Home / Headline / Sumsel Baru Miliki 2 Orang Dokter Spesialis Jantung Anak

Sumsel Baru Miliki 2 Orang Dokter Spesialis Jantung Anak

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Pelaksanaa pertemuan  Pediatric Cardiology Update Ke-7, dr. Ria, Nova SpA(K) didampingi  Ketua UKK (Unit Kerja Koordinasi) Kardiologi dr  Noormanto, SpA (K) dan Ketua IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Sumatera Selatan dr Silvia Triratna, SpA(K) saat memberikan penjelasan kepada wartawan di Hotel Novotel, Palembang, Minggu (7/4).

Palembang, BP

Hingga saat ini Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hanya ada dua orang orang dokter spesialis anak konsultan cardiologi (jantung).Untuk itu perlu adanya peran pemerintah daerah dalam menciptakan sarana dan prasarana dan insentif bagi dokter spesialis anak konsultan cardiologi ( spesialis jantung anak).

 

KETUA Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Selatan (Sumsel)  dr Silvia Triratna, SpA(K) melihat saat ini jumlah penyakit jantung kelihatannya lebih banyak sekarang, hal ini disebabkan karena kemudahan berobat ke fasilitas kesehatan itu  mudah  dan murah, mungkin dulu sudah banyak baru sekarang kelihatan banyak.

“ Yang ada sekarang ini di Sumsel  baru 2 orang dokter spesialis anak konsultan cardiologi, alhamdulilah Rumah Sakit dr Moehammad Hoesin (RSMH)  sudah banyak melakukan tindakan intervensi yang tidak bedah, maupun  yang dibedah, jadi ada beberapa kasus yang dilakukan bedah dan ada beberapa kasus yang tidak dilakukan bedah atau intervensi,” katanya disela-sela pertemuan  Pediatric Cardiology Updateke-7 dengan tema “Peranan Dokter Spesial Anak dalam Pelayanan Jantung dengan Fasilitas Terbatas“ dari tanggal 6-7April 2019 di Hotel Novotel Palembang, Minggu (7/4).

Baca:  Bersilaturahmi ke PWNU Sumsel

Selain itu menurutnya, dokter spesialis jantung anak saat ini belum mencukupi, pemerataan belum ada keberadaanya hanya di kota besar. Dengan program Kementerian Kesehatan dokter spesialis untuk melakukan pengabdian. Namun itu juga harus adanya kesiapan pemerintah daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana serta insentif bagi dokter spesialis.

“Idealnya seorang dokter spesialis anak mengcover 1.000 sampai 2.000 anak, saat ini di Indonesia hanya ada 4.000 dokter anak. Di RS Mohammad Hoesin sudah banyak melakukan tindakan intervensi untuk penyakit jantung baik dengan bedah ataupun tidak,” katanya.

Hal senada dikemukakan Ketua Pelaksanaa pertemuan  Pediatric Cardiology Update Ke-7, dr. Ria, Nova SpA(K) mengatakan, di Sumsel  baru 2 orang dokter spesialis anak konsultan cardiologi.

“ Untuk Sumsel dari catatan di RSMH penyakit jantung bawaan PSG itu paling banyak ,  sampai 400 kasus yang mengantri untuk diambil tindakan belum lagi kelainan jantung anak lainnya,” katanya.

Baca:  Mularis Tak Hiraukan Kampanye Gelap Terhadap Dirinya

“RSMH sebagai pusat  rujukan jantung tife A sudah bisa melakukan tindakan intervensi dan non intervensi, “katanya.

Karena itu menurutnya, melalui pertemuan yang merupakan kegiatan rutin tahunan UKK Kardiologi Anak, kali ini dengan tema “Peranan Dokter Spesial Anak dalam Pelayanan Jantung dengan Fasilitas Terbatas diikuti oleh lebih dari 350 peserta,

“Diharapkan dapat lebih meningkatkan khasanah pengetahuan sekaligus kompetensi para peserta dalam tatalaksana terkini penyakit jantung pada anak secara komprehensif yang dijumpai pada praktek sehari-hari,” katanya.

Sedangkan Ketua UKK (Unit Kerja Koordinasi) Kardiologi dr  Noormanto, SpA (K) untuk angka kepastiannya  untuk Indonesia keseluruhan kasus kenainan jantung anak  atau di tiap provinsi belum ada penelitian yang jelas.

Dan tiap rumah sakit menurutnya kasusnya berbeda, karena kelainan jantung itu pasiennya dikirim ke Rumah Sakit Tife A  sehingga penyakit kelainan lain banyak karena sudah disaring karena sistim rujukan BPJS.

Baca:  Banyak Makam Bersejarah Di Ogan Ilir

“ Kalau pasien memiliki penyakit ringan cukup di tangani di Puskesmas, kalau tidak mampu rumah sakit  tife D, tidak mampu lagi rumah sakit tife C, B dan terakhir A, makanya penyakit penyakit yang sulit yang A itu banyak Jantung ini contoh di rumah sakit saya, kalau disini (Sumsel) belum tahu saya,” katanya.

Selain itu menurutnya ,  memang kasus penyakit jantung anak memang sudah banyak sejak dahulu yakni 8-10/ 1.000 kelahiran hidup, kira-kira 0,8 sampai 1 % setiap tahunnya. Menjadi pertanyaannya kenapa akhir-akhir ini bertambah banyak, hal itu karena sistem pelayanan pembiayaan rumah sakit dengan BPJS.

“Dengan BPJS tadinya pasien yang tidak mampu akan datang berobat, kalau dahulu dokter umum atau dokter spesialis anak ketemu kasus, karena ketidakadaan biaya maka tidak berobat. Dengan iuran Rp22 ribu sudah bisa berobat, bahkan operasi atau intervensi. Biaya intervensi mahal sekali, biayanya sampai Rp70 juta dengan BPJS maka biaya itu ditanggung,” katanya.

Namun dengan meningkatnya, jumlah kasus penyakit jantung anak dikatakannya, tidak diikuti oleh jumlah dokter spesialis jantung anak. Jumlah Dokter spesialis jantung anak di Indonesia hanya ada 55 orang di Sumsel ada 3 orang. Untuk RS Mohammad Hoesin jumlah ideal dokter spesialis jantung anak minimal 4 orang.

“Kita meminta pemerintah daerah memberikan bantuan biaya pendidikan kepada dokter untuk pendidikan menjadi dokter spesialis terutama spesialis jantung anak,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Dodi Reza Langsung Cetak Akte dan KIA Untuk Empat Bayi Lahir 17 Agustus

Sekayu, BP– Meski momen perayaan HUT RI ke-74 merupakan hari libur nasional, namun pelayanan publik di Pemkab Musi Banyuasin tetap ...