Home / Headline / TPS Diacak, Pemilih Bingung Mencoblos, Surat Suara Masih Kurang

TPS Diacak, Pemilih Bingung Mencoblos, Surat Suara Masih Kurang

ilustrasi

Muaraenim, BPMeski pemerintah telah menggelontorkan anggaran cukup pantaostis untuk pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pileg serentak Rabu (17/4), ternyata hasilnya kerja yang dilaksanakan KPU selaku penyelenggara pesta demokrasi itu, belum sesuai harapan masyarakat.

           Bahkan masyarakat yang akan menyalurkan hak suaranya menjadi tambah bingung. Karena Tempat Pemungutan Suara (TPS) diduga telah diacak oleh KPU. Sehingga dalam satu keluarga yang mempunyai hak pilih, TPS nya berbeda-beda.

            Padahal pada Pilpres dan Pileg tahun 2014 lalu bahkan pada Pilkada serentak lalu, satu keluarga tersebut TPS nya sama. Kebingungan itu dialami mayoritas masyarakat Muaraenim, yang akan menyalurkan hak suaranya pada Pemilu serentak tersebut.

               “Pada Pilkada lalu saya dan istri saya mencoblos di TPS kompek SDN 12 dan SDN 7 Kelurahan Pasar 1 Muaraenim. Tapi pada Pilpres ini, saya mencoblos di TPS komplek  SDN 12 sedangkan istri saya mencoblos di daerah Pelawaran, Kelurahan Pasar I,” jelas H Zainal dan Aris Musnandar, warga Pelitasari, Senin (15/4).

              Selain bingung masalah TPS pencoblosan yang diacak, pemilih juga mempermasalahkan  formulir C6 (undangan pencoblosan) yang masih banyak belum diterima oleh pemilih.

               “Aku sudah dapat formulir C6, sedangkan istriku dan anaku belum jugo dapat fromulir C 6. Memang benar bisa menggunakan KTP el, tetapi kalau tidak ada formulir C-6, maka pemilih yang menggunakan identitas KTP el baru diperbolehkan mencoblos pada pukul 12.00-13.00 WIB,” jelas Andi, salah seorang warga Ujanmas.

Baca:  Awasi TPS Pemilu 2019, Bawaslu Sumsel Rekrut 25.320 PTPS

              Sementara itu Ketua KPUD Muaraenim, Ahyaudin, yang berhasil dikonfirmasi  mengatakan adanya perbedaan pebedaan TPS dalam satu keluarga tersebut akibat adanya pemecehan TPS.

              “Pada Pemilu sebelumnya, satu TPS maksimal 500 suara, namun pada Pilpres dan Pileg kali ini TPS tersebut dipecah, setiap TPS maksimal 300 suara,” jelasnya, Senin (15/4).

             Inilah, lanjutnya, membuat satu keluarga tersebut tidak sama lagi TPS nya. Pemecahan TPS tersebut dilakukan oleh PPS dan PPK. Kemudian data pemilihan pemecahan TPS tersebut, disampaikan PPS dan PPK kepada KPUD.

              “Berdasarkan data pemecahan yang disampaikan PPS dan PPK itulah kita masukan kedalam Sistim Informasi Data Pemilih (Sidalih),” jelasnya. Dia mengaku, telah mengimbau pada PPS dan PPK agar penyusunan pemecahan daptar pemilih TPS tersebut dipilah pilah berdasarkan kelompok keluarga.

                 Namun kuat dugaan, petugas PPS dan PPK melakukan pemecahan data pemlih TPS tersebut secara gelobal berdasarkan abjad nomor urut yang ada pada DPT. “Inilah kemungkinan besar membuat dalam satu keluarga TPS nya  jadi  berbeda,” jelasnya.

Baca:  Dari 2804 TPS, 141 TPS Di Palembang Butuh Ekstra Pengamanan

              Dia mengaku, mengenai adanya perobahan pemecahan TPS, telah beberapa kali disosialisasikan kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan mulai pada tahapan Daftar Pemilih Sementara (DPS), Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan sampai Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 1 dan 2.

             Sebenarnya, lanjutnya, jika masyarakat mau komplen pada saat dilakukannya sosialisasi tersebut. Namun pada kenyataannya tidak ada yang komplen. Setelah memasuki H-2 dan H-1 pemungutan suara baru pada heboh. Termasuk yang mau pindah tempat memilih, baru menjelang pelaksanaan Pemilu pada rame.

             Dijelaskannya juga, terhadap pemilih yang tidak mendapatkan formulir C6 tetapi terdaftar di DPT, bisa mencoblos dengan menggunakan identitas KTP el, tanpa harus menunggu pukul 12.00 WIB.

             Karena yang bersangkutan telah terdaftar di DPT. Untuk mengetahui TPS tempatnya memilih bisa melihat di DPT yang tertera di masing masing kantor Kelurahan atau kantor desa, atau bisa mengaksesnya melalui HP android dengan membuka aplikasi KPU cek DPT.

             Sedangkan pemilih yang tidak terdaftar di DPT, bisa menggunakan hak suaranya menggunakan identitas KTP el, tetapi bisa mencoblos mulai pukul 12.00-13.00 WIB sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan KPU.

            “Kenapa pemilih yang tidak terdaftar di DPT memilih menggunakan identitas KTP el, baru diperbolehkan mulai pukul 12.00, agar tidak muncul persoalan di lapangan,” jelasnya.

Baca:  Syarat Pengurusan Form A5 Pindah TPS 2019

              Memasuki H-2 pencoblosan, Ahyaudin mengaku masih mengalami kekurangan surat suara sebanyak 421 lembar untuk DPR-RI dapil Muaraenim 3.

               Permasalahan kekurangan surat suara itu, lanjutnya,  sudah disampaikannya ke KPU Provinsi dan KPU RI. Saat ini KPU Provinsi terus berkomunikasi dengan KPU RI dan perusahaan percetakan.

             “Jam brapapun surat suara yang kurang itu tiba di Palembang sebelum memasuki pencoblosan kita jemput bersama anggota Polri untuk dikirim ke dapil yang mengalami kekurangan surat suara tersebut,” jelasnya.

               Sementara itu, Bupati Muaraenim, Ir H Ahmad Yani MM, mengaku secara keseluruhan pelaksanaan Pilpres dan Pileg di Muaraenim berjalan lancer. Begitu juga masalah pendistribusian logistik telah berlangsung dengan baik sampai ke masing masing PPK. “Hari ini logistic Pemilu mulai bergeser ke masing masing desa atau PPS,” jelasnya.

                 Dia mengharapkan agar seluruh masyarakat menyalurkan hak pilihnya pada pesta demokrasi tersebut. “Kita berharap pelaksanaan Pemilu ini berjalan lancer dan damai serta partisifasi pemilih bisa sesuai tergat nasional 77,5 persen,” jelas Ahmad Yani suai membuka dan melakukan simulasi pencoblosan yang dilakukan KPUD Muaraenim di halaman hotel Griya Serasan, Senin (15/4).#nur

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pengedar Sabu di 5 Ulu Palembang di Tangkap

Palembang, BP Awalnya pihak Polsek Ilir Timur (IT) I Palembang mengejar pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), ternyata pengedar Narkotika jenis ...