Home / Headline / Milad IKPM Sumsel Yogyakarta Ke 43 Tahun

Milad IKPM Sumsel Yogyakarta Ke 43 Tahun

Palembang, BP
Organisasi IKPM Sum-Sel Yogyakarta yang kini menembus usia 43 tiga tahun, merupakan perjalanan yang sangat panjang dan patut untuk diberikan apresiasi.
Beberapa dinamika yang telah dilalui, naik serta turunnya semangat dalam mengawal organisasi ini pada akhirnya bisa terlewati hingga memasuki usia ke 43 tahun organisasi ini masih tetap kokoh.

Motivasi serta dorongan dari para senior, sesepuh, alumni serta banyak pihak lainnya menjadikan hal tersebut sebagai nutrisi dalam menjaga semangat dan nalar dalam berorganisasi.

Mengusung tema milad kali ini, yakni “Optimalisasi Nilai-Nilai Kekeluargaan di Tanah Rantau” menjadi suatu bahan refleksi maupun resolusi kedepan bahwasannya organisasi ini berdiri karena rasa kekeluargaan dan kecintaan terhadap daerah Sumatera Selatan yang memiliki persamaan nasib di tanah rantau.

Baca:  DPRD Sumsel Nilai Masih Banyak Dinsos di Sumsel Tak Up Date Status PBI

Terlahir sebagai organisasi daerah yang menjadi tempat bagi putra maupun putri daerah Sumatera Selatan untuk berkreasi, sebagai media pembelajaran maupun media pengembangan diri haruslah memperhatikan nilai-nilai intelektual, sosial kultural dan keagamaan yang itu tercantum dalam Anggaran Dasar IKPM Sum-Sel Yogyakarta tepatnya pasal 3 yaitu sifat.

Sebagaimana amanat dari Anggaran Dasar itulah yang menjadikan arah perjuangan organisasi ini kedepannya. Kegiatan Milad dilaksanakan, pada 22 Mei 2019 pukul 17.00 hingga 21.00.

Kegiatan milad kali ini mencoba untuk mengingatkan kita dan mereflsikan kembali hal-hal apa saja yang sudah dilakukan maupun yang belum dilakukan, karena tema yang diusung menjadi penguatan kembali semangat kita dalam berorganisasi di IKPM ini, serta menjadikan kita sebagai pemuda-pemudi yang nantinya diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi dalam melakukan pembangunan daerah. Proses perjalanan yang dilalui memang tidak selalu berjalan sesuai skenario, namun dengan meminjam semangat Ki Hadjar Dewantara yakni “saling asah, saling asih, saling asuh”.

Baca:  Pasca Pilkada, Tidak Dibenarkan Mutasi Tidak Jelas Dasar Hukumnya

Akhirnya mengantarkan organisasi ini sampai di titik ini, sehingga teman-teman pelajar maupun mahasiswa daerah bersemangat dalam berproses, semangat dalam belajar dan saling bahu-membahu di dalam organisasi ini.

Acara ini berlangsung dari sore hingga malam, dimulai dari berbuka puasa bersama, sholat berjamaah, diskusi serta dialog, pemotongan tumpeng sebagai simbolis memperingati milad, di akhir acara pembagian piala hadiah yang kegiatan tersebut jauh sebelum milad ini dilaksanakan yakni “IKPM Sum-Sel Cup”. Langsung ditutup dengan sesi foto bersama. Ketua IKPM Sum-Sel Yogyakarta saudara Mario Mora menghimbau bahwa kegiatan ini adalah kegiatan bersama, memperkokoh dan memperkuat kembali nilai kekeluargaan dan perseduluran kawan-kawan Sumatera Selatan yang berada di Yogyakarta.

Baca:  Anggaran Perbaikan Infastruktur Jalan di Sumsel Ditetapkan 10 Persen dari APBD 2018

Menguatkan kembali nilai-nilai kekeluargaan itu penting, apalagi di era globalisasi yang penuh akan kemajuan informasi dan lainnya. Namun perlu diingat bahwa pertemuan dan duduk bersama secara langsung akan memperkuat hubungan emosional kita semua dalam menjaga nilai kekeluargaan kita yang berada di tanah rantau. Sesungguhnya tujuan kita berorganisasi bukan hanya sebagai media belajar selain sekolah atau kampus, akan tetapi juga membuat suatu perencanaan yang besar bagi daerah maupun Negara.#osk/ril

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Nunggak 2 Tahun, Bapenda OI Minta HK Lunasi PBB

# Sebanyak Rp8Miliar, Targetkan Capai PAD Inderalaya, BP Guna mencapai target PAD Kabupaten Ogan Ilir (OI), Bapenda terus melakukan terobosan ...