Home / Headline / Jangan Remehkan Keberadaan Museum

Jangan Remehkan Keberadaan Museum

BP/DUDY OSKANDAR
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Direktorat Jenderal (Ditjen)  Kebudayaan Republik Indonesia (RI) berkerjasama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Palembang menggelar Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum di Cape De Burry, Palembang, Selasa (2/4).

Palembang, BP

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Direktorat Jenderal (Ditjen)  Kebudayaan Republik Indonesia (RI) berkerjasama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Palembang menggelar Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum di Cape De Burry, Palembang, Selasa (2/4).

 

Turut hadir Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Drs. Fitra Arda, M.Hum dan perwakilan kabupaten dan kota di Sumsel, serta para penggiat komunitas, perwakilan perguruan tinggi dan para pengelola meseum yang ada di Sumsel.

Baca:  Puncak TNI AD Kartika Yudha 2019 di Saksikan Panglima TNI dan Kasad

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel yang juga Asisten I Pemprov Sumsel Dr. H. Akhmad Najib, S.H., M.Hum mengatakan, kalau Sumsel kini dikenal sebagai lokasi sport tourism sehingga sudah ada catatan di museum catatan olahraga di Museum di Sumsel.

Dia menceritakan banyak pihak pesismis terkait pelaksanaan Asian Games 2018 di kota Palembang namun kenyataanya berhasil dan sukses dilaksanakan di Palembang dan Jakarta.

Untuk itu, menurutnya Palembang sebagai kota Internasional harus menjadi daya tarik, terutama atraksinya.

Baca:  Rescue Perindo Fokus Program Tangkal Bencana

Selama ini Najib menilai ada masyarakat yang masih meremehkan keberadaan museum dan tidak menganggap penting museum.

“ Bagi saya, ini ada dana DAK Museum  , mari kita perbaiki  terutama di daerah-daerah yang ada destinasi wisata supaya di promosikan, orang kadang tidak mau ke museum ,  kalau saya , guru –guru saya bawa ke Museum Bala Putra Dewa, murid-muridnya juga mengedukasi mereka, melihat yang mana sejarah Dapunta Hyang, Sriwijaya dari sini , mana bukit Siguntangnya juga dilihat,” katanya.

Malahan kata Najib dia sudah memerintahkan kabupaten dan kota di Sumsel untuk mencari data-data adat mereka yang nantinya menjadi satu buku.

Baca:  Penimbunan Ratusan Hektar Rawa Penyebab Banjir

“ Bagi kita ini kecil kayaknya cuma sosialisasi tapi informasi ini kalau sini orang 100 dan menyampaikannya jadi 10 kali jadi 1000 ,” katanya.

Menurutnya museum punya nilai terutama di negara-negara maju  karena berbicara permuseuman adalah bagaimana  negara itu jadi mapan dan mau apa.

Sedangkan, menurut Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang , Siti Emma Sumiatul Ssos Msi mengakui dengan kegiatan ini menjadi acuan pihaknya kedepan  dalam melaksanakan pengembangan kebudayaan di kota Palembang.

Dia berharap kegiatan ini dapat diikuti peserta dengan sebaik-baiknya karena kegiatan ini untuk dapat mengubah padangan kalangan museum adalah tempat penyimpanan barang antik  tapi sesungguhnya museum adalah sumber pengetahuan  bagi semuanya  dalam menentukan kebijakan kedepan.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MMK Tolak RUU KUHP

#Jutaan Rakyat Indonesia Terancam Masuk Penjara, Semua Bisa Kena RUU KUHP Baru Palembang, BP Pada penghujung masa jabatan DPR RI ...