Home / Headline /     Sudah 8 Penyelenggara Pemilu di Sumsel Meninggal Dunia

    Sudah 8 Penyelenggara Pemilu di Sumsel Meninggal Dunia

Kelly Mariana

Palembang, BP–Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang meninggal dunia saat bertugas melancarkan proses Pemilu 2019 serentak di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) kembali bertambah.

Ketua KPU Provinsi Sumsel Kelly Mariana mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendapat informasi sejumlah Ketua PPK di wilayah Sumsel meninggal akibat diduga kelelahan.

Sebelumnya juga ada korban jiwa ketua serta petugas PPK atau KPPS seperti di OKI dan OKU yang meninggal dunia.

Baca:  Peserta Pemilu Run Tak Capai Target, Diduga Kaos 500 Pcs Habis Dibagi-bagikan

“Sebelumnya tercatat ada 7 petugas ditambah tadi pagi yang ada di Palembang tepatnya di Kecamatan IT I An Slamet Riyadi. Jadi total 8 orang sudah meninggal dunia,” kata Kelly, Selasa (23/4).

Guna memberikan santunan kepada keluarga korban pihak KPU RI juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait pemberian bantuan kepada keluarga korban.

Selain itu, pihak KPU Sumsel juga meminta kepada Gubernur Sumsel Herman Deru untuk memberikan himbauan kepada Walikota/bupati untuk memberikan bantuan peralatan kesehatan. “Kita minta 17 kabupaten/kota yang masih bertugas menghitung suara disediakan layanan kesehatan,” katanya.

Baca:  Gelar KopDarWil IV, PSI Sumsel Siap Loloskan Verifikasi KPU

Sebelumnya, Selasa (23/4) anggota PPK Kecamatan IT I Palembang Ansori dilarikan ke UGD RS RK Charitas Palembang sekira pukul 14.00 lantaran kelelahan.

Sementara itu, sebelumnya telah meninggal dunia H Slamet Riadi (Ketua RT 34 dan juga sebelumnya sebagai Ketua KPPS TPS 31 Kelurahan 20 Ilir D-I pada hari Selasa tanggal 23 April 2019 pukul 00.50. #osk

Baca:  KPU Sumsel Sosialisasikan Persyaratan Pilgub Sumsel 2018

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mantan Hakim MK Sebut Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Jakarta, BP–Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Maruarar Siahaan ikut mengomentari pernyataan Tim Hukum Capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW), mengenai ...