Home / Headline / Hendardi: QC Bisa Dijadikan Acuan Simpulkan Keungggulan Pasangan 01

Hendardi: QC Bisa Dijadikan Acuan Simpulkan Keungggulan Pasangan 01

Hendardi

Jakarta, BP–Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, berdasarkan hitung cepat (quick count, QC) Jokowi – Ma’ruf unggul atas Prabowo Sandi di kisaran angka 10%. QC adalah indikator dari penghitungan secara keseluruhan suara rakyat dalam Pemilu yang menggunakan teknik sampling dari real count perolehan suara di TPS. Oleh karena itu, QC yang dirilis  berbagai lembaga survei bisa dijadikan acuan untuk menyimpulkan keunggulan pasangan 01.

Baca:  Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Masuk Ruang Politik Transaksional

“Sebagai sebuah produk pengetahuan ilmiah, QC telah diterima dalam praktik demokrasi dan teruji validitasnya sebagai instrumen pengawasan penghitungan dari potensi kecurangan. Sehingga, produk QC harus dibela. Bukan membela lembaga survei atau pasangan 01, tetapi membela suara rakyat yang sudah dihitung secara cepat,” ujar Hendardi di Jakarta, Kamis (18/4).

 Namun demikian kata Hendardi, untuk menghindari potensi ketegangan baru antarpendukung, semua pihak tidak melakukan klaim dan perayaan berlebihan. Semua pihak tetap menunggu proses penghitungan manual yang dilakukan  KPU. Jika Jokowi hanya bersyukur atas QC, Prabowo justru menentang. Ini suatu sikap normatif para calon dalam merespons hasil pemilihan, yang diharapkan tidak membakar emosi pendukung.

Baca:  Hendardi: KPU Harus Dikawal Bukan Diancam

Menurut dia, fakta sejumlah ketidakteraturan penyelenggaraan Pemilu dan klaim kecurangan yang diajukan pihak 02 sebaiknya diselesaikan dalam kerangka demokratik. Kita punya Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai mekanisme penyelesaian sengketa. Maka ke sanalah semua komplain diajukan.

 Ide menggerakkan warga untuk melakukan perlawanan atas produk demokrasi lanjut Hendardi  harus ditolak, apalagi gagasan people power. Publik menyimak bahwa seluruh komplain atas penyelenggaraan Pemilu telah dan terus direspons dan disikapi  KPU, Bawaslu, dan DKPP. “Karena itu tidak ada argumen legal dan konstitusional untuk mendelegitimasi kinerja para penyelenggaraan Pemilu,” katanya. #duk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Beberapa Kemungkinan Untuk Oposisi

Oleh Alip Dian Pratama, M.H (Direktur Eksekutif  Center for Democracy and Civilization Studies) Kita masih menunggu, kira-kira, setelah adanya pertemuan ...