Home / Headline / Dua Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Dunia

Dua Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Dunia

BP/IST
Komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan, Hepriyadi, SH MH

Palembang, BP

Komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan, Hepriyadi, SH MH menjelaskan meninggalnya dua anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) lantaran pemilu 2019 lebih menguras waktu dan tenaga hingga kelelahan.

“Pada saat pendaftaran menjadi KPPS memang sudah ada persyaratannya untuk kesiapan kesehatan fisik dan dilampirkan keterangan. Namun kita sama-sama tahu, pemilu 2019 kali ini lebih menguras waktu dan tenaga hingga kelelahan. Dari laporan yang kita terima hingga kemarin ada dua petugas KPPS yang meninggal dunia. Jangankan mereka ya, kami saja yang memonitor sudah berapa hari tidak tidur dan terasa lelah. Jadi harus tetap jaga kesehatan,” kata Hepriyadi, Senin (22/4).

Menurutnya, kedua petugas KPPS meninggal, yaitu Fachrul (50), petugas di TPS 2 OKU dan Tuti Hidayati, petugas KPPS di Desa Suka Mulya OKI.

Baca:  KPU Sumsel Tetapkan DPT Pilgub Hasil Perbaikan, 5.656.643 Pemilih

“Informasinya kelelahan dan kami akan rapatkan agar 2 pahlawan demokrasi ini mendapat santunan. Meskipun anggaran tidak ada, nanti kita himpun dari semua Ketua KPU kabupaten/kota. Kedua petugas disebut sempat mengeluh kelelahan,” katanya.

Pada perekrutan KPPS, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan agar dalam perekrutan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) supaya yang memiliki stamina kuat dan jangan yang sudah uzur alias terlalu tua.

“Jangan sampai yang tuo nian, yang lah uzur jadi KPPS. Prinsipnya kalau bisa yang masih muda, yang masih kuat. Boleh-boleh bae tuo tapi yang masih kuat, mampu bergadang,” kata  Ketua KPU Palembang H Eftiyani SH beberapa waktu lalu.

Baca:  Dua Aksi May Day Di Palembang Di Kawal Aparat

Eftiyani mengatakan, meski sampai sekarang belum dibikin batasan usia yang ditetapkan secara baku karena masih menunggu petunjuk teknisnya.

“Soal berapa batasan usianya kita belum bikin. Tapi syaratnya berijazah minimal SMA. Nah syarat fisiknya terkadang Ketua RT kan ada yang sudah uzur. Makanya kita minta kesiapan fisik pada rekrutmen KPPS pada awal Maret nanti,” kata Eftiyani yang telah berpengalaman menjadi Ketua KPU Kota Palembang periode 2009-2014.

Dijelaskannya, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau disingkat dengan KPPS dibentuk oleh PPS atas nama KPU Kota Palembang untuk melaksanakan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS.

Baca:  Anggaran Pendidikan Sumsel 2019 di Desak Harus 20 Persen

”Anggota KPPS sebanyak 7 (tujuh) orang yang terdiri atas seorang ketua merangkap anggota dan enam anggota serta dibantu oleh 2 (dua) orang petugas ketertiban dan keamanan TPS. Berikut adalah tugas dan wewenang kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS),” kata Eftiyani.

Menurutnya,  alasan kenapa kesiapan fisik calon anggota KPPS cukup penting karena untuk mengantisipasi saat penghitungan suara yang melebihi batas waktu pukul 00.00 dini hari.

“Tidak menutup kemungkinan penghitungan suara itu lewat tengah malam. Tahapan untuk perhitungan suara itu tanggal 17-18 April 2019. Jadi dimungkinkan lewat tengah malam. Asalkan jangan sampai melewati batas waktu tahapan tanggal 18 April 2019 sampai pukul 24.00,” katanya.#osk

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mantan Hakim MK Sebut Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Jakarta, BP–Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Maruarar Siahaan ikut mengomentari pernyataan Tim Hukum Capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW), mengenai ...