Home / Headline / Merampok Guru Dengan Modus Pura-pura Menolong, Dua Bandit Diciduk di Rumah

Merampok Guru Dengan Modus Pura-pura Menolong, Dua Bandit Diciduk di Rumah

Kayuagung, BP–Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kayuagung Polres Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil menangkap dua orang dari enam pelaku pencurian bermodus pura-pura menolong nasabah Bank yang menjadi targetnya, Jumat (24/5). Korbannya  adalah PNS guru di Kecamatan Pampangan, OKI.
Tersangkanya, Rico Pradana (19) dan Abu Lasim alias Kosim (19), warga Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung yang ditangkap di kediamannya masing-masing. Sementara empat orang tersangka lainnya berinisial SN, YK, AD, DS masih DPO.
Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kapolsek Kayuagung AKP Nasharudin melalui Paur Subbag humas Polres OKI Ipda M Nizar, Sabtu (25/5), menjelaskan, korbannya Ahmad Sarbani (47), guru yang berstatus PNS asal Desa Ulak Depati, Kecamatan Pampangan, OKI.
“Kamis sekira pukul 16.00 WIB di Jalan poros Desa Celikah, Kayuagung. Guru tersebut menjadi korban akal bulus keenam pelaku yang berpura-pura hendak menolong saat mobil yang dikendarainya pecah ban,” jelas Nizar.
Sebelum kejadian, kata Nizar, mulanya keenam pelaku memantau korban yang saat itu keluar dari bank Sumselbabel Kayuagung dan mengikuti mobil korban dari belakang. Setiba di jalan poros Desa Celikah mobil korban pecah ban.
“Melihat peluang itu, dua orang pelaku pura-pura hendak menolong, tetapi korban menolak. Pada saat korban sedang sibuk mengganti ban mobil, pelaku membuka pintu samping mobil sebelah kanan dan langsung mengambil dua buah tas yang ada didalam mobil,” ungkap Nizar.
Setelah barang itu berhasil diambil, masih kata Nizar, kemudian keenam pelaku yang memepet kendaraan korban tersebut langsung melarikan diri menggunakan empat unit sepeda motor. Akibatnya korban kehilangan dua buah tas warna hitam.
“D idalamnya berisikan dua buah kartu ATM, lima buku tabungan, dua stempel berikut bantalannya, satu pasang pangkat ASN, lima map berisikan berkas berkas, dua amplop berisikan uang tunai sebesar Rp800 ribu,” tandas Nizar.
Tak hanya itu, lanjut Nizar, juga satu kartu Pramuka atas nama Ahmad Sarbani, satu kartu pegawai PGRI dan satu KTP atas nama. Sudirman. Atas kejadian tersebut kerugian yang dialami korban kurang lebih sebesar Rp12 Juta.
“Untuk kedua tersangka yang berhasil ditangkap unit reskrim Polsek Kayuagung pimpinan Ipda Djunaidi dikelurahan Jua-Jua. Saat ini keduanya berikut barang bukti diamankan dipolsek kayuagung untuk pemeriksaan lebih lanjut,”ungkap Nizar.
Barang bukti diamankan, Tambah Nizar, Berupa uang tunai sebesar Rp11 Juta, 1 unit sepeda motor merk honda beat warna putih biru BG 3568 KAK, 5 buah buku tabungan, 2 buah kartu ATM, 1 buah kartu pegawai PGRI dan KTP An. Sudirman, 1 buah kartu pramuka An.Ahmad Sarbani, 6 buah map berisikan berkas berkas, 2 buah tas warna hitam, 1 pasang pangkat ASN, 2 buah stempel sekolah beserta bantalannya. #ros
Baca:  Indahnya Rajutan Kebhinekaan Dalam Karnaval Budaya di OKI
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Nunggak 2 Tahun, Bapenda OI Minta HK Lunasi PBB

# Sebanyak Rp8Miliar, Targetkan Capai PAD Inderalaya, BP Guna mencapai target PAD Kabupaten Ogan Ilir (OI), Bapenda terus melakukan terobosan ...