Home / Headline / Terkesan Jadi Beking Kapitalis, Jargon Merakyat Mulai Dipertanyakan

Terkesan Jadi Beking Kapitalis, Jargon Merakyat Mulai Dipertanyakan

..

Muaraenim, BPJargon ‘Muaraenim untuk Rakyat’ (Merakyat) yang tercantum dalam visi dan misi Bupati Muaraenim, mulai dipertanyakan sejumlah  kalangan. Ada kesan Visi Misi Merakyat tersebut tidak berlaku bagi masyarakat Kampung Sosial, Desa Karang Raja dan Trans unit 6, Desa Muara Harapan, Kecamatan Kota Muaraenim.

         Terbukti truk angkutan batubara milik PT GPP merupakan kontraktor PT WSL yang melakukan penambangan batubara di wilayah Kampung Sosial, Desa Karang Raja, terus melenggang lalu lalang di jalan kabupaten pemukiman masyarakat tersebut.

Baca:  Bandar Ganja Dibekuk Ketika Kecelakaan

            Padahal sudah jelas, Gubernur Sumsel dengan tegas mengeluarkan Surat Keputusan melarang truk batubara melintas jalan umum. Sedangkan warga yang melakukan pelarangan truk batubara melintas di jalan pemukiman tersebut terus mendapatkan tekanan dan intimidasi dari pihak pihak tertentu.

           “Sebagai bupati yang mengusung visi dan misi Merakyat, kami minta bupati harus tegas untuk melarang truk batubara melintas jalan umum pemukiman warga Kampung Sosial dan Trans Unit 6 Desa Muara Harapan, sebagai penjabaran dari SK Gubernur Sumsel tersebut,” jelas Ketua GM Korgoro Muaraenim,  H Adriansyah SE, Selasa (14/5).

              Dia juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk bertindak sesuai dengan norma-norma  hukum, bukan menjadi beking kapitalis-kapitalis modern tersebut.

Baca:  APBD P Muaraenim Diprediksi Naik Rp2.980 Triliun

              Karena, lanjutnya, ada indikasi oknum aparat menjadi pembeckup terhadap angkutan batubara tersebut. “Terhadap kondisi ini, kami minta bupati segera turun tangan untuk memanggil manajemen PT GPP dan PT WSL. Agar menghentikan aktivitas pengangkutan batubara yang terang terang melanggar SK Gubernur tersebut.

           Andai bupati tidak mampu melakukan itu, lanjutnya, ada kesan bupati terkontaminasi dari kapitalis tersebut.  Sehingga visi dan misi  Merakyat itu hanya tagline.

Baca:  Utang PALI Pada Muaraenim Rp7 Miliar

           Kemudian, lanjutnya, anggota DPRD Muaraenim harus peka terhadap permasalahan ini, jangan biarkan masyarakat berjuang sediri mempertahankan haknya. Karena mereka merupakan representasi dari rakyat.

          Terutama DPRD yang telah terpilih kembali jangan hanya duduk diam terkontaminasi oleh kaum kaum kapitalis moderen tersebut.#nur

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Fasilitasi Tim Karhutbunlah, Dinsos Muba Buka Dapur Umum

BAYUNG LENCIR, BP– Bupati Muba Dodi Reza instruksikan kejajarannya khususnya Dinas Sosial supaya semua fasilitas kebutuhan tim pemadam api karhutbunlah ...