Home / Headline / Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Lewat Program Ramadhan ACT 2019

Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Lewat Program Ramadhan ACT 2019

BP/IST
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan (Sumsel) saat menggelar jumpa pers di Unsilent Cafe, Rabu (24/4).

Palembang, BP

Menyambut bulan suci Ramadhan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak muslim sedunia memperbanyak amal saleh melalui program kemanusiaan di pelosok indonesia hingga berbagai belahan dunia yang terangkum dalam program Ramadhan bertema ”Marhaban Yaa Dermawan”. ACT juga mengajak para stakholders untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan akselerasi kedermawanan.

Presiden ACT, Ahyudin mengatakan,  Ramadhan merupakan bulan terbaik dan termulia dari semua bulan yang senantiasa dijadikan momentum pelipatgandaan ikhtiar dan amalan terbaik umat Muslim. ”Sekalipun Indonesia masih disibukkan dengan tema politik, Ramadhan merupakan momen menyatukan berbagai perbedaan. Di bulan yang suci ini.

Dan acara ini dalam rangka menyambut ulang tahun ACT ke 14 atau tepatnya 21 April.

” Kita harus selalu ingat bahwa ekonomi sejumlah negara yang berpenduduk mayoritas Muslim masih mengkhawatirkan, khususnya akibat konflik yang berkepanjangan, baik internal maupun eksternal,” katanya saat menggelar jumpa pers di Unsilent Cafe, Rabu (24/4).

Turut hadir Imam Masjid Gaza, Palestina Syech Lo’ay Ahmed Rasheed El Najjar.

Sejalan dengan itu, Vice President ACI’ lbnu Khajar mengungkapkan, program ”Marhaban Yaa Dermawan” hadir karena ACT meyakini Indonesia masih dipenuhi oleh masyarakat yang memiliki jiwa dermawan.

Baca:  Pelaku Penodong Suporter Sriwijaya FC Ditembak Polisi

”Kami meyakini semua umat selalu merindukan kedatangan Ramadhan, begitu pun sebaliknya, Ramadhan juga sangat merindukan adanya orang yang dermawan. Ramadhan adalah momen terbaik bagi para dermawan untuk kemudian menebar amalan kebaikan. Tujuan finalnya, program-program yang diberikan juga bisa berperan sebagai pengentas kemiskinan,” terang lbnu.

Adapun spirit menebar amalan kebaikan di bulan Ramadhan tidak hanya untuk masyarakat prasejahtera di ibukota, tetapi juga ke tepian dan pelosok negeri lewat Kapal Ramadan.

”Kami juga akan memberangkatkan Kapal ramadan dari lima titik dengan membawa paket-paket pangan. lnsya Allah kami akan menyasar ratusan ribu masyarakat prasejahtera di seantero nusantara,” tambahnya.

Kepala Cabang ACT Sumsel, Ardiansyah, dalam hal ini juga mengatakan bahwa, Bulan Ramadhan ini adalah momentum dimana kita menyatukan kembali silahturahmi dan persatuan, serta untuk menyadarkan kita betapa pentingnya semangat spiritualisme, sehingga dapat menyatukan kembali perpecahan yang mungkin sempat terjadi karena hiruk pikuk beberapa minggu terakhir, oleh karena itu melalui Ramadhan ini, mari kita fokus untuk berbenah diri dan jadikanlah ini sebagai Ramadhan terbaik kita, Marhaban ya Ramadhan, Marhaban yaa Dermawan.

Di sisi lain, bangkitnya filantropi islam dalam rangka mengentaskan kemiskinan masih memiliki peluang besar untuk memperluas ekosistem dan mendorongnya menjadi salah satu garda terdepan. Pandangan ini disampaikan pula oleh Imam Teguh Saptono, Komisaris PT Global Waqf Corp – ACT.

Baca:  Mahasiswa Diharapkan Bisa Tangkal Politik Uang, Hoak dan Ujaran Kebencian

Lebih jauh, mantan Dirut BNI Syariah ini mengatakan kalau Ramadhan merupakan kesempatan yang terbuka buat muslim sedunia untuk berkontribusi dalam percepatan pengentasan kemiskinan dengan kedermawanan dan memuliakan sesama manusia tidak hanya di Indonesia namun juga secara global. Menurutnya, salah satu caranya adalah dengan menaiki gelombang investasi yang bertanggung jawab, memaksimalkan instrumen pendanaan Islam seperti zakat dan wakaf.

Dalam rangka memudahkan keterlibatan khalayak dalam kegiatan kemanusiaan dan kedermawanan, ACT meluncurkan fitur dalam bentuk digital. Hafit T. Masud selaku Vice President ACT menjelaskan bahwa ada empat situs yang dihadirkan dalam upaya optimalisasi peran ACT sebagai lembaga kemanusiaan yang profesional, terutama dalam menyalurkan donasi umat lewat program-program Ramadan mendatang.

“Kami, ACT memang sedang merambah ke dunia digital, ACT goes to digital,” Hafid membenarkan.

Situs-situs tersebut adalah news.act.id dan actnews.tv adalah untuk meningkatkan kualitas ACT dari segi komunikasi. Insya Allah, ACT akan menayangkan semua informasi mengenai program-program Ramadhan dalam bentuk berita artikel maupun video di kedua situs itu. Masyarakat hanya perlu mengakses satu situs untuk mendapatkan laman donasi yang juga dilengkapi dengan penjabaran program secara detail.

Baca:  PSI Sumsel Targetkan Kemenangan Jokowi-Amin di Sumsel

ACT juga memiliki situs crowdfunding cepattanggap.id, situs ini dirancang dalam konsep urundana digital.

“Setiap program akan ditampilkan kisah dan pencapaian donasinya untuk mengundang empati masyarakat,” jelas Hafit.

Kepala Cabang ACT Sumsel Ardiansyah, mengatakan, bahwa bulan Ramadhan ini adalah momentum dimana kita menyatukan kembali silahturahmi dan persatuan. Selain itu juga untuk menyadarkan kita betapa pentingnya semangat spiritualisme, sehingga dapat menyatukan kembali perpecahan yang mungkin sempat terjadi karena hiruk pikuk Pemilu beberapa minggu terakhir.

“Oleh karena itu  melalui Ramadhan ini, mari kita fokus untuk berbenah diri dan jadikanlah ini sebagai Ramadhan terbaik kita, Marhaban ya Ramadhan, Marhaban yaa Dermawan,” terang Ardiansyah.

Sedangkan Imam Masjid Gaza, Palestina Syech Lo’ay Ahmed Rasheed El Najjar mengisahkan bagaimana suasana bulan puasa di Gaza, Palestina.

“Kami berpuasa dalam kondisi sedih karena kami terjajah, rumah dihancurkan dan setiap hari terjadi pembunuhan, kami tidak sama dengan umat negara lain,” katanya.

Walaupun kondisi Gaza yang begitu memprihatinkan namun dia mengaku masyarakat Palestina jauh dari hal yang negatip dan beribadah jauh dari hal negatip dan maksiat. #osk

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemberlakuan Pajak Bagi Pedagang Pempek, Restoran Harus di Sosialisasikan

Palembang, BP Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah (LKKPPD) dan Palembang Berdjaja menggelar diskusi panel berjudul Kejar Target PAD, ...