuning.
Menurut catatan sejarah, Ratu Bagus Kuning yang merupakan murid dari 9 wali songo ini  belum pernah menikah sampai akhir hayatnya.
Perjalanan Ratu Bagus Kuning ke Palembang dimulai pada saat ia mendapatkan bisikan gaib untuk melaksanakan tugas, sebelum akhirnya hijrah ke Palembang.
Ketika Bagus Kuning memasuki wilayah perairan Batanghari, ia harus berhadapan dengan para pendekar setempat yang berilmu tinggi.
Namun ia tetap menghadapinya dengan sabar dan memantapkan keyakinannya bahwa cukuplah Allah SWT pelindung dan penolong baginya.
Pada akhirnya ia mampu menaklukkan para pendekar di wilayah batanghari ini.
Konon ada 11 penghulu yang dipercaya masyarakat sebagai pengikut setia Bagus Kuning, yaitu Penghulu Gede, Datuk Buyung, Kuncung Emas, Panglima Bisu, Panglima Api, Syekh Ali Akbar, Syekh Maulana Malik Ibrahim, Syekh Idrus, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, dan Bujang Juaro.
Setelah mampu menguasai wilayah Batanghari, Bagus Kuning dan pengikutnya pun memasuki wilayah tengah Kota Palembang.
Kemudian mereka singgah di bagian hulu kota yang sekarang dikenal dengan nama Plaju.
Di tempat ini mereka mendapati suatu dataran rendah yang ditumbuhi pohon-pohon besar yang rindang dan teduh.
Mereka pun beristirahat dengan nyaman.Setelah bermalam barulah Bagus Kuning menyadari tempat tersebut bukanlah tempat yang aman.
Tempat yang berada di tepian sungai Musi itu ternyata merupakan wilayah Kerajaan Siluman Monyet.
Para siluman kera di tempat ini merasa terganggu dengan kedatangan rombongan Bagus Kuning dan mencoba untuk menakut-nakuti.
Akhirnya mereka membuat perjanjian pertarungan yang isinya, apabila Raja Siluman Monyet tersebut kalah, anak buahnya harus mengabdi kepada Ratu Bagus Kuning.
Setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak terjadilan pertarungan sampai akhirnya Raja Siluman Monyet pun kalah.
Sang Raja harus pergi dan meninggalkan anak buahnya untuk menjadi pengikut setia dari Ratu Bagus Kuning.
Itulah sebabnya, beberapa warga mengatakan jika sampai sekarang monyet-monyet masih tetap setia mengabdi untuk menjaga makamnya
Dan yang paling aneh, selain di tempat ini tidak ada lagi kawasan lain yang memiliki monyet penjaga seperti di makam ini.
Sosok Ratu Bagus Kuning juga terkenal sebagai Pendekar 7 Penguasa Laut dari Batang Kapur Muara Sungsang, Selat Sunda sampai ke Selat Malaka.
Ia juga dikenal mahir dalam hal pengobatan dan ilmu lainnya. Setelah Ratu Bagus Kuning meninggal dunia, jasadnya dimakamkan di komplek pemakaman yang berada di dalam Lapangan Golf Pertamina , Stadion Patra Jaya di Jalan D.I Panjaitan, Palembang.

Baca:  Mosi Tak Percaya Ke OSO, Puncak Kekecewaan

Keunikan Kompleks Makam Bagus Kuning

Makam yang memiliki luas wilayah sebesar 5250 meter persegi ini terdiri dari Dua Makam Asli.
Yaitu Makam Ratu Bagus Kuning dan Syekh Ali Akbar. Selain itu ada Makom diantaranya: Raden Jumas, Panglima Batu Api, Panglima Semut, Panglima Bisu, Putri Rambut Selako, Putri Kembang Dadar, Syekh Maulana Malik Ibrahim, Syekh Idrus, Syekh Usman dan Bujang Juaro.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bupati Muba Dodi Reza Lantik Tiga Pejabat Eselon II 

Sekayu, BP–Setelah mengikuti tahapan pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II beberapa waktu lalu, akhirnya Bupati Musi Banyuasin ...