Home / Headline / 6 Tersangka Kericuhan di KPU Empat Lawang Ditahan di Polres Muaraenim

6 Tersangka Kericuhan di KPU Empat Lawang Ditahan di Polres Muaraenim

BP/DUDY OSKANDAR
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen

Palembang, BP

Ricuh pelaksanaan sidang pleno rekapitulasi suara di KPU Empat Lawang, Selasa (7/5) di usut aparat kepolisian.
Aparat kepolisian berhasil mengamankan dan menahan serta menetapkan 6 tersangka dalam kasus tersebut kini keenam orang tersebut telah di tahan di Polres Muaraenim.
“Calegnya lari ke Lampung, sedangkan kami cari, kata mereka (6 tersangka) disuruh caleg ini,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen saat ditemui di KPU Sumsel, Jumat (10/5).
Para tersangka ini , kata Kapolda dikenai pasal 170 KUHP tentang pengrusakan bersama-sama dimuka umum dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Kapolda Sumsel Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnaen juga memastikan kericuhan di Empat Lawang belum masuk ke sentra Gakkumdu.
“Tetapi kami pastikan , apabila nanti jika sudah di sentra gakumdu jika sudah ada pidananya, katanya merubah suara, jika ada pidananya kami akan proses, tapi sepemahaman saya juga mungkin dari Bawaslu juga akan merekomendasikan ke DKPP setahu saya untuk penyelenggara yang melakukan perbuatan yang tidak terpuji di DKPP diputus biasanya tidak boleh seumur hidup dia menjadi penyelenggara pemilu seluruh Indonesia,” katanya.
Sedangkan anggota Bawaslu Sumsel Junaidi SE Msi menilai kalau penggelembungan suara di Empat Lawang masuk ke ranah pidana .
“ Merubah angka-angka khan pidana, penggelembungan itu terjadi hampir seluruh tingkatan di Empat Lawang ,” katanya.
Sebelumnya Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara pemilu 2019 oleh KPU Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan diwarnai kericuhan dan bentrok antara massa pendukung calon legislatif dengan aparat kepolisian, Selasa (7/5).

Baca:  KPU Sumsel Segera Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota KPU Kabupaten/kota

Massa pendukung tidak puas dengan hasil rapat pleno dan menuntut adanya penghitungan suara ulang.

Kapolres Empat Lawang Ajun Komisaris Besar Eko Yudi Karyanto mengatakan situasi mulai tidak kondusif saat ada dua orang caleg, yakni Raka Warsih dari Partai Golkar dan Suprianto dari Partai NasDem tidak terima dengan perbedaan hasil pada DA 1 hologram untuk surat suara pileg DPRD Kabupaten.

Baca:  Sampai di Rumah, Rizal Abdullah Langsung Lahap Pempek dan Pindang

Hujan interupsi pun mewarnai rapat pleno, dan saksi Partai Golkar dan NasDem mendesak KPU untuk membuka C1 plano, namun pihak KPU dan Bawaslu malah memperdebatkan aturan. KPU hanya bersedia membuka DA 1 dan enggan membuka C1 plano dengan alasan ada tahapan selanjutnya. Selain itu DA 1 plano untuk PAN dan Hanura penuh coretan putih sehingga massa pun semakin memanas.

Keributan tak terelakkan saat caleg yang bersangkutan menggebrak meja dan di luar ruang rapat massa memaksa masuk serta melakukan pelemparan sehingga aparat kepolisian terpaksa melepaskan tembakan peringatan.

“Keributan di dalam ruangan akhirnya berdampak pada mulai parahnya massa pendukung di luar ruangan. Mereka mendobrak pagar tapi dihalau petugas dan melepaskan tembakan peringatan. Massa mulai melempar batu ke arah petugas,” ujar dia.

Baca:  Mahasiswa Harus Ikut Awasi Pilkada Di Sumsel

Karena situasi semakin tidak terkendali, polisi kemudian mengamankan para komisioner KPU untuk meninggalkan lokasi rapat ke tempat yang aman. Sementara kepolisian berupaya menenangkan amukan massa.

“Kerusuhan itu berlangsung sekitar 20 menit. Setelah kita berkoordinasi dengan caleg dan perwakilan partai, massa pun tenang dan membubarkan diri hingga situasi kondusif. Tidak ada korban luka dari petugas maupun massa,” ujar dia.

Namun rapat pleno pemilu 2019 yang seharusnya bisa diselesaikan hari ini, terpaksa dihentikan dan dilanjutkan esok hari di tempat yang berbeda. KPU Empat Lawang meminjam Gedung Rapat DPRD Empat Lawang agar bisa mengakomodir seluruh tamu undangan.

Namun atas kejadian ini, polisi mempertimbangkan tempat lain untuk menyelenggarakan rapat pleno.

“Setelah kejadian ini, pleno akan lebih diperketat, kita maksimalkan kekuatan pengamanan kita sebanyak 200 orang petugas karena kita khawatir massa pendukung semakin banyak dan semakin anarkis,” katanya. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Dan Kajati Sumsel Lolos 20 besar calon pimpinan KPK.

Palembang, BP Panitia seleksi capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengumumkan nama-nama kandidat yang lolos dari tahap profile assessment pada ...