Home / Headline / Paksa Melintas di Jalan Pemukiman, Truk Batubara PT GPP Dipukul Mundur Warga

Paksa Melintas di Jalan Pemukiman, Truk Batubara PT GPP Dipukul Mundur Warga

Truk batubara PT GPP yang memaksa melintas jalan trans Unit 6 dipukul mundur warga.

Muaraenim, BPWarga Trans unit 6, Desa Muara Harapan, Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, akhirnya bersikap memukul mundur puluhan unit truk angkutan batubara PT GPP yang memaksa hendak melintas jalan pemukiman warga, Kamis (9/5) sekitar pukul 20.00 WIB.

               Tindakan itu dilakukan warga, menindak lanjuti Surat Keputusan Gubernur Sumsel yang melarang truk batubara melintas jalan umum Muaraenim-Palembang. Truk tersebut mengangkut batubara dari tambang milik PT WSL yang berlokasi di Kampung Sosial, Desa Karang Raja, Kota Muaraenim.

               Truk itu hendak melintas jalan pemukiman warga tersebut menuju jalan lintas Palembang, Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, menuju Palembang.

Baca:  Dua Bocah Tenggelam di Sungai Lematang, Satu Ditemukan Tak Bernyawa

                Terkait permasalahan itu, Kepala Dinas Perhubungan Muaraenim H Riswandar, ketika dikonfirmasi awak media, mengatakan bahwa truk angkutan batubara PT GPP belum mendapatkan izin dispensasi dari Gubernur Sumsel.

                “Sampai sekarang truk angkutan batubara PT GPP belum mendapat izin dari Gubernur Sumsel. Permasalahan ini sudah kita kordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel,” jelas Rinswandar yang dihubungi awak media melalui ponselnya, Jumat (10/5).

                 Menurutnya, terkait truk batubara tersebut masih saja membandel memaksakan diri melintas jalan umum, permasalahan itu telah menjadi kewenangan aparat keamanan untuk mengambil tindakan.

Baca:  Polsek Lakukan Patroli Karhutla    

                 “Jika mereka sudah melanggar aturan, tentukan sudah menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Yang pasti kita sudah memberikan teguran dan mengingatkan,” tegas Riswandar.

                  Sementara itu, Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan permasalahan truk yang memaksakan diri hendak melintas tersebut.

                 “Terima kasih informasinya, akan saya koordinasikan dengan Satlantas dan Sat Reskrim. Jika tidak ada izin akan kita tertibkan,” jelas Kabag Ops yang berhasil dihubungi melalui ponselnya.

           Sementara itu, Staf Khusus Geburnur Sumsel, Alfrenzi Panggarbesi, yang berhasil dihubungi mengaku kaget masih adanya perusahaan angkutan batubara yang berani melanggar keputusan Gubernur.

Baca:  Maling Ranmor Karatan Ditembak

             “Pada SK Gubernur Sumsel sudah jelas truk angkutan batubara dilarang melintas jalan umum Muaraenim-Palembang. Pak Gubernur tetap konsisten pada keputusannya melarang truk angkutan batubara melintas jalan umum,” jekas Alfrenzi yang berhasil dihubungi melalui ponselnya, Jumat (10/5).

           Tujuannya untuk mengatur truk batubara agar masyarakat tidak dirugikan. Karena truk angkutan batubara sudah diatur melalui jalan khusus batubara milik PT Titan.

          “Kita minta aparat penegak hukum dan Dinas Perhubungan Muaraenim supaya konsisten  melaksanakan keputusan Gubernur tersebut. Jika ada yang melanggar supaya ditindak tegas,” pintanya.#nur

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Disorientasi Pola Pikir Mahasiswa dalam Menjaga Identitasnya sebagai Intelek Kebermanfaatan

Oleh ADE FAJRI Mahasiswa, Aktivis Universitas Sriwijaya Penerima Manfaat Beasiswa Generasi Harapan dari Sinergi Sriwijaya MAHASISWA adalah intelektual bangsa, karena ...