Home / Headline / Sejak Dulu Palembang Dikenal Dengan Kebudayaan Melayu-Islam

Sejak Dulu Palembang Dikenal Dengan Kebudayaan Melayu-Islam

BP/DUDY OSKANDAR
Para narasumber dan peserta bergambar usai seminar sastra ‘Mengangkat Sastra Lokal Mengukuhkan Kebangsaan yang Harmonis’ di aula Lantai III Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah, Palembang, Jumat (17/5).

Palembang, BP–Kebudayaan melayu–Islam di Palembang melalui Kesultanan Palembang Darussalam berkembang pesat dengan identitas sendiri meninggalkan budaya Jawa yang sebelumnya berkembang di Palembang zaman dulu.
Budayawan kota Palembang Vebri Al Lintani melihat kebudayaan di kota Palembang memang sejak dulu dikenal dengan kebudayaan melayu–Islam dan dengan budaya Jawa ditinggalkan.
“Kita ada Wayang Palembang tapi ibarat hidup segan mati tak mau, sekarang wayang Palembang hanya ada satu-satunya, wayang yang sematang wayang dan itu menurut analisa karena nilai-nilai yang tidak berpihak kepada kesenian yang seperti itu, jadi memang meninggalkan Jawa pada tahun 1666 itu bukan saja meninggalkan sebagai politik saja tapi mandiri dan arahnya betul-betul ke melayu-Islam,” katanya saat menjadi narasumber dalam seminar sastra ‘Mengangkat Sastra Lokal Mengukuhkan Kebangsaan yang Harmonis’ di aula Lantai III Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah, Palembang, Jumat (17/5).
Walaupun demikian Ketua Dewan Kesenian Palembang ini melihat masih banyak budaya Palembang yang dipengaruhi Jawa seperti di antaranya tradisi rebo kasan, bahasa Palembang yang dipengaruhi Jawa.
Karena itu, menurutnya, kedepan masyarakat Palembang perlu menggali lebih banyak lagi budaya Palembang itu sendiri.
“Sastra arab, inilah saya kira menjadi tempat untuk menggalinya,” katanya.
Selain itu, menurutnya, guru-guru Sultan Palembang di masa lalu banyak dari arab.
“Komplek makam Sultan, itu ada makam Sultan, makam istri satunya makam guru dari arab bisa dari Hadramaut atau dari Mekkah langsung,“ katanya.
Perlu lebih banyak lagi budaya di kota Palembang untuk menambah sastra arab yang membumi di kota Palembang.
Sedangkan dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah M Walidin Mhum menjelaskan pada awalnya sastra arab masuk ke nusantara termasuk di Palembang selain di bawa oleh oleh pedagang juga dibawa oleh para ilmuwan/ulama seperti Abdul Somad Al Palembani dari Palembang , Nuruddin Al-Raniri dari Aceh.
“Dari jalur intelektual ini lebih nyata nasab kesastraannya tapi tidak dalam bentuk puisi tapi bentuk lain, kesusastraan yang lain, kalau puisinya menurut saya kita banyak mengutip dari sana,” katanya.
Sehingga pengaruh sastra arab ke nusantara itu bisa dari dua jalur bisa jalur perdagangan bisa jalur akademik dimana para ilmuwan/ulama yang menimba ilmu di Arab lalu membawa ilmu Islam ke Palembang dan membuat ratib samman yang ada di Kesultanan Palembang Darussalam.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Semangat Kemerdekaan, Bupati OI Beri Santunan Kepada Napi di Lapas Tanjungraja Kelas IIA

# Saat Remisi Warga Binaan Inderalaya, BP Sebanyak 435orang napi mendapatkan remisi dari Kemenkumham, remisi tersebut diberikan dalam rangka HUT ...